Sunday, 21 September 2014

BROODER

Seperti unggas pada umumnya, Murai Batu  mengalami dua fase  kehidupan, yaitu fase starter dan dilanjutkan ke fase finister. Fase starter adalah fase awal yang dimulai dari burung keluar dari cangkang telurnya sampai bulu tubuhnya sudah tumbuh sempurna. Pada fase ini tersebut kondisi tubuh MB muda (trotol) masih lemah dan organ tubuhnya belum berfungsi secara optimal sehingga trotol memerlukan perhatian yang lebih intensif agar dapat tumbuh secara optimal
Pada penangkaran murai batu, setelah menetas maka trotol disapih oleh induknya sampai usia beberapa hari, yang lamanya sangat tergantung pada metode dan skala bisnis si penangkar. Umumnya 5-7 hari sebelum anakan mulai muar(sudah bisa keluar dari sarang). Untuk itu perlu disiapkan sebuah fasilitas untuk menampung anakan tersebut selama fase starter. Fasilitas itu dalam dunia penangkaran disebut sebagai BROODER.
  
Brooding berasal dari kata brood yang berarti seperti indukan. Jadi masa brooding adalah masa dimana trotol masih butuh indukan atau butuh penghangat buatan  sampai umur tertentu yaitu sampai trotol bisa menyesuaikan sendiri dengan suhu lingkungannya. Masa brooding merupakan  salah satu periode kehidupan trotol dan menjadi pondasi awal bagi kehidupan maupun produktivitas  murai batu pada fase berikutnya. Keberhasilan  pada fase  brooding ini akan diikuti oleh fase  berikutnya sehingga memudahkan penangkar untuk memperoleh keuntungan yang optimal. Sebaliknya, kegagalan pada fase brooding akan menyebabkan kegagalan fase berikutnya sehingga menyebabkan produktivitasnya turun, hal ini karena potensi genetik trotol tidak dapat muncul secara optimal.

BROODER modern yang digunakan oleh REJO BF Sragen Jawa tengah

Tujuan dari brooding adalah untuk menyediakan lingkungan yang nyaman dan sehat secara efisien dan ekonomis bagi trotol dan untuk menunjang pertumbuhan secara optimal.  Pada saat trotol berumur 0 sampai  14 hari, akan terjadi perbanyakan sel atau “hyperplasia”. Perbanyakan sel ini meliputi perkembangan saluran pencernaan, perkembangan saluran pernapasan dan perkembangan sistem kekebalan.

Masa brooding ini akan berpengaruh pula pada pertumbuhan selanjutnya yang berupa petumbuhan hypertropia  yaitu sel-sel  akan memperbesar ukurannya atau terjadi pendewasaan sel. Pada fase brooding dapat juga terjadi gangguan pembelahan sel. Pada pembelahan yang sempurna, satu sel akan membelah menjadi 8 sel, tetapi apabila terjadi gangguan maka dapat juga terjadi 1 sel hanya bisa membelah diri menjadi 6 sel. Akibatnya, pada fase pertumbuhan hypertropi, karena jumlah sel yang lebih sedikit maka akan menghasilkan organ yang lebih kecil pula dengan fungsi yang kurang optimal. Keberhasilan masa brooding ini sangat dipengaruhi oleh suhu, kelembapan dan  kualitas udara dalam kandang.

Brooding yang baik harus  dapat melindungi trotol dari angin, hujan, perubahan suhu yang mendadak dan serangan hewan liar (tikus, ular, kadal, burung). Serangkaian sistem yang mendukung brooding antara lain heater (pemanas), pencahayaan, pengontrolan suhu dan kelembapan udara, pengaturan sirkulasi udara dan tingkat kepadatan brooding. Ukuran brooding tergantung dari jumlah dan umur trotol. Semakin banyak dan umur trotol semakin bertambah, maka brooding harus diperluas. Usahakan udara atau oksigen di dalam brooding jangan terlalu pengap. Artinya jangan lupa memperhatikan kepentingan ventilasi udara bagi trotol.  Brooding pada trotol pada umumnya dipergunakan sampai trotol berumur 25 hari saat sudah mulai makan sendiri. Diatas umur tersebut brooding sudah tidak terlalu dibutuhkan lagi


Keberhasilan masa brooding sangat tergantung dari:

1.  Pemanas (heater)
Heater atau pemanas yang baik harus mampu menghasilkan panas yang cukup, stabil dan terfokus. beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih pemanas yaitu
a.  mudah mengoperasikannya
b.  suhunya selalu stabil
c.  bahan baku mudah tersedia
d.  biaya murah

2.  Jenis Pemanas
Beberapa jenis pemanas yang biasa dipakai di peternakan unggas adalah gasolek (gas infra red), semawar (sumber panas dari minyak tanah), batu bara,  lampu bohlam,  kayu bakar, serbuk gergaji dan sumber panas lainnya.)

3.  Sekat / embatas(Chick Guard Brooder) 
Dibuat dari bahan yang sederhana tapi kuat dan mampu membatasi isi didalamnya dari keadaan yang membahayakan isinya seperti predator atau perubahan fisika lingkungan seperti suhu dan kelembaban yang tidak ideal.. Bisa berwujud kandang  yang dilengkapi pemanas, tempat pakan, tempat minum dan tirai kandang. Chick guard juga berfungsi untuk membantu  agar panas brooding tetap terfokus dan trotolan terbang liar yang kadang berbahaya bagi sayap dan kakinya yang belum tumbuh kuat.  menyebar keseluruh ruang  kandang.

4.  Alas lantai kandang ( litter )
Litter merupakan alas lantai kandang yang berfungsi untuk menampung dan menyerap air dari feses, meminimalkan terjadinya lepuh dada dan kaki serta untuk menjaga kehangatan kandang brooder. Bahan-bahan yang dapat digunakan sebagai litter sebaiknya mempunyai sifat daya serap airnya baik, tidak berdebu, mudah didapat dan murah harganya. Untuk Murai batu, trotolan cukup diletakkan di sarang yang terbuat dari daun cemara kering. Bahan sarang ini perlu di bersihkan dengan disinfektan sebelum digunakan. Sediakan tangkringan kayu ketika trotolan sudah mulai tidak betah di sarang dan mulai muar (terbang) .

5.  Tempat pakan dan tempat minum
Tempat pakan dan tempat air minum bisanya disediakan ketika trotolan sudah mulai diajari makan sendiri. Posisinya di taruh dilantai brooder sedimikian rupa sehingga tidak mudah tumpak ketika trotolan nangkring diatasnya.

6.  Cahaya, suhu dan kelembapan
Untuk dapat tumbuh secara optimal, trotolan perlu mengkonsumsi ransumnya secara maksimal. Oleh sebab itu perlu pencahayaan yang optimal terutama pada masa brooding agar bisa makan setiap waktu. Pada bulan pertama usia 1 hari sd 30 hari trotolan membutuhkan pencahayaan baik siang maupun malam selama 24 jam. Adanya pencahayaan akan menstimulasi trotolan ini untuk selalu merespon dan mengkonsumsi pakan yang diberikan. Cahaya juga dapat merangsang kelenjar tiroid untuk mensekresikan hormon tiroksin yang berfungsi meningkatkan proses metabolisme sehingga dapat memacu pertumbuhannya. 
 
Pada masa brooding maka perlu perhatian ekstra baik suhu maupun kelembapannya. Pengontrolan suhu ini harus dilakukan sesering mungkin, dengan menggunakan thermometer yang diletakkan dalam kandang brooder dengan posisi sensor diketinggian yang sama dengan posisi normal trotolan disarang. Pada fase trotolan sudah bisa terbang kesana kemari penempatan sensor suhu dan kelembaban dapat dilakukan dengan melihat jalur aktivitas dan posisi tangkringan favorit trotolan. Bisa juga dipantau dengan kasat mata  yaitu apakah trotolan akan menyebar rata dalam brooding, mendekati pemanas atau malah menjauhi pemanas. Demikian juga halnya dengan kelembapan, 

kelembapan yang terlalu tinggi dapat memicu pertumbuhan jamur dan  bakteri pengurai asam urat dalam feses menghasilkan gas ammonia lebih banyak. Kelembaban dijaga di kisaran 50%-65%

Suhu Maksimal Brooder adalah 34-35 derajat Celcius untuk MB trotol usia 1-7 hari yang kemudian diturunkan 1-2 derajat saat usia 7-15 hari dikisaran 32-33 derajat Celcius. Selanjutnya saat siap disapih suhu kandang bisa dibuat stabil di  suhu kamar kisaran 30-31 derajat Celcius. Penggunaan lampu opsional di malam hari yang suhunya lebih dingin.  


7.  Sirkulasi udara
Pengaturan ventilasi dilakukan dengan cara pengaturan buka tutup tirai kandang. Namun demikian pengaturan ini harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan terutama suhu dan kelembaban sekitar kandang. Sirkulasi udara yang baik akan mengurangi  bau ammonia, debu ataupun asap pemanas. Brooder yang ditutup tanpa adanya ventilasi dapat menghambat suplai oksigen dan meningkatkan konsentrasi gas beracun yaitu CO2 dan amoniak dalam kandang brooder.

8. Kepadatan kandang
Kandang brooder yang terlalu padat akan menurunkan ketersediaan O2, meningkatkan amoniak, mempengaruhi aktivitas trotolan dan meningkatkan persaingan antar individu didalamnya dalam mendapatkan oksigen dan makanan serta terkadang menstimulasi kanibalisme. Pada trotolan sering terlihat mereka saling mematuk bulu sayap dan ekor kawannya. Pengaturan kepadatan kandang brooder adalah dengan cara mengganti kandang brooder dengan ukuran yang lebih besar disesuaikan dengan jumlah trotolan yang ada. Trotolan dipisahkan kekandang sendiri ketika berusia 1 bulan.

Thursday, 19 June 2014

THE GALACTIC ANGELS


Sejatinya tujuan utama dari pasangan indukan di Padepokan Bala6 Ring Digdaya adalah untuk mendapatkan formula yang cesplenk dalam meramu kelebihan dan keistimewan masing-masing individu indukan.


Pertaruhan utama kami adalah Indukan Kelas Galacticos. Sebagai Basic Blood kami menggunakan indukan betina yang sangat terpilih. Kriteria Galactic Angels adalah seperti ini :
1. Hasil ternakan breeder yang sudah mapan dan sangat berpengalaman didunia lomba dan dunia penangkaran.
2. Berasal dari Trah Jawara yang sangat jelas nasab keturunannya. Setidaknya F3 (level 3)
3. Sudah terbukti dari garis keturunan trah tersebut menghasilkan anakan kualitas lomba.
4. Berasal dari indukan jantan jawara yang terpantau karakter suaranya, level volumenya dan gaya mainnya.
5. Sebisa mungkin indukan Jantannya jelas asal usul habitatnya apabila berasal dari indukan muda hutan (MH).

Dengan kriteria diatas, padu padan indukan Ring Digdaya akan lebih mudah dan terarah. Setidaknya bisa memprediksi 50% kualitas akhir dari anakan indukan Galacticos. Sisanya adalah semata nasib dan keberuntungan masing-masing individu anakan tersebut. Karena ibarat arsitek, breeder hanya mencoba untuk meramu kelebihan dari pasangan indukan yang di eksplorasi lewat jalur penurunan genetika indukan. Bagaimana kemudian eksistensi si Trotol MB bisa terangkat dan di exploitasi secara maksimal sangat ditentukan oleh keahlian dan komitmen perawatnya yang membangun dan memoles bakatnya.



Anakan betina dari pasangan Galacticos otomatis akan masuk dalam kriteria Galactic Angel pula. Justru Galactic Angel Ring Digdaya inilah harta karun Digdaya Bird Keeping yang sesungguhnya. Strategi utama kami adalah meletakkan pondasi yang kuat dan dalam pada genetika trah jawara. Karena itulah Brand identity  MB Ring Digdaya akan sepenuhnya bergantung pada mereka.

Beberapa betina anakan dari kelas Galacticos menunjukkan bakat yang cukup konsisten dengan kualitas unggulan yang ada pada ayah, kakek dan/atau kakek buyutnya. Sangat layak untuk diharapkan menjadi jaminan kepuasan para kicau mania pemilik MB ring Digdaya. Semoga lancar kedepannya sesuai harapan perencanaan awal.
 Galactic Angel Trah Balrocks

Thursday, 8 May 2014

METODE PENANGKARAN : INBREEDING



Inbreeding. Digdaya Bird Keeping sedang mencoba untuk mengkaji penerapan inbreeding di Padepokan Bala6. Selama ini kami sebagai penangkar murai batu sering ragu untuk mengambil sikap dalam soal Inbreeding. Keraguan itu bermula pada bagaimana untung dan rugi dari inbreeding itu sendiri ?  Sampai mana batasan boleh dan tidaknya? Bagaimana cara yang benar melakukannya? Sebelum menjawabnya kita harus mengerti dulu apakah itu inbreeding.


Dari beberapa referensi yang kami baca Inbreeding adalah sistem perjodohan dimana indukan diambil dari individu yang sedarah seketurunan atau perkawinan antar anggota kluarga. Tujuan Inbreeding adalah untuk memaksimalkan kelebihan satu atau beberapa karakter unggul dari suatu keluarga. Metode ini sudah di gunakan oleh banyak peternak burung unggulan dan burung juara di dunia breeding untuk meningkatkan kualitas burung hasil tangkaran mereka. Yang terjadi dalam inbreeding adalah ketika 2 burung sedarah ditangkarkan, genetika unggulan akan makin kuat (makin murni). Dilain sisi ada konsekwensi dari Inbreeding yaitu genetika kelemahannya juga akan makin kuat pula. Kelemahan yang yang dimaksud adalah: 
1. Menurunnya immunitas 
2. Menurunnya fertilitas 
3. Menurunnya daya adaptasi terhadap pengaruh cuaca.  
4. Postur tubuh yang cendrung mengecil 
5. Tingkat harapan hidup yang rendah 
6. Harapan usia yang memendek
7. Penyimpangan pada kondisi fisiologis (kondisi fisikal).


Dengan resiko degradasi pada beberapa kualitas alami diatas, sebelum berkomitmen untuk menempuh jalan ini, maka seorang breeder harus punya visi yang jelas mengenai apa yang menjadi tujuan dari Inbreeding. Beberapa cita-cita yang sempat saya rekam dalam inbreeding murai batu diantaranya yaitu: “ Menghasilkan murai batu unggulan dalam hal ekor yang makin panjang dari indukan masternya dengan peningkatan kualitas pada volume suara“ atau “Mengasilkan muraibatu unggulan dengan karakter fighter nagen disatu titik dengan gaya main sujud/dlosor/hormat juri yang konsisten” dsb.  

Untuk mencapai cita-cita murai batu ideal sesuai tujuan inbreeding yang sudah ditetapkan diawal tersebut, seorang breeder harus sudah tahu dengan mendalam mengenai karakteristik burung ideal idamannya. Beberapa karakter penting tersebut adalah: postur dan ukuran tubuh (katurangga), warna, gaya dan suara (untuk burung kicau.) Breeder juga harus punya mata yang tajam bukan hanya untuk menilai katurangga saja tapi juga dalam mengenali potensi individu burung untuk ditangkarkan begitu dia melihat burung tersebut. 

Jadi syarat utama yang sangat mendasar  untuk melakukan Inbreeding adalah breeder harus punya Indukan awal yang memenuhi syarat secara kualitas (SUPERIOR) dalam genetikanya. Dan juga menunjang secara kuantitasnya, agar bisa didapat pola inbreeding yang memenuhi syarat variasi genetiknya. Breeder juga harus memahami bahwa Inbreeding bukanlah berhenti pada tujuan menghasilkan individu burung yang sama dengan indukan master tapi untuk meningkatkan kelebihan karakteristik indukan master tersebut pada burung keturunannya.

Perlu dipahami juga, bahwa dalam proses menciptakan trah galur murni murai batu unggulan lewat jalur inbreeding akan memakan waktu yang cukup lama untuk melihat hasil akhirnya.


Step by Step Inbreeding sbb:
Step 1. Out Breeding Poligami : Jantan Master x Betina 1, Betina 2, Betina 3 dst
Begitu Breeder memasangkan pejantan dengan 1 atau beberapa betina (sebaiknya poligami), dia harus mencatat, mengamati perkembangan atas genetika unggulan yang menjadi incarannya sampai individu yang dihasilkan tersebut dirasa cukup matang/dewasa untuk dievaluasi dan diseleksi atas yang terunggul dan menyisihkan yang kurang maksimal.
Step 2. In Breeding :Antar Saudara Tiri : F1 dari Betina 1 x F1 dari Betina 2 / Betina 3 dst
Individu hasil dari pasangan-pasangan di step 2 ini juga perlu di seleksi saat dewasa
Step 3. Line Breeding Kakek/Nenek dengan Cucu : F2 dari step 2 x Jantan Master / Betina Master
Biasanya individu hasil step 3 ini akan menghasilkan individu yang karakteristik unggulan yang melebihi Indukan Master.

Setelah didapat kestabilan pada karakter unggulan yang menjadi tujuan awal inbreeding pada kombinasi beberapa pasangan di level F3 ini, akan lebih mudah untuk menjaga kualitas unggul dari trah kluarga ini. Bisa dicoba beberapa variasi pasangan lain seperti : Paman x Keponakan, antar saudara sepupu dan sebagainya. Ingatlah selalu untuk mencatat dan menghimpun informasi secara detail dan terstruktur agar tidak terjadi kebingungan yang menyesatkan dikemudian hari. 


Setelah beberapa generasi ada masanya untuk meyilangkan anggota keluarga ini dengan dengan individu dari luar atau disebut sebagai cross breeding. Kenapa? Karena individu generasi terakhir pada kluarga inbreeding, selain genetika unggul yang makin murni dan menguat, maka genetika kelemahannya juga makin tebal. Sehingga perlu disuntikkan genetika dari keluarga lain sebagai pengisi/penutup lubang kelemahan yang tercipta dari metode Inbreeding.


Jangan memasangkan jantan dan betina yang menetas dari satu tarangan sarang (saudara kandung).


Pasangan saudara kandung ini memiliki kesamaan genetika yang terlalu dekat. Bisa memperkuat secara langsung genetika kelemahan indukan asal. Sering terjadi penyimpangan bentuk tubuh yang radikal. Untuk itu poligami indukan master sangat dianjurkan dalam inbreeding. Pola Inbreeding saudara kandung Ini sering diterapkan pada breeding ayam serama.

Hasil akhir yang sebenarnya sangat diharapkan oleh semua breeder adalah apabila pada satu titik level breeding tertentu didapatkan individu-individu “Copy Machine”. Artinya didapatkan individu yang apabila dipasangkan dengan jantan/betina asal mana saja akan menghasilkan  keturunan dengan sifat unggul yang stabil dan persis mendekati indukannya. Indukan “nyetak” seperti ini disebut sebagai indukan Pre-Potency. Bagi seorang Breeder, Pre-Potency inilah karakteristik terpenting yang harus dipunyai dari seekor burung. Sayangnya individu seperti ini sangat langka di dunia breeding burung. 


Bagaimanapun, Inbreeding adalah salah satu metode penting dalam metode pemuliaan genetik burung.  Pilihan untuk menggunakannya tergantung pada ambisi dan tujuan penangkaran seorang breeder dan pertimbangan atas resiko yang sudah diprediksi sebelumnya. DBK PB6 sedang mempertimbangkan metode ini untuk diterapkan pada breeding MB ekor panjang.

Untuk metode Inbreeding DBK PB6 saat ini baru berada pada tahap awal di Step 1 dengan program poligami untuk jantan Young Gun (25 cm) dan Jantan Gurkha (25 cm) dengan beberapa betina trah ekor panjang.

Pasangan i. YG x  F2 SSko ii. YG x TN237  iii. YG x Karbalas
Saat ini sudah dihasilkan 2 betina F1i 

Young Gun (25cm) adalah F1 dari MB master bernama X-Urang (26.5cm) saat ini sedang berada dalam jalur poligami inbreeding dengan 2 betina anakan dari MB bernama Tanpa Nama yang juga F1 dari MB X-Urang.
Jadi pola inbreeding yang digunakan adalah F1 x F2 : Paman vs Keponakan.
Line Breeding antara Young Gun dengan Digdaya YG 01 anaknya

Artikel diatas disadur dan diterjemahkan secara bebas dengan intepretasi sendiri dari artikel berjudul :
Inbreeding - To Do or Not To Do? By Willie Wilsson C. Nepomuceno
http://www.thehouseofpetsvetclinic.com/inbreedinginbirds.htm

Monday, 31 March 2014

MURAI BATU BENGKULU


Murai Batu Bengkulu saat ini mulai mendapat perhatian yang besar dari Kicau Mania di Sumatera dan Jawa. Seiring dengan menipisnya pasokan MB dari Lampung dan Sumatera Selatan maka MB Bengkulu menjadi semakin diburu dan menjadi andalan pelomba yang fanatik dengan MB asli tangkapan hutan.



Provinsi Bengkulu sendiri sebagian besarnya berada dalam topografi pegunungan bukit barisan dan sebagiannya lagi wilayah pesisir yang langsung menghadap ke arah Samudra Indonesia dengan garis pantai 525 km yang panjang membentang dari Utara ke Selatan.Di sebelah utara berbatasan dengan Sumatera Barat, di sebelah timur dengan Jambi dan Sumatera Selatan, sedangkan di sebelah selatan dengan Lampung. Terdapat 10 pulau dilepas pantai Bengkulu dengan yang terbesar dan berpenghuni adalah pulau Enggano. Kabarnya gugusan pulau tersebut dihuni oleh MB ekor hitam sebagaimana Kepulauan Nias dan Kepulauan Pagai

Dengan iklim tropis basah dimana tidak terjadi bnyak perbedaan antara musim hujan dengan musim kemarau, maka suhu dan kelembaban di Bengkulu relatif stabil dikisaran 23-31 derajat Celcius.dan kelembaban 70-90%

MB Bengkulu prestasi tingkat regional bernama LASER, Indukan dari ARCO BF Serang, Banten

Habitat MB Bengkulu sendiri bisa dibagi atas habitat MB Bengkulu Utara dan habitat MB Bengkulu Selatan. Dibagian Utara terdapat habitat Muko-muko, Kerinci Seblat, Ipuh, Gunung Selan dan Napal Putih, MB Bengkulu Utara biasanya berpostur sedang-besar dengan ekor cendrung panjang. Sedangkan MB asal habitat Rejang Lebong di daerah hutan lindung Gunung Lebong berciri postur tubuh sedang pendek  cendrung bogel dengan ekor yang lumayan panjang. Di Bengkulu Selatan terdapat habitat MB Pagar Banyu, Pino, Ulu Talo, Kaur dengan postur tubuh sedang dan panjang ekor medium.



Sanggong, MB Bengkulu prestasi yang merupakan tangkapan hutan bengkulu selatan yang batasan dengan kabupaten Liwa - Lampung. Saat ini masih aktif di arena lomba sekitaran Jabodetabek

Kicau mania Bengkulu sendiri banyak yang mengidolakan MB Bengkulu Utara utamanya dari Lebong. Sementara MB Bengkulu Selatan dikenal berkarakter agresif dan kalau sudah ketemu setingannya akan sangat susah dibendung kehebatannya. Mungkin karena habitatnya berada di pesisir dan dataran rendah yang persaingan mencari makannya lebih keras. Di Pulau Jawa beberapa MB Jawara asal Bengkulu misalnya (New)Casper milik om Yogi Proyogi yang kabarnya asal Bengkulu Selatan dan Goby milik om Yadi Suzuki Cirebon yang kemungkinan adalah MB Bengkulu Utara.

Menurut penuturan om Ferry (Binter BF) yang mendedikasikan dirinya pada penangkaran MB Bengkulu, di Bengkulu sendiri, yang sudah melengenda adalah MB si Bagong dari Rejang Lebong dan Bandit dari Selatan. Sedangkan Black Monster atau New Ninja juga berasal dari habitat Bengkulu Utara.



Saat ini di Padepokan Balak sudah ada materi indukan dengan genetika MB Bengkulu. Indukan betina ring ARCO anakan dari si LASER dan Indukan jantan adalah jawara lawas MB Bengkulu perkiraan asal habitat Lebong yang sudah lumayan senior perkiraan berusia diatas 5 tahun bernama BHAYANGKARA. Anakan dari pasangan ini nantinya akan menyandang ring DIGDAYA BAY. Saat ini si Bhayangkara kadang masih bisa ngamen di lapangan lomba. Lumayan masih bisa kejar recehan buat tambah anggaran pakan. 



Thursday, 30 January 2014

GOOGLE TREND BURUNG KICAU INDONESIA AWAL 2014

Dari beberapa jenis yang sering dilombakan, burung apa yang paling banyak dibicarakan di dunia maya?

Ternyata jawabannya KENARI

Yang mengejutkan KACER mengalahkan MURAI BATU dan LOVE BIRD sebagai jenis burung yang populer di dunia maya.

Khusus MURAI BATU, jenis MB mana yang paling banyak dibicarakan di dunia maya?
Seperti sudah diduga sebelumnya : MB MEDAN di ikuti oleh MB LAMPUNG
MB NIAS dan MB BORNEO masih seimbang posisinya

Yang jelas dari ke 2 grafik diatas terlihat bahwa sejak awal tahun 2013 kiprah kicau mania dunia maya begitu semarak dan terlihat peningkatan yang begitu drastis dan fantastis . Kenapa?
Terima kasih kepada E/O yang makin banyak, Komunitas perburungan dunia maya yang makin semarak, gadget dan teknologinya yang makin menanjak, dan kapasitas akses dan badwidth yang makin melonjak.

Bagaimana trend 2014?
Menarik untuk disimak dan dikuti kebangkitan hobi burung dan kiprah kicau mania Indonesia

Saturday, 18 January 2014

METODE PENANGKARAN : POLIGAMI

Definisi poligami pada burung adalah prilaku perkawinan seekor burung dengan beberapa burung ekor lain jenis kelamin dalam satu musim perkembangbiakan (breeding season). Poligami dalam dunia burung terjadi dalam dua bentuk: Polygyny – satu jantan dengan beberapa pasangan betina dan Polyandry – satu betina dengan beberapa pasangan jantan. Poligyny inilah yang sering terjadi sehingga polygyny kemudian menjadi identik dengan terminologi Polygamy pada dunia breeding burung.

Sebenarnya dialam liar prilaku poligami sudah sangat umum terjadi didunia burung  dengan derajat prilaku yang bervariasi. Dari yang ekstrim dimana 1 jantan mempunyai 5 betina atau lebih sampai yang moderat yang terjadi bilamana perlu saja. Poligami terjadi secara alami, mengingat kondisi topografi dan kondisi habitat setempat dan waktu berkembang biak yang sempit. Ini terkait terkait dengan cuaca dan ketersediaan pakan yang ada, sehingga poligami menjadi keharusan untuk dilakukan dengan tujuan meningkatkan derajat keberhasilan hidup generasi selanjutnya. Dari hasil penelitian yang lebih spesifik lagi, fenomena poligami pada burung ternyata lebih terkait dengan wilayah kekuasaan burung jantan. Murai batu dikenal dengan karakter khususnya dalam penguasaan teritorial. Dan didalam dunia murai batu ternyata ada strata sosial. Dimana dalam suatu wilayah hutan ada satu ekor murai jantan dominan yang berstatus sebagai raja dan beberapa murai batu jantan dengan hierarki dibawahnya ibarat panglima dan mentrinya serta murai batu dengan strata sosial rakyat biasa. Dalam hal pemilihan pasangan murai betina akan cendrung memilih murai batu jantan dengan wilayah terluas dan terkaya sumber pakan alaminya, walaupun jantan tersebut sudah memiliki pasangan. Seperti sudah kita pahami bersama, bahwa perawatan piyik biasanya dilakukan oleh indukan betina, sehingga calon ibu secara naluriah akan melakukan audit potensi ketersediaan pakan dari suatu wilayah dan kawin dengan jantan penguasa wilayah tersebut. Pada Murai batu, pelaku poligami biasanya adalah murai batu “bicok” atau sang penguasa wilayah terbesar dan tersubur dari suatu habitat hutan. Biasanya si bicok ini mempunyai satu betina utama sebagai permaisuri dengan satu atau beberapa betina lain sebagai selir tersebar di wilayah kekuasaannya.Untuk masa sekarang dimana kondisi habitat asli murai batu di wilayah hutan alam sekunder semakin menyempit karena alih fungsi lahan, fenomena poligami ini menjadi makin banyak ditemukan dialam. Dan mungkin akan mencapai tingkat yang paling ekstrim pada sex ratio (jantan : betina) nya. Ini juga karena penangkapan murai batu jantan yang makin intensif. 
Grafik Polygyny Threshold Model (PTM) diatas memperlihatkan korelasi antara derajat kualitas hidup murai batu betina dengan kualitas teritorial murai batu jantan dan kaitannya dengan pilihan betina untuk bersedia di poligami atau tidak.
A vs B - Pada kondisi teritorial yang sama kualitasnya.  Murai batu betina akan memilih monogami  dengan jantan A yang single dibandingkan di poligami oleh jantan B yang sudah mempunyai pasangan.
A vs C - Pada kondisi teritorial yang berbeda tipis kualitasnya.  Murai batu betina bisa mempunyai pilihan antara memilih monogami  dengan jantan A yang single atau di poligami oleh jantan C yang sudah mempunyai pasangan. 
A vs D - Pada kondisi teritorial yang berbeda jauh kualitasnya.  Murai batu betina akan memilih di poligami oleh jantan D yang sudah mempunyai pasangan tapi dengan kualitas teritorial yang lebih kondusif daripada monogami  dengan jantan A yang single tapi dengan kualitas teritorial yang jauh lebih rendah. 

Di dunia breeding MB, Sebenarnya banyak manfaat yang bisa diperoleh bagi penangkaran murai batu dengan sistem Poligami ini. Yang pasti manfaat utama adalah dari sisi modal indukan yang lebih ekonomis karena bisa berhemat uang untuk investasi indukan jantan yang harganya relatif lebih bahal dibanding indukan betina. Ada 3 metode poligami  yang biasa digunakan :
1. Metode kawin - cabut, dimana jantan digilir pindahkan dari satu kandang betina ke kandang betina yang lain. Caranya adalah dengan menangkap jantan begitu betina 1 mulai mengeram untuk dipindahkan ke kandang betina 2. Atau sudah dibuatkan pintu khusus antar kandang agar jantan dapat berpindah kandang dengan sendirinya begitu pintu tersebut dibuka.
Di Padepokan Bala6 poligami Kawin-Cabut diterapkan untuk indukan Jantan Ekor Panjang Young Gun dan Gurkha dengan beberapa betina trah ekor panjang

2. Metode harem, dimana dalam satu kandang ditempatkan 1 jantan dengan 2 atau lebih betina. Syarat utama dari metode ini adalah betina satu dengan lainnya sudah jinak dan akrab satu sama lainnya. Ukuran kandang juga harus lebih luas dan kotak sarang yang ada harus diberikan melebihi jumlah betina yang ada sehingga betina bisa punya pilihan lebih dari 1 sarang tidak akan berebut sarang satu dengan lainnya.
Poligami metode harem 2 in 1 pernah dilakukan di Padepokan Bala6

 2. Metode Casanova, dimana dalam apabila dalam metode harem semua betina dalam satu ruangan harem mengeram dalam satu waktu , jantan bisa dicabut untuk dijodohkan di ruangan harem yang lain. Harus tetap bekerja tidak boleh dibiarkan menganggur barang sesaat. Super sekali dalam melakukan efisiensi

Adakah efek dari breeding dengan metode poligami ?


Dari penelitian terakhir pada dunia hewan, pada sistem poligami tingkat harapan hidup pada anakan jantan lebih rendah dari pada anakan betina. Sementara pada sistem monogami tingkat harapan hidupnya sama besarnya.

Grafik sebaran derajat harapan hidup pada burung dan mamalia dengan sistem kawin monogami vs poligami
Dari info beberapa breeder yang sudah menempuh metode poligami dengan intensif, biasanya murai jantan yang melakukan praktek poligami akan lebih cepat siklus mabung kembalinya. Yang normalnya ganti bulu setiap 12 bulan misalnya bisa menjadi siklus 6 - 10  bulan sekali. Tapi yang dialami oleh om Didiks RRBF pada sistem poligami dengan pejantan Raja Rencong, Pejantan ini tetap mabung normal dengan siklus 1 tahun lebih. Untuk siklus ganti bulu ini mungkin lebih terkait dengan pola diet (pakan), paparan sinar matahari, luas kandang penangkaran dan secara khusus metabolisme dan daya adaptasi individu masing-masing murai batu.