Showing posts with label KONSEP DASAR PENANGKARAN. Show all posts
Showing posts with label KONSEP DASAR PENANGKARAN. Show all posts

Saturday, 2 January 2016

KATURANGGAN BETINA INDUKAN RING DIGDAYA

Jika kita melebarkan wawasan kita lebih luas lagi, dalam falsafah Jawa dalam sebuah perjodohan ada 3 faktor yang harus diperhatikan yaitu:  Bibit (keturunan), Bobot (kualitas pribadi) dan Bebet (status sosial). Pada breeding murai batu falsafah diatas ternyata juga sangat relevan untuk kita jadikan pegangan dalam usaha untuk mencapai tujuan breeding : kualitas dan kwantitas trotolan. Mengenai BIBIT, sudah pernah dibahas dalam dalam artkel TRAH MURAI BATU JAWARA. Sekarang kita akan lebih menitikberatkan pada faktor ke dua yaitu BOBOT.

Senior breeder murai batu yang paling berpengaruh dalam konsep berternak yang Padepokan Bala6 terapkan sampai saat ini mengatakan bahwa dalam mencetak murai batu berkualitas ada satu faktor penentu : INDUKAN BETINA. Bahkan guru besar kami ini mengatakan bahwa porsi peranan genetika indukan betina ini bisa menempati 85% sedangkan sisanya adalah kontribusi genetika indukan jantan. Tidak ada jurnal penelitian yang menjustifikasi pernyataan ini sebenarnya, tapi pengalaman puluhan tahun itu saat ini kami rasakan memang ada benarnya. kami sudah buktikan sendiri dari hasil penangkaran murai batu ring digdaya.

Dalam hal BOBOT, istilah dalam dunia makhluk hidup ini adalah KATURANGGAN yang menggali relevansi antara ciri fisik dengan superioritas individu untuk kualitas tertentu. Khusus untuk murai batu betina, Padepokan Bala6 dari banyak kriteria yang ada menitikberatkan pada 3 ciri fisik utama yang harus ada dalam diri seekor murai betina yang layak untuk menjadi indukan.

1. Bertubuh Besar

Semata ini hanya selera seorang penghobi, karena memang murai batu yang berpostur besar terlihat lebih segar, lebih gagah dan berwibawa. Ciri utama yang kami cari sebenarnya adalah indukan dengan dada yang bidang dan lebar yang biasanya menandakan punya kapasitas udara yang diatas rata sehingga bisa punya durasi berkicau yang lebih panjang.

























2. Bersuara Cetar

Mengenai suara, sebagai seorang pecinta lomba kicau maka bisa dibilang kualitas suara adalah sebuah faktor yang paling vital untuk indukan murai batu untuk tujuan lomba kicau. volume suara pada anakan jantan berdasarkan pengalaman kami ternyata lebih banyak ditentukan oleh genetika indukan betina. Sementara jantan akan banyak mewarnai jenis atau karakter suara anakan jantannya. Pengetahuan tentang bentuk paruh murai batu akan sangat membantu dalam memprediksi seberapa cetar suara seekor murai batu baik jantan atau betina.


























3. Mata yang Pintar

Dari 3 kriteria diatas , Sebagai breeder yang kami utamakan adalah ciri yang ketiga yaitu betina yang bermata pintar. Ini terkait dengan kesuksesan breeding karena betina yang pintar biasanya sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan, fleksibel dan bisa menghadapi jantan dengan karakter yang ganas dan yang terpenting adalah pintar dalam mengasuh anak. 



























Nanti suatu saat akan kami bahas satu persatu dengan lebih detail lagi. InsyaAllah
Bibit berarti asal-usul, keturunan. Bebet adalah keluarga, lingkungan, dengan siapa teman-temannya. Sedangkan bobot adalah kepribadian, pendidikan, pekerjaan, gaya hidup dan tentu saja tingkat keimanan

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/achormohammad/jodoh-bibit-bebet-bobot_552cb19e6ea834374e8b4609
Bibit berarti asal-usul, keturunan. Bebet adalah keluarga, lingkungan, dengan siapa teman-temannya. Sedangkan bobot adalah kepribadian, pendidikan, pekerjaan, gaya hidup dan tentu saja tingkat keimanan

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/achormohammad/jodoh-bibit-bebet-bobot_552cb19e6ea834374e8b4609

Tuesday, 4 August 2015

PESANTREN MB RING DIGDAYA

Ibarat Arsitek, maka seharusnya seorang peternak murai batu akan punya blue print yang berisi angan-angan dan rancangan metode untuk  menghasilkan trotolan yang berkualitas sesuai kriteria yang diyakininya. Mulai dari rancangan kandang tangkaran, penelusuran trah indukan, pengenalan karakter serta sifat-sifat unggulan indukan, kombinasi pasangan jantan-betina yang kiranya berpotensi saling melengkapi dalam memperkuat beberapa kriteria keunggulan tertentu, setingan pakan tiap pasangan indukan, pengaturan iklim mikro kandang tangkaran sampai strategi panen dan inovasi menu gizi dan vitamin untuk pakan lolohan. Cukup panjang perjalanan dan begitu banyak usaha yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa setiap trotolan yang dihasilkan bisa memiliki standar bakat secara fisik dan psikis sehingga layak dipasarkan dengan harga yang pantas.

Padepokan Bala6 Jakarta (PB6) dengan produk murai batu ring digdaya saat ini fokus pada segmen pasar murai batu untuk tujuan lomba. Arena lomba kicau adalah ajang adu gengsi dan ajang adu ketrampilan dari seekor individu burung murai batu. Layaknya atlet saja, maka modal untuk sukses berkarir dan menjadi juara tentunya yang utama adalah didasari oleh bakat yang sudah mengalir dalam genetikanya. Kemudian bakat itu dikenali dan di angkat oleh pemandu bakat yang jeli dan lihai dalam membaca potensi. Modal bakat saja tidak cukup, karena bakat tersebut harus diasah dan dimuliakan oleh program latihan yang terprogram dengan seksama atas dasar pemahaman mengenai karakter masing-masing individu murai batu calon juara lomba kicau. 

Faktor keberuntungan adalah kunci dari kesuksesan. Seorang kicau mania bisa dibilang beruntung apabila  mendapatkan seekor mb bahan berkualitas dan dikemudian hari layak menjadi jawara lomba kicau. Seekor trotolan/bahan mb bisa dibilang beruntung jika mendapatkan seorang juragan yang berpengalaman dan punya metode yang mumpuni dalam  memaksimalkan potensi yang dimiliki si mb bahan tersebut. Tapi tidak banyak ditemukan sinkronisasi keberuntungan yang indah seperti diatas. Seperti sudah sering dibahas sebelumnya. Sebagaimana sebuah bangunan, maka bakat yang dipunyai seekor murai batu ibarat pondasi yang tersembunyi dan hanya menenpati 10-30% dari total bangunan tersebut. Selebihnya, bagaimana bangunan tersebut terbentuk lebih ditentukan oleh kualitas rawatan sang perawat. Jadi proses perawatan seekor murai batu muda belia setelah lepas dari peternak ke sang juragan barunya adalah sebuah perjalanan yang lebih panjang lagi dan menentukan bagaimana nasib si individu murai batu tersebut dimasa dewasanya.

Dalam rangka sinkronisasi keberuntungan yang bertujuan untuk memadukan potensi bakat dengan skill perawat inilah, maka untuk murai batu ring digdaya kami berusaha untuk memberikan jalan masuk bagi para juragan yang tidak punya banyak waktu untuk merawat murai batu yang diangkat dari PB6 dengan cara merekomendasikan beberapa rekanan yang terpercaya akhlak dan skill perawatan murai batunya. Untuk wilayah Jakarta, salah satunya adalah yang dikelola oleh PUNAKAWAN BC Tangerang yang PB6 juga ikut terlibat sebagai salah satu pengurusnya. Sudah berjalan sejak Bulan Juni 2014 dengan beberapa santri mb ring digdaya dan beberapa diantaranya seperti Sendhekolo (Nakula Jr), Denpram (Gurkha Jr), Denjaka (Young Gun Jr), Balthazar (Balrock Jr), Langitan (Tangse jr), ANG04 (Anggada Jr) sudah mulai masuk arena lomba dan beberapa sempat menuai prestasi yang cukup menggembirakan.
 Crew Punakawan BC sedang menggantang MB santri di lomba lokalan.

Diterapkan cara sederhana tapi dengan metode yang tepat dan unik untuk tiap individu santri disesuaikan dengan pengenalan akan karakternya masing-masing.  Dengan cara ini ditargetkan potensi tiap mb bisa tertata dengan seksama. Mulai dari menanamkan kebiasaan harian seperti : jemur, umbar, mandi sampai waktu pemberian pakan yang konsisten porsi menu dan ketepatan waktunya. Sehingga mb muda kan mudah untuk menerima setingan lomba pada saatnya nanti. Untuk pemasteran, berdasarkan kondisi dan tahapan usia maka tiap santri akan masuk ke ruang kelasnya masing-masing secara metodik dan terencana. Ada ruang kelas Cililin, ruang kelas Tengkek, Love Bird, ruang kelas Jangkrik, ruang kelas Balang Krek, ruang kelas kombinasi (Pelatuk, Srindit, Cucak Jenggot, Parkit, Jalak Suren, Kolibri, Siri-siri)  ruang kelas speed (MP3), ruang kelas terapi air dan ruang kelas neraka dimana apabila sudah dirasa siap dan kuat mentalnya maka akan berada di ruangan yang sama dengan murai batu-batu lapangan yang sudah mapan seperti halnya sang mb maestro si Malaikat Subuh. Jadi proses dilakukan secara bertahap sesuai program yang sudah di tetapkan. Pada saat yang tepat dilakukan test dan ujicoba di arena lomba sebagai bahan evaluasi hasil belajar tiap santri.

Walaupun tersedia 3 kandang umbaran sepanjang 7 m, 6 m dan 5 m, pengumbaran dilakukan secara periodik untuk santri-santri yang memang sudah masuk pada usia dan kondisinya yang paling ideal sesuai kurikulumnya masing-masing. Pesantren mb Punakawan SF ini ekslusif saat ini hanya untuk mb ring digdaya saja karena kapasitasnya yang masih terbatas dan semata sebagai fasilitas tambahan untuk para juragan yang tidak punya banyak waktu untuk merawat sendiri mb ring digdaya kesayangannya.

Selain di Punakawan BC, kami merekomendasikan sekolah khusus murai batu yang ini juga ada di UMS (Universitas Murai Solo) yang di asuh oleh om Hardoyo Irwansyah di Pabelan Kartosuro - Jawa Tengah dan Raja Nekat SF di Semplak Bogor - Jawa Barat yang diasuh oleh om Ismu.

Umbaran 6 meter

   Umbaran 7 meter

 Konsistensi Rawatan Harian

Ruang Kelas Cililin 

Ruang Kelas LB

Ruang Kelas Kombinasi


Friday, 20 March 2015

PART 1 : TRAH JAWARA, APAKAH ADA PENGARUHNYA?

Urusan makhluk hidup memang besar derajat ketidak pastiannya. Tapi sudah menjadi aturan alam  (sunatullah) bahwa setiap makhluk berusaha meningkatkan kualitas dan kuantitas jenisnya karena didorong oleh naluri untuk bertahan hidup. Inilah yang terjadi secara naluriah dan terjadi lewat seleksi alam dan proses evolusi. Manusia sebagai makhluk utama di bumi juga sama halnya, tapi dengan cakupan yang lebih luas lagi karena melibatkan banyak komponen alam lainnya seperti lingkungan, hewan dan tanaman yang menjadi obyek hajat hidup manusia. Manusia menjadi penentu atas kriteria yang disebut sebagai kualitas unggulan. Jadi manusialah yang melakukukan seleksi atas hewan dan tumbuhan budidaya. Bangsa Babylonia ( 6000 Tahun lalu ), telah menyusun silsilah kuda untuk memperbaiki keturunannya. Bangsa China (beberapa abad SM) telah melakukan seleksi terhadap benih-benih padi untuk mencari sifat unggul tanaman itu. Di Amerika dan Eropa ( ribuan tahun lalu ), orang telah melakukan seleksi dan penyerbukan silang terhadap gandum dan jagung yang asalnya adalah rumput liar.

Sebagaimana halnya Murai Batu, awal mula sekali semua indukan berasal dari tangkapan hutan sebagai habitat asli alam liarnya. Murai batu hutan inilah yang kemudian disebut sebagai "bahan". Bahan ini yang awalnya hanya untuk dinikmati secara pribadi kemudian berkembang menjadi koleksi yang tersegmentasi menurut tujuannya; sebagai murai batu pajangan (collectible item) atau murai batu lapangan (championship item) untuk diadu dengan sesama MB hutan. Dari sinilah kemudian dirumuskan tentang kriteria tentang murai seperti apa yang layak disebut sebagai murai unggulan. "Murai Unggulan" inilah yang kemudian menjadi jawara di lomba kicau. Secara khusus yang disebut UNGGULAN dalam lomba kicau di Indonesia sangat mementingkan kualitas kicauan burung yang meliputi kriteria dasar pada 1. Irama dan materi lagu 2. Volume/karakter suara 3. Durasi kerja/stamina 4. Gaya main.

Menurut saya pribadi, kriteria 1 dan 2 diatas terkait dengan bakat individu dari masing-masing burung. Kekayaan materi lagu didasari oleh tingkat kecerdasannya. Sementara volume serta karakter suara juga sesuatu yang sudah nempel dari sonohnya meminjam istilah orang Jakarte. Sementara durasi dan gaya main lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan dan tingkat ilmu rawatan sang perawat. Jadi bakat inilah yang menjadi dasar yang menentukan sejauh mana potensi individual MB bisa dimaksimalkan. Karena itulah makanya pejantan unggulan sering dikonotasikan langsung dengan pejantan jawara lomba, karena si jawara ini sudah terbukti mempunyai keunggulan yang terukur dari murai batu lain pesaingnya menurut kriteria yang sudah disepakati secara umum dikalangan lomba kicau. Yang diharapkan dari penangkaran MB jawara ini adalah genetika unggulannya bisa dilestarikan dan diwariskan sebagai bakat terpendam pada keturunannya nanti.

Proses penangkaran yang baik belum tentu hasilnya baik, tetapi setidaknya bisa diharapkan. Sebaliknya jika proses beternak yang sekedarnya, maka akan sangat bergantung pada faktor kebetulan dan keberuntungan saja. Proses berternak yang baik meliputi banyak hal seperti proses seleksi indukan, metode perjodohan,  padu padan karakteristik indukan, fasilitas kandang, pengontrolan lingkungan kandang, setingan pakan, pemilihan supplemen danobat-obatan, tata laksana panen dan pasca panen, proses pembesaran, proses pemasteran dasar serta proses penyortiran kualitas fisik dan mental anakan. Cukup panjang dan berjenjang.

Untuk orientasi penangkaran Murai Batu dengan tujuan pada kualitas lomba kicau, Pacek/Pejantan Jawara/Unggulan biasanya mempunyai kelebihan atau keistimewaan yang menonjol. Dan ini bisa di cek secara kasat mata dengan melihat dari banyaknya piagam penghargaan yang sudah pernah diraih atau langsung memantau kinerjanya diarena lomba. Untuk pemain yang berpengalaman biasanya lebih mengandalkan keahliannya dalam melihat pada katurangga (ciri fisik tertentu). katurangga akan mencerminkan kriteria unggulan pada level volume suara, karakter suara, kecerdasan, gaya main dan mental si MB. Sementara lagu dan materi isian,  dan daya tahan/durasi, kengototan akan terpantau langsung saat MB tersebut in action. Faktor panjang ekor, pola ekor, asal habitat dan kelangkaan adalah sebuah nilai tambah . Jadi secara garis besar kualitas murai batu jawara harusnya lebih baik dari pacek biasa. Hasil anakannya lebih bisa diharapkan mengikuti spesifikasi induknya.

Meskipun demikian tidak ada jaminan bahwa 100% akan menjadi MB Jawara mengikuti bapaknya karena Yang diturunkan oleh ayah, kakek, kakek buyut dan nenek moyang MB bukan KEMENANGANNYA melainkan sifat-sifat dan karakter unggulannya. Perlu dipahami KEMENANGAN itu tidak bisa diturunkan. Tapi genetika jawara yang terkandung pada MB itulah yang membuat perbedaan nilai. Senilai sebuah harapan dalam memastikan bahwa genetika unggul itu tersimpan dan menjadi sebuah potensi untuk dikembangkan oleh juragan yang cermat. Untuk menyederhanakannya, samalah dengan kita tidak bisa terlalu berharap punya anakan MB berekor panjang (epan)dari sepasang indukan MB ekor pendek (epen) walaupun dalam beberapa kasus ada anakan pasangan MB epan keluar anak epen dan ada MB anakan epan dari pasangan indukan MB epen. Tapi penyimpangan tersebut biasanya tidak banyak. Kalau di MB lomba, selain didasari bakat yang berasal dari genetika faktor "skill" sang juragan juga merupakan penentu yang penting.

Karena menurut saya, menang itu adalah ujung dari jalan panjang upaya sang juragan dalam memilih bahan yang bagus untuk dirawat, dilatih dan ditemukan setingan lombanya. Yang jelas juragan yang berpengalaman pasti tidak memilih murai batu bahan dengan asal-asalan saja. Teori bahwa pacek jawara lebih berpeluang menghasilkan anakan jawara dibanding pacek biasa saja, sudah banyak yang membuktikannya sendiri. Makanya banyak penangkar yang memburu MB Jawara yang bagus untuk di tangkarkan walau harganya sangat mahal.

Murai Batu bahan yang kita beli di pasar umum memiliki 2 kemungkinan; anakan dari pacek jawara hutan/tangkaran atau anakan dari pacek biasa. Karena tidak ketahuan trah dan silsilahnya, maka hal seperti ini kita anggap saja sebagai kebetulan sehingga tidak layak dijadikan sebagai bahan untuk diperdebatkan.
Ada orang-orang tertentu yang mampu memprediksi karakter murai batu melalui ciri-ciri fisiknya (bentuk kepala, paruh, leher, body, ekor dan kaki) atau biasa disebut katurangga. Tetap saja buat kalangan level "master" ini, mereka akan lebih memilih murai batu dengan katurangga sesuai kriteria mereka tapi sebisa mungkin yang terpercaya trahnya. 

Buat saya pribadi dalam breeding MB, prinsip utama  yang harus di PEGANG TDK BOLEH KELUAR untuk breeding MB Lomba adalah harus dari trah burung bagus (sebisa mungkin dari trah juara), tidak mesti mantan burung yang juara yang kita ternak karena burung juara belum tentu menghasilkan anak yg juara. Indukan bisa diambil juga dari saudara si Jawara, atau anak betina si Jawara atau cucu jantan si Jawara tersebut.

Menurut DR. Wim Peters, berdasarkan pengalamannya burung yang kinerjanya bagus hanya mampu menurunkan sekitar 10-20 % anak bagus. (www.merpati.org)  

Menggunakan Indukan jawara yang jelas spesifikasinya dan jelas trahnya saja cuma bisa menghasilkan setidaknya 10% anakan yang bagus, bagaimana kalau kita pakai indukan yang tidak jelas spesifikasi dan tidak jelas trahnya? Jadi untuk breeder "Mulailah dengan bibit yang tepat dan ternak dengan metode benar, dan kemungkinan untuk berhasil menurunkan anakan yang berkualitas akan lebih besar".

Buat penghobi dan pemain pemula, mengawali hobi murai batu dengan murai batu hasil ternakan pasti lebih menyenangkan. Memang harga murai batu ring saat ini lebih mahal daripada murai batu hasil tangkapan hutan, tapi setidaknya akan mendapatkan kepuasan lebih  karena secara langsung ikut berperan dalam konservasi alam liar. Dewasa ini sudah banyak bermunculan peternak MB yang serius dan punya konsep berternak yang bagus. Tinggal pilih saja yang sreg di hati dan pas dikantong. Happy Hunting :-)

Saturday, 27 September 2014

MEMILIH JANTAN UNTUK INDUKAN PENANGKARAN MURAI BATU

Pembahasan mengenai indukan jantan untuk penangkaran murai batu trah tidaklah serumit kriteria indukan betina trah, karena indukan jantan yang bagus bisa sangat mudah dikenali lewat beberapa cara yang sederhana seperti dibawah ini;

1. Jawara Lomba Kicau

Jantan jawara lomba sudah teruji mental petarungnya, durasi kerja lapangannya dan volume suaranya saat digantang bersama MB jantan lainnya

Harus diakui bahwa mempunyai indukan MB jantan yang sudah punya prestasi sangatlah membanggakan dan sangat menjanjikan untuk dijadikan sebagai basic blood dari betina di penangkaran. Apalagi kalau kelasnya sudah bisa bicara di even skala regional apalagi even skala nasional. Trotolannya banyak dikejar untuk oleh para Kicau Mania yang berorientasi pada lomba dan kebanggaan memiliki MB lomba yang terbaik.  Diharapkan anakan dari MB jawara akan mempunyai mental fighter  yang diturunkan dari Indukan jantannya.

Publikasi media cetak dan media online bisa dipakai sebagai acuan dalam memonitor prestasi MB jawara


2. Trah Jawara Lomba

Anakan Jantan MB Jawara sangat mungkin mewarisi kehebatan ayahnya atau/dan  kehebatan kakeknya atau/dan kakek buyutnya.


Mengikuti teori  criss-cross inheritance: pola di mana sebagian besar sifat genetik induk betina akan menurun kepada anaknya yang jantan, dan sebagian besar sifat genetik induk jantan akan menurun kepada anaknya yang betina, maka cucu dari MB Jawara kemungkinan besar akan mewarisi kehebatan dari kakeknya. Tapi ada beberapa kasus dimana anakan MB Jawara juga menjadi jawara walaupun betinanya kualitas “biasa” saja.  Fenomena ini sering di istilahkan sebagai indukan “jantan nyetak”.


MB Ring Mr.Delta 379 Yang merupakan anakan MB jawara bernama Rusia



3. Katurangga


Katurangga adalah kondisi fisik khusus pada MB sebagai ciri-ciri ideal dari MB yang bagus dilihat dari proporsi bentuk paruh,  sorot mata, bentuk kepala, besar dan panjang leher , bentuk badan, bentuk kaki dan cakar, posisi berdiri , bentuk ekor, panjang ekor serta pola/corak ekor

Dalam pemilihan MB bahan, katurangga menjadi acuan utama. Katurangga adalah pendekatan empiris yang didasarkan pada pengalaman yang beragam. Karena awalnya semua KM berusaha mendapat MB kualitas terbaik berdasarkan pengamatan fisik  dan tingkah laku saja karena kebanyakan MB tangkapan hutan dipilih dalam kondisi belum bunyi saat masih berupa MB bahan. Misalnya saja
  • MB berparuh celah berhidung tembus dengan lubang besar diyakini mempunyai volume suara yang diatas rata-rata. 
  • MB Kepala papak dari depan dan bulat dari samping diyakini sebagai MB yang cerdas.  
  • Banyaknya  bulu tarung diatas paruh yang menandakan MB berkarakter sangat fighter. 
  • Mata yang tajam besar menantang mengindikasikan MB yang berani dan punya semangat pantang menyerah.
  • MB  berdada bidang cederung punya tenaga dan bunyi hentakan yang lebih kuat sementara yang berdada tipis mempunyai trecetan panjang.  
  • Mb dengan leher panjang pada kemampuan membawakan isian yang panjang. 
  • Kaki yang kokoh atau berposisi kaki berdiri rentang lebar punya kecendrungan untuk berpola main merunduk-runduk/hormat juri/sujud yang membutuhkan kestabilan saat berkicau. 
  • Posisi bilah ekor terpanjang rapat seperti pedang cendrung bersuara melengking sementara posisi bilah ekor pecah seperti gunting cendrung bersuara ngukluk dengan volume yang besar.
  • Dan banyak lagi penampakan fisik yang lain yg menjadi rahasia masing-masing player dalam memilih calon gaconya.



4. Usia MB Jantan Siap Tangkar

Syarat utama dari Indukan Jantan adalah sudah Gacor dan jinak (tidak takut manusia)


MB Ring Jantan berusia 1 tahun atau 1x lepas trotol sudah siap digunakan sebagai calon indukan. Untuk MB MH agak susah untuk di prediksi umurnya. Tapi MB MH berusia 3x mabung atau lebih bisa dilihat dari rongga mulutnya yang sudah lebih gelap dibanding MB yang masih muda yng masih dominan merah muda rongga mulutnya.
Pengalaman kami MB jantan lepas trotol lebih mudah dijodohkan dan lebih berproduksi dibandingkan dengan MB pada usia keemasan untuk lomba dikisaran 2 - 4 tahun. Yang juga mudah adalah MB yang sudah cukup matang di usia 5 tahun keatas. 


5. Kriteria Khusus berdasarkan kesukaan Breeder

Tiap breeder punya kesukaan masing-masing yang akan menjadi ciri khas dari anakan produksinya.


Tiap breeder punya kesukaan masing-masing yang unik dan kadang tidak umum terhadap karakteristik unggulan Murai Batu yang bagus menurut seleranya masing-masing dan ilmu yang diyakininya. Tapi secara garis besar bisa kita golongkan dalam 2 kategori, yaitu aliran LOMBA dan aliran KOLEKTOR. Aliran lomba biasanya kategorinya lebih unik karena ada yang mendasarkan kriterianya dari postur ( S, M , L, XL) atau suara (besar, melengking, nyelekit) atau karakteristik vokal (kering/kristal,  basah/kasar) atau dari durasi kerja (ngedur tanpa jeda)  atau dari gaya main (ngeplay, nagen, sujud, atraktif), atau dari variasi isiannya (variatif , monoton faseh berulang)dan beberapa kriteria lain yang sifatnya sangat pribadi. Sementara untuk aliran kolektor biasanya didasari oleh keunikan fisik atau asal usulnya. Seperti murai batu ekor panjang (24 cm up), murai batu blorok, Murai batu Balak, murai batu albino, murai batu habitat langka. Intinya layak dibanggakan sebagai koleksi karena kelangkaannya.
Murai Batu Balak 6 Ekor Panjang
MB Bule Koleksi om Budi Sentrasari Bandung

Friday, 26 September 2014

BREEDING BLUE PRINT

Apapun itu, tidak ada cita-cita yang terlalu tinggi atau terlalu hebat, yang sering terjadi adalah usaha dan upaya untuk menggapai cita-cita itu yang tidak sehebat dan setinggi cita-cita itu sendiri. Sejak  awal pendiriannya, Digdaya Bird Keeping dengan lokasi penangkaran di Padepokan Bala6 Jakarta, mempunyai cita-cita untuk menjadi penangkaran burung Murai Batu yang berorientasi pada kualitas unggulan sambil menjaga keanekaragaman hayati jenis-jenis murai batu yang unik berdasarkan asal habitatnya.  Dari cita-cita tersebut maka dirumuskan bahwa  Breeding Blueprint kami adalah : Penangkaran Murai batu Galur Murni Trah Jawara(GMTJ).


Yang dimaksudkan dengan penangkaran MB trah jawara adalah dalam pemilihan indukan  sangat dipentingkan untuk menggunakan indukan ex jawara lomba atau keturunan dari jawara lomba kicau. Indukan jantan diambil dari MB yang berprestasi ditingkat lokal, regional dan  nasional. Sementara indukan  betina menggunakan anakan dari trah pejantan jawara.  Khusus untuk indukan betina sangat diutamakan yang mempunyai  trah multi generasi dimana berkumpul  genetika beberapa trah jawara dalam alur silsilahnya.


Yang dimaksudkan dengan penangkaran MB galur murni adalah dalam pemasangan indukan sangat diperhatikan agar berasal  dari habitat yang sama atau setidaknya berdekatan. Usaha ini bertujuan untuk menjaga kemurnian genetika masing-masing habitat, harapannya adalah agar bisa melestarikan keaneka ragaman hayati yang unik dari masing-masing habitat MB tersebut.

Pada perjalannya, mewujudkan breeding blue print diatas tidaklah semudah menuliskannya. Diperlukan usaha yang tidak kenal lelah dan konsisten dengan banyak kompromi disana-sini.  Mewujudkan penangkaran MB Galur murni saja sudah sangat sulit di masa sekarang.  Saat kami serius memulai penangkaran MB beberapa tahun lalu habitat MB di nusantara sebagian besarnya sudah terlanjur carut-marut diterjang kepentingan ekonomi yang sangat kompleks.  Sangat susah untuk mendapatkan MB asli tangkapan hutan habitat-habitat tertentu yang terkenal dikalangan Kicau Mania sebagai penghasil MB lapangan yang berkualitas super.

Dilain sisi, walaupun berkembang luas mitos mengenai kehebatan MB asal habitat tertentu, ternyata mayoritas pelomba pemilik MB Jawara tidak terlalu perduli dengan asal usul MB gaco mereka. Yang penting buat mereka adalah MB tersebut  punya kinerja yang ciamik dan bisa rajin berprestasi dilomba kicau. Sehingga dalam pemilihan indukan jawara jantan terkadang harus sangat selektif memilih yang jelas asal usulnya dan mau sabar dan telaten menelusuri dan melakukan verifikasi asal usul habitatnya ke rangkaian pemilik sebelumnya. Bukan sekedar membeli asal jawara saja, yang KTP nya jelas tentu lebih disesuai dengan misi Dan visi Digdaya Bird Keeping. Untuk MB pejantan beberapa habitat tertentu biasanya kami dapatkan sebagai ex-gaco andalan pelomba senior dengan kondisi MB tersebut sudah berusia sangat mapan diatas 4 tahun. Ini karena tangkapan hutan habitat tersebut yang fresh sudah sangat langka. Perlu keberuntungan  istimewa untuk memilikinya.

Untuk Indukan betina usaha yang ditempuh ternyata jauh lebih berat. Kalau sekedar galur murni, dengan banyak keberuntungan mungkin lebih mudah mendapatkan dari asli tangkapan hutan. Tapi yang trah MB jawara? lain lagi ini ceritanya. Beruntung sekali kami mendapatkan akses dan kesempatan untuk bersahabat dengan peternak-peternak senior dengan kapasitas besar diantaranya adalah YAQISA BF Bekasi, DELTA BF Sidoarjo, ARCO BF Serang, REJO BF Sragen, ICONK BF Majalengka, VEGASUS BF Bandung, SKL BF Indramayu dan teman-teman breeder hebat lain di Indonesia terutama di jaringan breeder Ring KOMBAT. Karena selain sebagai breeder mereka juga player yang sangat mengerti mengenai kualitas MB dan peduli pada karakteristik MB sesuai dengan asal usul habitatnya. Atas kebaikan hati merekalah saya mendapatkan sebagian besar indukan betina yang saya jadikan sebagai basic blood di penangkaran MB Ring Digdaya


Thursday, 19 June 2014

THE GALACTIC ANGELS


Sejatinya tujuan utama dari pasangan indukan di Padepokan Bala6 Ring Digdaya adalah untuk mendapatkan formula yang cesplenk dalam meramu kelebihan dan keistimewan masing-masing individu indukan.


Pertaruhan utama kami adalah Indukan Kelas Galacticos. Sebagai Basic Blood kami menggunakan indukan betina yang sangat terpilih. Kriteria Galactic Angels adalah seperti ini :
1. Hasil ternakan breeder yang sudah mapan dan sangat berpengalaman didunia lomba dan dunia penangkaran.
2. Berasal dari Trah Jawara yang sangat jelas nasab keturunannya. Setidaknya F3 (level 3)
3. Sudah terbukti dari garis keturunan trah tersebut menghasilkan anakan kualitas lomba.
4. Berasal dari indukan jantan jawara yang terpantau karakter suaranya, level volumenya dan gaya mainnya.
5. Sebisa mungkin indukan Jantannya jelas asal usul habitatnya apabila berasal dari indukan muda hutan (MH).

Dengan kriteria diatas, padu padan indukan Ring Digdaya akan lebih mudah dan terarah. Setidaknya bisa memprediksi 50% kualitas akhir dari anakan indukan Galacticos. Sisanya adalah semata nasib dan keberuntungan masing-masing individu anakan tersebut. Karena ibarat arsitek, breeder hanya mencoba untuk meramu kelebihan dari pasangan indukan yang di eksplorasi lewat jalur penurunan genetika indukan. Bagaimana kemudian eksistensi si Trotol MB bisa terangkat dan di exploitasi secara maksimal sangat ditentukan oleh keahlian dan komitmen perawatnya yang membangun dan memoles bakatnya.



Anakan betina dari pasangan Galacticos otomatis akan masuk dalam kriteria Galactic Angel pula. Justru Galactic Angel Ring Digdaya inilah harta karun Digdaya Bird Keeping yang sesungguhnya. Strategi utama kami adalah meletakkan pondasi yang kuat dan dalam pada genetika trah jawara. Karena itulah Brand identity  MB Ring Digdaya akan sepenuhnya bergantung pada mereka.

Beberapa betina anakan dari kelas Galacticos menunjukkan bakat yang cukup konsisten dengan kualitas unggulan yang ada pada ayah, kakek dan/atau kakek buyutnya. Sangat layak untuk diharapkan menjadi jaminan kepuasan para kicau mania pemilik MB ring Digdaya. Semoga lancar kedepannya sesuai harapan perencanaan awal.
 Galactic Angel Trah Balrocks

Sunday, 11 August 2013

IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK INDUKAN

Identifikasi KTP penting buat breeder.. 
Kenapa? Karena MB dari tiap habitat membawa benang merah karakteristiknya masing-masing. 
MB Lampung berekor sedang berpostur ramping dan terkenal atraktif-ngeplay dengan karakter suara yang nyelekit dikuping. 
MB Medan berekor panjang dengan body besar bergaya nagen dan volume keras (tembus - istilah pelomba). 
MB Nias (ekor hitam) ekor pendek yang berkaki hitam bergaya anarkis agresif dengan bersuara melengking tajam. 
MB Balak/Sabang berekor panjang menjuntai dengan badan lencir yang suka sekali sujud-sujud sambil bongkar isiannya dan biasanya punya suara berkarakter kristal  nyaring dan garing.

Penting, karena karakter dasar ini  bisa dipadu-padankan jantan & betina untuk mengamankan dan memperkuat karakter asli/dasar lewat breeding galur murni habitat yang sama. Atau bisa digunakan silang antar habitat untuk menyaring kelebihannya agar terkumpul dlm karakter trotol yang dihasilkan dengan kombinasi karakter sesuai dengan yang breeder inginkan.

Karakter dan ciri tersebut bersifat umum dan subyektif dari pengamatan saya sendiri. Jadi tidak bisa 100% dijadikan sebagai patokan mati. Untuk karakter dan volume pengamatan dan identifikasi dari sang juragan tetap harus dilakukan atas masing-masing MB milik kita baik kondisi digantang dilapangan atau saat berada di kandang tangkaran. Sehingga bisa dikenali kekurangan dan kelebihan dari masing-masing calon indukan.

Identifikasi dan karakterisasi MB  membuat breeding menjadi lebih mengasyikkan karena bisa berkreasi dan mengangan-angankan karakter trotolan yang akan datang. Bagaimana nanti hasil akhirnya....... biar sang Khalik yang menentukan. Kewajiban kita hanya ikhtiar berdasarkan ilmu yang dianugrahkan kepada kita lewat berbagai macam jalan.