Showing posts with label SERBA SERBI PENANGKARAN. Show all posts
Showing posts with label SERBA SERBI PENANGKARAN. Show all posts

Friday, 11 March 2016

TIDAK ADA MAKAN SIANG YANG GRATIS - THERE'S NO FREE LUNCH



Berikut adalah wejangan dari seorang master Kicau sekaligus breeder murai batu senior yang merupakan guru, panutan sekaligus sahabat saya ; om Andri Asmari - Bandung  

SELAMAT PAGI !!!
 

Banyak yang bertanya tentang tahapan memelihara murai batu sampai siap di bawa latihan, saya coba bahas secara global saja ya :

1. MB dibawah usia 2 tahun.

Sebaiknya jangan dulu konsentrasi ke lapangan, karena kategori ini MB masih dalam proses remaja ke dewasa artinya MB MASIH PROSES BELAJAR. Sebaiknya konsentrasikan saja sama PEMASTERAN. karena kuncinya adalah suara pemasteran buat bekal dia saat dewasa nanti, jadi kalau ada yang bertanya kenapa MB saya tidak mau tarung dsb. Jawabannya Ya tidak akan maksimal tarung karena (memang) BELUM SAATNYA.

2. MB usia antara 2 tahun s/d 3 tahun.

Sudah) masuk kategori MB dewasa, saat ini MB mulai diajarkan untuk mengenal teritorial, mengenal ancaman dan mengenal mental. TAPI MB SAAT INI BELUM MASUK KATEGORI MB MAPAN. Jadi jangan terlalu berharap dan yakin kalau MB gacor segacornya sudah dibilang SIAP MENTAL dan SIAP TARUNG. Karena kondisi saat ini masih LABIL. Sebaiknya konsentrasi saja dengan pengenalan LAPANGAN, pindah pindah gantangan, pengenalan berbagai KERAMAIAN, pengenalan tarung dengan beberapa MB saja, karena kondisi usia saat ini MB MASIH DALAM TAHAPAN LABIL. Kadang bagus kadang juga tidak, tergantung mood dan siklus hidupnya. HATI HATI di usia ini. Lebih cermat dan amati kondisi mentalnya.

3. MB usia diatas 3 tahun.

Kategori MB masuk ke dalam kategori MB MAPAN, DEWASA MENTAL, dan CUKUP MATERI. Di usia inilah kalau kita ingin mulai sering latihan dan aktif dilapangan. Jika ada pertanyaan kenapa MB sudah diatas 3 tahun lebih masih juga tidak bagus? Jawabannya ada 2 yaitu :
  • (1) karena rawatan yang salah saat usia sebelumnya, materi tidak cukup dan tidak memperhatikan SIKLUS HIDUP MURAI BATU....
  • (2) memang MB tsb tidak memiliki bakat yang bagus. Logika saja tidak semua MB itu bagus, oleh sebab itulah MB yang bagus itu sulit didapat dan perlu kejelian dalam memilih, karena tidak semua artis itu HEBAT. Dari sekian artis yang jago nyanyi, hanya beberapa saja yang bisa MELEGENDA. Begitu juga dengan MB.
JADI
 

Memelihara MB itu seni, jangan putus asa jika MB belum bagus. Sering seringlah mencari tahu dan buka buka pengetahuan agar pemahaman kita soal MB bisa bertambah dan tidak mentok di situ situ saja, supaya kita bisa memahami karakter sebnarnya dari masing masing MB.

Lalu kalau ditanya mana yang bagus? sebaiknya kita pelihara MB itu dari NOL dan dari AWAL, agar kita bisa belajar dan lebih mengerti soal MB dan Siklus hidupnya SEHINGGA jika kita memelihara MB lagi kedepannya kita sudah punya bekal ilmu yang kita miliki dari pemeliharaan MB dari nol atau trotol. 

Kan lama om pelihara dari trotol? YA. Sebab ilmu dan pengalaman juga tidak instan dan memang BUTUH WAKTU tinggal pilih saja, mau cepat paham dengan memelihara dari nol/trotol atau mau instan ambil murai jadi tapi mentok ilmu. 

Semua kembali kepada pilihan dari kita sendiri, karena ibarat pepatah "TIDAK ADA MAKAN SIANG YANG GRATIS" artinya semua butuh WAKTU dan PEMBELAJARAN

SALAM
Andri Asmari
VEGASUS BIRD FARM
 


Thursday, 13 August 2015

EL NINO & LA NINA

Indonesia baru memasuki masa transisi dari kemarau ke musim penghujan di November 2015 ini. Pada kondisi cuaca normal, masa pancaroba berawal di September. Masa Pancaroba ini sering di cirikan dengan adanya hujan secara sporadis (tidak merata) dengan intensitas yang tinggi (hujan deras) namun terjadi dengan waktu yang sangat singkat. Kemunduran awal musim hujan ini (1-2 bulan) ini disebabkan oleh munculnya El Nino yang tergolong kuat. 

EL NINO adalah peristiwa memanasnya suhu air permukaan laut di pantai barat Peru – Ekuador (Amerika Selatan yang mengakibatkan gangguan iklim secara global). Biasanya suhu air permukaan laut di daerah tersebut dingin karena adanya up-welling (arus dari dasar laut menuju permukaan). Menurut bahasa setempat El Nino berarti bayi laki-laki karena munculnya di sekitar hari Natal (akhir Desember). Di Indonesia, angin monsun (muson) yang datang dari Asia dan membawa banyak uap air, sebagian besar juga berbelok menuju daerah tekanan rendah di pantai barat Peru – Ekuador. Akibatnya, angin yang menuju Indonesia hanya membawa sedikit uap air sehingga terjadilah musim kemarau yang panjang.

Gilbart Walker adalah ilmuwan yang pertama kali mengemukaan tentang El Nino dan sekarang dikenal dengan Sirkulasi Walker yaitu sirkulasi angin Timur-Barat di atas Perairan Pasifik Tropis. Sirkulasi ini timbul karena perbedaan temperatur di atas perairan yang luas pada daerah tersebut.

Dampak El Nino terhadap kondisi cuaca Indonesia
Fenomena El Nino menyebabkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia berkurang, tingkat berkurangnya curah hujan ini sangat tergantung dari intensitas El Nino tersebut. Namun karena posisi geografis Indonesia yang dikenal sebagai benua maritim, maka tidak seluruh wilayah Indonesia dipengaruhi oleh fenomena El Nino.


Info Grafis BMG yang di lansir oleh media online KOMPAS 


El Nino pernah menimbulkan kekeringan panjang di Indonesia. Curah hujan berkurang dan keadaan bertambah menjadi lebih buruk dengan meluasnya kebakaran hutan dan asap yang ditimbulkannya.

Berdasarkan data historis cuaca dan iklim Indonesia, setelah El Nino  1997 yang merupakan yang terhebat sepanjang yang tercatat terjadi di negeri ini,  terjadi La Nina hingga 3 tahun berturut-turut dengan intensitas lemah. Sebaliknya bila ditarik kebelakang maka pasca El Nino 1973 timbul La Nina yang kuat. 
LA NINA merupakan kebalikan dari El Nino. La Nina menurut bahasa penduduk lokal berarti bayi perempuan. Peristiwa itu dimulai ketika El Nino mulai melemah, dan air laut yang panas di pantai Peru – ekuador kembali bergerak ke arah barat, air laut di tempat itu suhunya kembali seperti semula (dingin), dan upwelling muncul kembali, atau kondisi cuaca menjadi normal kembali. Dengan kata lain, La Nina adalah kondisi cuaca yang normal kembali setelah terjadinya gejala El Nino. Perjalanan air laut yang panas ke arah barat tersebut akhirnya akan sampai ke wilayah Indonesia. Akibatnya, wilayah Indonesia akan berubah menjadi daerah bertekanan rendah (minimum) dan semua angin di sekitar Pasifik Selatan dan Samudra Hindia akan bergerak menuju Indonesia. Angin tersebut banyak membawa uap air sehingga sering terjadi hujan lebat. Penduduk Indonesia diminta untuk waspada jika terjadi La Nina karena mungkin bisa terjadi banjir.

Ketika La Nina kolam panas (bagian laut yang suhunya tinggi) bergerak masuk ke arah Indonesia bagian timur dan demikian juga anginya berhembus lebih kuat ke arah Indonesia sehingga laut di Indonesia timur meningkat suhunya, hal ini diikuti dengan penguapan yang lebih banyak dan terjadi konveksi kuat yang membentuk awan hujan (kumulus), sehingga daerah Indonesia khususnya bagian timur akan curah hujanya di atas normal.

Sebaliknya ketika El Nino kolam panasnya bergerak menjauhi Indonesia sehingga yang banyak hujan ialah di laut Pasifik, sedangkan daerah Indonesia, khususnya bagian timur curah hujanya berkurang. Indonesia mengalami kekeringan. Proses El Nino dan La Nina ini dapat diperlihatkan ada hubunganya dengan aktivitas matahari dan sinar kosmik.

Fenomena La Nina ditandai dengan menurunnya SPL (suhu permukaan laut) di zona Nino 3.4 (anomali negatif) sehingga sering juga disebut sebagai fase dingin. Karena sifatnya yang dingin ini, kedatangannya juga dapat menimbulkan petaka di berbagai kawasan khatulistiwa, termasuk Indonesia. Curah hujan berlebihan yang menyertai kedatangan La Nina dapat menimbulkan banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah di Indonesia. Jadi, dua “lakon” di panggung Samudera Pasifik ini sama-sama menakutkan. Yang satu menyebar petaka kekeringan, sementara yang lain memberi ancaman banjir.

Apa dampak fenomena cuaca ini untuk kicau mania umumnya dan breeder murai batu pada khususnya ?

Saat ini di mayoritas wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan . Dari 339 Zona Musim (ZOM) 136 atau 40% lebih diantaranya telah memasuki penghujan di November sedangkan 105 ZOM akan menyusul di Desember, terbanyaknya di Jawa. Desember dan Januari, sebagai puncak musim hujan di Indonesia curah hujan diperkirakan dibawah normal.

Untuk para kicau mania, masa pancaroba adalah masa waspada. Sekali lagi WASPADA karena jangankan momongan dan klangengan kita yang dikandang, kita sendiri pun juragannya rentan terhadap penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus. Kuncinya adalah menjaga stamina dengan vitamin, mineral dan gizi yang berkecukupan. Khusus untuk Murai Batu kesayangan maka jangan terlalu sering dibiarkan berada pada ruang terbuka. Full krodong harian lebih aman.

Untuk Breeder, sebenarnya musim hujan adalah masa bulan madu untuk produksi. Karena biasanya kondisi iklim mikro di kandang tangkaran akan menjadi lebih lembab dan suhunya mendekati kondisi habitat alami hutan tropis yang secara naluriah sangat kondusif bagi murai batu untuk berkembang biak. Ayo kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Karena musim hujan kali ini diperkirakan akan terjadi dibawah normal baik dalam segi intensitas hujannya dan jangka waktu musimnya. 



Prakiraan Musim Kemarau di Indonesia 2015 

Friday, 27 February 2015

ERA MURAI BATU RING TELAH TIBA

Organisasi tertua dan terbesar dalam dunia perburungan Indonesia adalah  PBI (Pelestari Burung Indonesia) yang pada hari Sabtu 17 januari 2015 mengadakan Rapimnas berlokasi di Hotel Plaza semarang yang turut di hadiri Ketua Umum PBI Pusat Mr.Bagiya Rahmadi SH, Mr.Yono Plaza (Ketua PBI Pengda Jateng–DIY), Mr.Hartono Sragen (Penasihat PBI), Mr.Teguh Surabaya (Bidang Organisasi PBI Pusat), Aang Mulyana Bandung (Pengda Jawa Barat), Triatmoko Lumajang (Pengda Jawa Timur), Mr.Wahyu Tangerang (Pengda Jabodetabek), Mr.Fajar, Mr.Haryono, dan Mr.Wahyudi (Pengda Bali), Mr.Samuel serta Mr.Samsul Hadi/ Red Devil (Humas PBI Pusat) serta drh Andre dan Mr.Tharom Semarang (Pengda Jateng–DIY).
Hasil dari Rapimnas tersebut antara lain munculnya gagasan–gagasan sebagai berikut :
  1. Mengkampanyekan burung hasil tangkaran dan memakai Ring mampu berprestasi di gelaran lomba burung berkicau, sehingga bisa menumbuhkan rasa bangga serta bisa memiliki burung yang memakai Ring dan hal tersebut bisa menumbuhkan rasa percaya diri pada para penangkar burung.
  2. Pelatihan dan Pendidikan khusus teknik menangkar burung khususnya Murai Batu dan jenis burung lainnya ditiap daerah atau Pengda.
  3. Pendataan para penangkar khususnya burung Murai Batu, serta memperbanyak minat masyarakat akan menangkar burung Murai Batu
  4. Dalam menyelenggarakan lomba, PBI berkomitmen memakai kelas Utama pada burung Murai Batu Ring dan ganjaran hadiah besar dikelas tersebut.
  5. Memperbanyak sosialisasi budaya menangkar kepada para masyarakat, sehingga bisa memunculkan harapan serta semangat para penangkar untuk terus bersaing dalam menciptakan kualitas hasil tangkarannya tidaklah buruk dari hasil tangkapan dihutan.
Hasil Rapimnas PBI 2015 ini langsung menjadi headline yang menghebohkan dunia perburungan terutama di komunitas hobi Murai Batu khusus lomba. Banyak yang shok dan kecewa terutama dikalangan akar rumput kicau mania tapi ada juga yang senang dan bahagia terutama para peternak dan penggiat konservasi alam liar. Kenapa? karena hoby memeilihara burung bisa dibilang sebagai hobi yang paling populer di masyarakat Indonesia yang merata dari kota sampai pelosok desa sehingga punya nilai sosiologis yang signifikan, semakin booming lagi dengan semaraknya lomba burung di hampir semua provinsi di Indonesia. Disisi lain intensifnya arus degradasi wilayah hutan asli yang terkonversi menjadi lahan perkebunan, pertanian, pertambangan, industrial dan pemukiman menjadi sebab rusaknya ekosistem hutan akibat pembalakan dan kebakaran hutan masif yang mengikutinya terutama di Pulau Sumatra yang sebenarnya merupakan surga keanekaragaman hayati beberapa burung asli endemik Indonesia. Nyata terjadi tekanan yang berat pada penurunan kualitas dan kuantitas habitat alaminya, sementara konservasi ex-situ (diluar habitat) yang terjadi pada jenis Murai Batu misalnya terjadi lebih pada dorongan ekonomi karena potensi nilai ekonomis yang memadai untuk dilakukan. Nilai ekonomis inilah juga yang mendorong eksploitasi Murai batu hutan Sumatra & pulau-pulau sekitar Sumatra menjadi lebih tak terkendali lagi dan menciptakan kelangkaan yang bersifat akut.


Mau tidak mau, suka tidak suka semua kalangan penghobi lomba Murai Batu harus siap dan sejalan dengan politik konservasi PBI ini yang juga tampaknya juga sejalan dan sudah menjadi agenda Even Organizer lomba burung utama lain seperti BnR & Ebod yang hanya akan melombakan Murai Batu Ring hasil penangkaran ex-situ pada saatnya. Iklim yang sangat kondusif bagi para penangkar untuk semakin serius dan terprogram dalam meningkatkan kualitas & kuantitas hasil tangkarannya. Minat menangkar juga sudah mulai merasuki kalangan yang luas : dari yang bermodal besar sampai yang pas-pasan ; dari E/O lomba sampai komunitas hobi Murai batu yang punya ring khusus dengan membentuk jaringan penangkar mereka masing-masing ; dari pemain kawakan dengan track record lapangan yang panjang sampai pemula bersemangat tinggi juga sudah mulai ikut menangkarkan Murai Batu. Sepertinya bakalan ramai ini lomba murai batu ring tahun 2017, E/O tidak usah khawatir akan kekurangan peserta.

Apakah dengan banyaknya penangkaran dan munculnya para penangkar baru maka kedepan harga murai batu tangkaran akan terkoreksi menjadi lebih murah? bila yang di lihat dari sisi penawaran/supply saja maka jawabnya adalah benar akan menjadi semakin murah. Tapi dunia hobi adalah sebuah anomali yang konsisten, karena sifat barang yang sudah menjadi kelangenan, maka orang cenderung membeli jika keluarganya, temannya, tetangganya juga telah membeli atau memiliki, dari sana biasanya muncul komunitas yang spesifik yang militan dimana berlaku genre marketing era social media yang sempurna dan komunitas-komunitas khusus  inilah yang kemudian menjadi generator pertumbuhan minat dan penghobi baru yang berarti konsumen baru, sehingga sisi permintaan akan mengimbangi atau bahkan akan melewati kapasitas penawarannya.  
KOMBAT, Komunitas Murai Batu Black Tail adalah salah satu komunitas di media sosial facebook yang mempelopori penangkaran murai batu dikalangan anggotanya.  

Jadi jangan heran nanti kalau makin banyak peternak malah akan makin banyak yang inden Murai Batu, atau buat pedagangnya akan berlaku semakin banyak yang jualan, semakin  antre panjang orang yang membeli. Yang terjadi adalah untuk supply mengikuti deret hitung  sedangkan demand lebih mendekati kepada deret ukur. Saya pribadi yakin percaya bahwa secara umum harga murai batu makin lama akan makin naik besaran nominalnya.

Tidak sependapat? monggo saja sih, nanti kapan-kapan saya sampaikan detail alasan pendukung pendapat saya diatas.
       

Thursday, 25 December 2014

INFERTIL EGGS (TELUR KOPYOR / TIDAK MENETAS)



Beberapa faktor harus diperhatikan dalam mencari penyebab telur yang infertil. Berdasarkan pengalaman kami di Padepokan Bala6 Jakarta dan beberapa referensi yang kami baca maka penyebabnya bisa terjadi dari salah satu faktor dibawah ini atau kombinasi beberapa faktor berikut;
  • Nutrisi:
    • Kurangnya asupan pakan yang mengandung Kalsium, Sodium dan Energy bisa berakibat langsung pada telur  yang tidak terbuahi sempurna. Penambahan kalsium lewat minuman atau makanan akan sangat membantu keseimbangan mineral untuk kesehatn reproduksi. Over supply nutrisi juga bisa mengakibatkan obesitas (kegemukan) yang disinyalir juga bisa menurunkan tingkat ovulasi telur disamping juga sangat berbahaya pada kesehatan murai batu secara umum. Penggunaan extra food yang bervariasi terbukti bisa meningkatkan derajat kesuburan. Penggunaan vitamin dan suplemen tambahan bisa juga dicoba. Awasi juga efek racun pada pakan yang bisa menyebabkan infertilitas.
  • Fisik:
    • Usia berkorelasi pada skill dan pengalaman murai batu di penangkaran. Pasangan muda biasanya perlu waktu untuk belajar dan menyempurnakan tehnik kawinnya dan tata laksana membuat sarang dan kedisiplinan dalam mengeram sampai sukses membuat telurnya menetas. Derajat keberhasilan telur menetas sangat dipengaruhi oleh faktor waktu. Makin awal dierami setelah dikeluarkan makin besar kemungkinan telur menetas. Disisi lain ada usia puncak produktif bagi betina petelur yang pada satu masa akan menurun dan terus menurun sampai akhirnya dia berhenti bertelur.
    • Adakalanya mencukur bulu sekitar kelamin jantan betina akan meningkatkan keberhasilan pembuahan dari murai batu.
    • Kesehatan indukan berkorelasi langsung dengan tingkat fertilitas. Kondisi indukan murai yang kurang fit mengakibatkan pembuahan yang kurang matang dan kematian embrio dalam telur. 
    • Penggunaan antibiotik yang berlebihan juga memungkinkan terjadinya infertilitas. Misalnya antibiotik yang menggunakan Doxycycline, yang umum digunakan untuk anti bakteria, termasuk jenis obat yang berefek pada penurunan kualitas sperma dan memicu tumbuhnya tumor organ reproduksi betina dan jantan..
  • Sosial:
    • Tatanan sosial di kandang dan siklus reproduksi perlu diperhatikan. Saat sudah berjodoh dan siap kawin, jantan akan berkarakter lebih agresif dan betina akan bersikap lebih paranoid terhadap gangguan dari luar kandang. Jika energi yang ada lebih banyak tersita untuk waspada dan mempertahankan teritorial, secara jangka pendek dimungkinkan sebagai penyebab turunnya kualitas dan kuantitas reproduksi pasangan tersebut.
  • Daya Dukung Lingkungan:
    • Temperatur yang ekstrim panas sering disinyalir sebagai penyebab utama telur kopyor/infertil. Ini memang sebab yang umum dan sifatnya sementara saja. Bisa ditempuh beberapa tindakan sebagai berikut. Memindahkan box sarang ketempat yang lebih ideal suhunya siang dan malam. Jangan sampai posisi kotak sarang terkena paparan panas matahari secara langsung. Posisi dan stabilitas tangkringan juga mungkin berpengaruh pada keberhasilan jantan menumpangi punggung betina saat kawin. Perlu juga diperhatikan kelembaban yang ideal karena kelembaban udara ternyata berpengaruh pada mudah tidaknya telur dipecahkan dari dalam oleh piyik pada saat menetas. 
  • Genetika:
    • Inbreeding (perkawinan sedarah) mempunyai efek yang bervariasi. Bisa berdiri sendiri atau kombinasi dari: menurunnya kualitas sperma, hasil tetasan yang dominan anakan betina, karakter/prilaku  individu yang tidak normal dan cacat fisik dan rendahnya daya tahan terhadap perubahan lingkungan dan penyakit.
  • Supranatural:
Percaya tidak percaya terkadang ada faktor non teknis yang menghambat kelancaran produksi. Diperlukan solusi  supranatural untuk sterilisasi lingkungan dari gangguan yang tidak kasat mata yang ternyata bisa sangat mengganggu ketenangan indukan dalam kelancaran produksi dan kadang berpengaruh pada kematian trotolan pasca panen.

Tuesday, 2 December 2014

JEBOL KANDANG PASANGAN PRODUKTIF YANG TIDAK BERPRODUKSI DI TEMPAT BARU


Metode jebol kandang pasangan indukan produktif dari peternak top kerap dilakukan oleh peternak murai batu pemula. Pertimbangannya adalah untuk memperkecil resiko kegagalan dengan menggunakan pasangan indukan yang sudah terbukti bisa berproduksi bagus dan menghasilkan anakan yang juga bagus kualitasnya. Hasil yang diharapkan adalah modal bisa cepat kembali dari penjualan anakan yang indukan jebol kandang tersebut. Metode ini sudah banyak yang menerapkan dan cukup sukses dibeberapa kasus seperti harapan awal. Tapi banyak juga yang harus menunggu cukup lama dan bahkan ada yang gagal sehingga pasangan indukan hasil jebol kandang tersebut harus dibongkar untuk ganti pasangan agar bisa produksi lagi. Atau bahkan harus dijual untuk menutup kerugian disertai rasa kecewa yang dalam.

Mengacu pada pengalaman kami sendiri di Padepokan Bala6 dan penuturan beberapa rekan breeder yang lain, kegagalan produksi dari pasangan murai batu yang tadinya produktif bisa ditelusuri dari berbagai sisi. Ayo kita bahas satu-persatu.

  • Nutrisi:
    • Apakah menu makanan yang diterapkan di kandang baru sama dengan menu makanan di kandang lama? Misalnya tadinya makanan utama adalah jangkrik alam/sliring kemudian berubah menjadi jangkrik kalung/genggong. Atau tadinya menggunakan kroto kemudian diganti menjadi diganti menjadi cacing atau ulat hongkong.  
    • Vitamin dan suplemen yang digunakan apakah sama dengan suplemen yang di gunakan di tempat lama.
    • Apabila ternyata setingan pakan dan vitamin serta suplemen tidak berubah, maka yang patut dicurigai adalah status kesehatan, perubahan kondisi lingkungan kandang dan faktor psikologis
  • Fisik:
    • Perlu diperhatikan kesehatan dari pasangan indukan yang beradaptasi dilingkungan baru. Untuk peternak berpengalaman maka cukup melihat tanda-tanda fissik dan prilaku hariannya akan diketahui murai batu yang sakit atau stress. Pemeriksaan sederhana di dokter hewan mengenai komposisi darah putih pada burung akan menjawab secara meyakinkan apakah murai batu tersebut sakit atau sehat
    • Khusus murai batu betina, terkadang berhenti produksi apabila salah satu ekornya lepas. Dia akan mementingkan asupan gizi yang ada untuk melengkapi ekornya dibanding menghasilkan telur. Untuk murai jantan ekor yang jatuh tidak terlalu berpengaruh pada kemampuannya membuahi.
    • Apabila sampai tahap murai betina sudah bertelur dan mengerami tapi telur tidak menetas. Bisa jadi masalahnya berasal pada murai  jantan yang tidak mengawini betina sementara betina sudah pada siklus produksi telur secara rutin.
  • Lingkungan:
    • Biasanya begitu pindah ke lingkungan baru maka perlu waktu untuk adaptasi. Sering terjadi sampai mabung sekali baru bisa beradaptasi dengan sempurna. Lebih sederhana bila kedua indukan mabung bareng. Yang repot adalah begitu sampai salah satu mabung dan yang lain tidak dan begitu yang satu selesai, pasangannya baru mabung. Lumayan bisa buang waktu 6 sd 8 bulan sendiri sebelum mulai produktif lagi.
    • Kondisi lingkungan biasanya sangat berpengaruh pada mood jantan untuk kawin. Jantan yang tidak nyaman dengan kondisi kandangnya cendrung tidak fokus untuk kawin tapi lebih peduli pada teritorialnya. Akibat yang ekstrim bisa terjadi KDRT terhadap pasangan betinanya.
    • Paparan sinar dan panas matahari, kelembaban udara perlu dicek dan direkam sesuai keinginan si jantan. Beberapa kasus yang kami temui ada jantan yang lebih tenang dengan kandang yang temaram dan ada pula jantan yang lebih produktif dikandang dengan cahaya berlimpah.
    • Kelengkapan fasilitas kandang juga ikut menentukan. Seperti: luas dan tinggi kandang, letak tangkringan, letak glodak sarang dan fasilitas kolam tempat mandi akan mendukung minat jantan untuk bereproduksi karena biasanya si jantanlah yang lebih banyak berperan dalam menentukan kelayakan fasilitas untuk betina dan calon anaknya.
  • Psikologis:
    • Murai batu adalah hewan territorial. Gangguan berupa bunyi dari murai batu lain bisa menjadi masalah buat sifatnya yang fighter. Biasanya ditempat baru selain adaptasi secara fisik dan lingkungan baru murai batu jantan juga harus menghadapai tekanan tatanan sosial baru ditempat yang asing. Termasuk menjaga harga dirinya dihadapan pasangan betinanya.  Murai batu saling mengintimidasi lewat kicauannya dan seperti layaknya di hutan habitat aslinya, dalam satu  area kandang penangkaran ternyata ada hierarki sosial juga dan diantara banyak murai yang ada, kita bisa rasakan siapa penguasa wilayahnya.
    • Apalagi kalau sampai dari kandangnya si jantan bisa melihat murai batu jantan lain. Bisa mengacaukan ritme psikologis si jantan dan berpotensi menjadi masalah besar pada keselamatan si betina. 
Jadi solusinya apa? 
Solusinya adalah kesabaran dalam mengamati karakter, prilaku dan kebiasaan murai batu kita. Ingat dalam berusaha itu tidak ada sesuatu yang instan. Ketelitian diperlukan dalam menemukan akar masalah dan problem solving yang tepat. Setiap makhluk hidup butuh adaptasi untuk lingkungannya yang baru. Yang jelas dengan jebol kandang breeder papan atas setidaknya memang jalan pintas untuk mengangkat pamor breeder pemula, tapi harus di ingat bahwa kita berurusan dengan makhluk hidup jadi tetap harus dilengkapi dengan modal kesabaran dan terus menimba ilmu lagi dan lagi.

Pasangan indukan Ring Digdaya hasil jebol kandang. Perlu waktu selama 6 bulan sampai akhirnya si betina mabung dan diganti pasangan jantan baru kemudian berproduksi 6 bulan kemudian, atau hampir 1 tahun kemudian baru menghasilkan sejak dibelinya.


Monday, 10 November 2014

BUYBACK TREND

Memang sudah masuk masanya, saat ini makin banyak murai batu hasil tangkaran yang menjadi kampiun di ajang lomba kicau lokal bahkan regional sampai nasional. Wajar, karena seiring dengan seretnya supply burung bahan terutama untuk jenis murai batu Sumatera yang makin langka maka Kicau Mania mulai berpaling ke murai batu ring hasil tangkaran. Player/pemain mapan seperti om Yudi Voltus bahkan sudah sejak lama hanya menggunakan mb ring sebagai gaco andalannya. MB Pelor Mas sang juara Piala Raja 2014 besutan team  H.Fitri BKS diketahui sebagai  mb ring juga. Belum lagi kiprah MB Hercules milik om Yadi Suzuki yang ternyata merupakan mb ring ternakan penangkaran beliau sendiri.


Bagai gayung bersambut trend ini tampaknya seiring dengan makin meningkatnya suhu persaingan di arena lomba kicau. Kicau Mania akar rumput dimanjakan dengan banyaknya event organizer yang tumbuh subur dan masing-masingnya rutin menggelar lomba kicau di setiap daerah di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan mulai merambah ke Sulawesi dan Nusa Tenggara. Dulu mungkin kita hanya mengenal E/O yang menggunakan pakem PBI dan Independen saja. Saat ini afiliasi dan organisasi penyelenggara makin beragam; ada BnR, ada EBOD, ada Kicau Mania.org dan beberapa group Facebooker yang memotori kegiatan yang indah ini. Tentunya kesempatan untuk tampil dan eksis sebagai juara juga semakin terbuka lebar. Level persaingan yang muncul juga makin tersegmentasi dan berjenjang. Ada kelas lokalan seperti  Latber rutin & Latpres terjadwal, Even regional, Even Nasional insidental  dan Even Nasional Tahunan. Intinya mau cetak mb jawara  bisa lebih cepat tidak sesusah dimasa lalu. Artinya dunia kicau mania makin marak dan makin banyak orang yang bisa bahagia dari hobbynya. Fakta yang positif ini berkorelasi dengan terus meroketnya demand akan bahan mb kualitas lomba. Saya teringat diskusi saya dengan om Syamsul Saputro pemilik SKL BF. Beliau mengatakan bahwa supply burung bahan ke pasaran tidak boleh hilang karena animo Kicau Mania yang demikian besar menuntut supply yang tak berkesudahan. Sebanyak apapun produksi trotolan dari breeder tidak akan mampu mengejar demand ini karena supply murai batu alami hutan Sumatera makin hari akan makin menipis.

Sejak duhulu breeder mengejar mb jantan jawara lapangan sebagai dasar membangun kualitas trotolan produksinya. Tapi saat ini saya melihat ada beberapa breeder senior yang sudah belasan tahun menangkarkan murai batu mulai lagi masuk ke arena untuk berburu alumni penangkarannya sendiri. Seperti ARCO BF yang mulai mengkoleksi beberapa anakan Raja Rimba, Matador dan Goldenboy. MR.DELTA BF misalnya juga mulai mengumpulkan anakan dari Rusia, Arjuna, Bima dan Songgolangit. Mereka memonitor anakan jantan ring mereka yang sudah malang melintang di arena lomba lokal dan regional untuk dibeli kembali (buyback). Ini dikarenakan indukan awal yang mayoritas merupakan indukan jawara asli hutan sudah mulai menurun produktifitasnya. Regenerasi dan ekspansi indukan sudah menjadi keharusan untuk mengejar indenan dari konsumennya. Pertimbangannya sangat masuk akal, ini karena mereka sudah sangat mengenal silsilah berikut karakter dari masing-masing ternakannya. Hal ini yang akan memudahkan mereka untuk percaya diri melakukan padu padan dengan betina trah simpanan mereka. Silsilah dan trah ini menjadi penting karena ada standar kualitas yang yang harus masuk kedalam kriteria mereka dan ada reputasi breeder yang harus mereka jaga. Disisi lain ada juga breeder senior seperti REJO BF yang menyimpan anakan Lodra, Monalisa, Kenthus, Salju, Andromeda, Poseidon dll untuk di jadikan indukan masa depan. Sementara itu saya amati dari indukan jebol kandang yang dilepas SKL BF, banyak yang sudah merupakan pasangan jantan dan betina hasil penangkaran sendiri 100%. 
Stock Simpanan Pejantan Ring Rejo berumur 6 bulan sampai 2 tahunan

Visi yang jauh kedepan ini juga diikuti oleh beberapa breeder junior dengan mengumpulkan indukan yang di beli sejak trotolan (jantan dan betina) jebolan breeder yang sudah lebih dulu mapan. Menarik sekali karena dikandang penangkaran merekalah terjadi silaturahmi genetika mb jawara antar blok timur, blok tengah dan blok barat lewat padu padan mb ring jantan dan mb ring betina asal breeder yang berbeda. Wajib ditunggu dan diamati kiprah anakannya diarena lomba. Patut juga disyukuri bahwa dengan makin mahalnya mb jawara kelas regional dan kelas nasional beberapa player murni mulai terkena virus breeding. Visinya juga sangat jauh kedepan, mas Khadavi dengan KDV STAR misalnya rela mencemplungkan koleksi mb jawaranya seperti Naruto, Zorro, Mistery, Sakuraba, Superboy , King dan HBD 27 yang rata-rata di take over dengan bandrol alaihim untuk ditangkarkan. Ajibnya tidak cuma satu tapi banyak, dan beberapa keturunannya terpantau sudah mulai jalan dan berprestasi dilapangan. Begitu juga Mr.Harjo yang mempunyai reputasi teruji sebagai pencetak banyak mb berkualitas kaliber nasional tidak segan segan untuk merelakan beberapa gaco andalannya seperti Megatron, Bhayangkara, Singa Edan, Jodi, Al Baqi, Madina, Sangkakala, Jalatunda, Jet Lee, Mahameru, Bromocorah  dan beberapa nama lain untuk dimasukkan kedalam program penangkaran agar bisa menurunkan genetika jawaranya. Tampaknya para player kawakan ini sadar apabila seekor mb jawara sampai mati tanpa keturunan maka yang kehilangan adalah seluruh jagad kicau mania penikmat burung berkualitas, bukan hanya pemiliknya saja. Jadi menurut saya dengan hadirnya orang-orang berfikiran maju ini maka masa depan lomba kicau di Indonesia tetap marak dan akan makin cerah dan makin berwawasan lingkungan. Kami dari DIGDAYA BIRD KEEPING juga sudah mulai mengumpulkan anakan RING DIGDAYA yang sudah moncer dilapangan untuk kemudian di tangkarkan di Padepokan Bala6 Jakarta.

Mr.Harjo dan Team KOMBAT bersama MB Malaikat Subuh

Sunday, 21 September 2014

BROODER

Seperti unggas pada umumnya, Murai Batu  mengalami dua fase  kehidupan, yaitu fase starter dan dilanjutkan ke fase finister. Fase starter adalah fase awal yang dimulai dari burung keluar dari cangkang telurnya sampai bulu tubuhnya sudah tumbuh sempurna. Pada fase ini tersebut kondisi tubuh MB muda (trotol) masih lemah dan organ tubuhnya belum berfungsi secara optimal sehingga trotol memerlukan perhatian yang lebih intensif agar dapat tumbuh secara optimal
Pada penangkaran murai batu, setelah menetas maka trotol disapih oleh induknya sampai usia beberapa hari, yang lamanya sangat tergantung pada metode dan skala bisnis si penangkar. Umumnya 5-7 hari sebelum anakan mulai muar(sudah bisa keluar dari sarang). Untuk itu perlu disiapkan sebuah fasilitas untuk menampung anakan tersebut selama fase starter. Fasilitas itu dalam dunia penangkaran disebut sebagai BROODER.
  
Brooding berasal dari kata brood yang berarti seperti indukan. Jadi masa brooding adalah masa dimana trotol masih butuh indukan atau butuh penghangat buatan  sampai umur tertentu yaitu sampai trotol bisa menyesuaikan sendiri dengan suhu lingkungannya. Masa brooding merupakan  salah satu periode kehidupan trotol dan menjadi pondasi awal bagi kehidupan maupun produktivitas  murai batu pada fase berikutnya. Keberhasilan  pada fase  brooding ini akan diikuti oleh fase  berikutnya sehingga memudahkan penangkar untuk memperoleh keuntungan yang optimal. Sebaliknya, kegagalan pada fase brooding akan menyebabkan kegagalan fase berikutnya sehingga menyebabkan produktivitasnya turun, hal ini karena potensi genetik trotol tidak dapat muncul secara optimal.

BROODER modern yang digunakan oleh REJO BF Sragen Jawa tengah

Tujuan dari brooding adalah untuk menyediakan lingkungan yang nyaman dan sehat secara efisien dan ekonomis bagi trotol dan untuk menunjang pertumbuhan secara optimal.  Pada saat trotol berumur 0 sampai  14 hari, akan terjadi perbanyakan sel atau “hyperplasia”. Perbanyakan sel ini meliputi perkembangan saluran pencernaan, perkembangan saluran pernapasan dan perkembangan sistem kekebalan.

Masa brooding ini akan berpengaruh pula pada pertumbuhan selanjutnya yang berupa petumbuhan hypertropia  yaitu sel-sel  akan memperbesar ukurannya atau terjadi pendewasaan sel. Pada fase brooding dapat juga terjadi gangguan pembelahan sel. Pada pembelahan yang sempurna, satu sel akan membelah menjadi 8 sel, tetapi apabila terjadi gangguan maka dapat juga terjadi 1 sel hanya bisa membelah diri menjadi 6 sel. Akibatnya, pada fase pertumbuhan hypertropi, karena jumlah sel yang lebih sedikit maka akan menghasilkan organ yang lebih kecil pula dengan fungsi yang kurang optimal. Keberhasilan masa brooding ini sangat dipengaruhi oleh suhu, kelembapan dan  kualitas udara dalam kandang.

Brooding yang baik harus  dapat melindungi trotol dari angin, hujan, perubahan suhu yang mendadak dan serangan hewan liar (tikus, ular, kadal, burung). Serangkaian sistem yang mendukung brooding antara lain heater (pemanas), pencahayaan, pengontrolan suhu dan kelembapan udara, pengaturan sirkulasi udara dan tingkat kepadatan brooding. Ukuran brooding tergantung dari jumlah dan umur trotol. Semakin banyak dan umur trotol semakin bertambah, maka brooding harus diperluas. Usahakan udara atau oksigen di dalam brooding jangan terlalu pengap. Artinya jangan lupa memperhatikan kepentingan ventilasi udara bagi trotol.  Brooding pada trotol pada umumnya dipergunakan sampai trotol berumur 25 hari saat sudah mulai makan sendiri. Diatas umur tersebut brooding sudah tidak terlalu dibutuhkan lagi


Keberhasilan masa brooding sangat tergantung dari:

1.  Pemanas (heater)
Heater atau pemanas yang baik harus mampu menghasilkan panas yang cukup, stabil dan terfokus. beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih pemanas yaitu
a.  mudah mengoperasikannya
b.  suhunya selalu stabil
c.  bahan baku mudah tersedia
d.  biaya murah

2.  Jenis Pemanas
Beberapa jenis pemanas yang biasa dipakai di peternakan unggas adalah gasolek (gas infra red), semawar (sumber panas dari minyak tanah), batu bara,  lampu bohlam,  kayu bakar, serbuk gergaji dan sumber panas lainnya.)

3.  Sekat / embatas(Chick Guard Brooder) 
Dibuat dari bahan yang sederhana tapi kuat dan mampu membatasi isi didalamnya dari keadaan yang membahayakan isinya seperti predator atau perubahan fisika lingkungan seperti suhu dan kelembaban yang tidak ideal.. Bisa berwujud kandang  yang dilengkapi pemanas, tempat pakan, tempat minum dan tirai kandang. Chick guard juga berfungsi untuk membantu  agar panas brooding tetap terfokus dan trotolan terbang liar yang kadang berbahaya bagi sayap dan kakinya yang belum tumbuh kuat.  menyebar keseluruh ruang  kandang.

4.  Alas lantai kandang ( litter )
Litter merupakan alas lantai kandang yang berfungsi untuk menampung dan menyerap air dari feses, meminimalkan terjadinya lepuh dada dan kaki serta untuk menjaga kehangatan kandang brooder. Bahan-bahan yang dapat digunakan sebagai litter sebaiknya mempunyai sifat daya serap airnya baik, tidak berdebu, mudah didapat dan murah harganya. Untuk Murai batu, trotolan cukup diletakkan di sarang yang terbuat dari daun cemara kering. Bahan sarang ini perlu di bersihkan dengan disinfektan sebelum digunakan. Sediakan tangkringan kayu ketika trotolan sudah mulai tidak betah di sarang dan mulai muar (terbang) .

5.  Tempat pakan dan tempat minum
Tempat pakan dan tempat air minum bisanya disediakan ketika trotolan sudah mulai diajari makan sendiri. Posisinya di taruh dilantai brooder sedimikian rupa sehingga tidak mudah tumpak ketika trotolan nangkring diatasnya.

6.  Cahaya, suhu dan kelembapan
Untuk dapat tumbuh secara optimal, trotolan perlu mengkonsumsi ransumnya secara maksimal. Oleh sebab itu perlu pencahayaan yang optimal terutama pada masa brooding agar bisa makan setiap waktu. Pada bulan pertama usia 1 hari sd 30 hari trotolan membutuhkan pencahayaan baik siang maupun malam selama 24 jam. Adanya pencahayaan akan menstimulasi trotolan ini untuk selalu merespon dan mengkonsumsi pakan yang diberikan. Cahaya juga dapat merangsang kelenjar tiroid untuk mensekresikan hormon tiroksin yang berfungsi meningkatkan proses metabolisme sehingga dapat memacu pertumbuhannya. 
 
Pada masa brooding maka perlu perhatian ekstra baik suhu maupun kelembapannya. Pengontrolan suhu ini harus dilakukan sesering mungkin, dengan menggunakan thermometer yang diletakkan dalam kandang brooder dengan posisi sensor diketinggian yang sama dengan posisi normal trotolan disarang. Pada fase trotolan sudah bisa terbang kesana kemari penempatan sensor suhu dan kelembaban dapat dilakukan dengan melihat jalur aktivitas dan posisi tangkringan favorit trotolan. Bisa juga dipantau dengan kasat mata  yaitu apakah trotolan akan menyebar rata dalam brooding, mendekati pemanas atau malah menjauhi pemanas. Demikian juga halnya dengan kelembapan, 

kelembapan yang terlalu tinggi dapat memicu pertumbuhan jamur dan  bakteri pengurai asam urat dalam feses menghasilkan gas ammonia lebih banyak. Kelembaban dijaga di kisaran 50%-65%

Suhu Maksimal Brooder adalah 34-35 derajat Celcius untuk MB trotol usia 1-7 hari yang kemudian diturunkan 1-2 derajat saat usia 7-15 hari dikisaran 32-33 derajat Celcius. Selanjutnya saat siap disapih suhu kandang bisa dibuat stabil di  suhu kamar kisaran 30-31 derajat Celcius. Penggunaan lampu opsional di malam hari yang suhunya lebih dingin.  


7.  Sirkulasi udara
Pengaturan ventilasi dilakukan dengan cara pengaturan buka tutup tirai kandang. Namun demikian pengaturan ini harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan terutama suhu dan kelembaban sekitar kandang. Sirkulasi udara yang baik akan mengurangi  bau ammonia, debu ataupun asap pemanas. Brooder yang ditutup tanpa adanya ventilasi dapat menghambat suplai oksigen dan meningkatkan konsentrasi gas beracun yaitu CO2 dan amoniak dalam kandang brooder.

8. Kepadatan kandang
Kandang brooder yang terlalu padat akan menurunkan ketersediaan O2, meningkatkan amoniak, mempengaruhi aktivitas trotolan dan meningkatkan persaingan antar individu didalamnya dalam mendapatkan oksigen dan makanan serta terkadang menstimulasi kanibalisme. Pada trotolan sering terlihat mereka saling mematuk bulu sayap dan ekor kawannya. Pengaturan kepadatan kandang brooder adalah dengan cara mengganti kandang brooder dengan ukuran yang lebih besar disesuaikan dengan jumlah trotolan yang ada. Trotolan dipisahkan kekandang sendiri ketika berusia 1 bulan.