Monday, 31 March 2014

MURAI BATU BENGKULU


Murai Batu Bengkulu saat ini mulai mendapat perhatian yang besar dari Kicau Mania di Sumatera dan Jawa. Seiring dengan menipisnya pasokan MB dari Lampung dan Sumatera Selatan maka MB Bengkulu menjadi semakin diburu dan menjadi andalan pelomba yang fanatik dengan MB asli tangkapan hutan.



Provinsi Bengkulu sendiri sebagian besarnya berada dalam topografi pegunungan bukit barisan dan sebagiannya lagi wilayah pesisir yang langsung menghadap ke arah Samudra Indonesia dengan garis pantai 525 km yang panjang membentang dari Utara ke Selatan.Di sebelah utara berbatasan dengan Sumatera Barat, di sebelah timur dengan Jambi dan Sumatera Selatan, sedangkan di sebelah selatan dengan Lampung. Terdapat 10 pulau dilepas pantai Bengkulu dengan yang terbesar dan berpenghuni adalah pulau Enggano. Kabarnya gugusan pulau tersebut dihuni oleh MB ekor hitam sebagaimana Kepulauan Nias dan Kepulauan Pagai

Dengan iklim tropis basah dimana tidak terjadi bnyak perbedaan antara musim hujan dengan musim kemarau, maka suhu dan kelembaban di Bengkulu relatif stabil dikisaran 23-31 derajat Celcius.dan kelembaban 70-90%

MB Bengkulu prestasi tingkat regional bernama LASER, Indukan dari ARCO BF Serang, Banten

Habitat MB Bengkulu sendiri bisa dibagi atas habitat MB Bengkulu Utara dan habitat MB Bengkulu Selatan. Dibagian Utara terdapat habitat Muko-muko, Kerinci Seblat, Ipuh, Gunung Selan dan Napal Putih, MB Bengkulu Utara biasanya berpostur sedang-besar dengan ekor cendrung panjang. Sedangkan MB asal habitat Rejang Lebong di daerah hutan lindung Gunung Lebong berciri postur tubuh sedang pendek  cendrung bogel dengan ekor yang lumayan panjang. Di Bengkulu Selatan terdapat habitat MB Pagar Banyu, Pino, Ulu Talo, Kaur dengan postur tubuh sedang dan panjang ekor medium.



Sanggong, MB Bengkulu prestasi yang merupakan tangkapan hutan bengkulu selatan yang batasan dengan kabupaten Liwa - Lampung. Saat ini masih aktif di arena lomba sekitaran Jabodetabek

Kicau mania Bengkulu sendiri banyak yang mengidolakan MB Bengkulu Utara utamanya dari Lebong. Sementara MB Bengkulu Selatan dikenal berkarakter agresif dan kalau sudah ketemu setingannya akan sangat susah dibendung kehebatannya. Mungkin karena habitatnya berada di pesisir dan dataran rendah yang persaingan mencari makannya lebih keras. Di Pulau Jawa beberapa MB Jawara asal Bengkulu misalnya (New)Casper milik om Yogi Proyogi yang kabarnya asal Bengkulu Selatan dan Goby milik om Yadi Suzuki Cirebon yang kemungkinan adalah MB Bengkulu Utara.

Menurut penuturan om Ferry (Binter BF) yang mendedikasikan dirinya pada penangkaran MB Bengkulu, di Bengkulu sendiri, yang sudah melengenda adalah MB si Bagong dari Rejang Lebong dan Bandit dari Selatan. Sedangkan Black Monster atau New Ninja juga berasal dari habitat Bengkulu Utara.



Saat ini di Padepokan Balak sudah ada materi indukan dengan genetika MB Bengkulu. Indukan betina ring ARCO anakan dari si LASER dan Indukan jantan adalah jawara lawas MB Bengkulu perkiraan asal habitat Lebong yang sudah lumayan senior perkiraan berusia diatas 5 tahun bernama BHAYANGKARA. Anakan dari pasangan ini nantinya akan menyandang ring DIGDAYA BAY. Saat ini si Bhayangkara kadang masih bisa ngamen di lapangan lomba. Lumayan masih bisa kejar recehan buat tambah anggaran pakan. 



Thursday, 30 January 2014

GOOGLE TREND BURUNG KICAU INDONESIA AWAL 2014

Dari beberapa jenis yang sering dilombakan, burung apa yang paling banyak dibicarakan di dunia maya?

Ternyata jawabannya KENARI

Yang mengejutkan KACER mengalahkan MURAI BATU dan LOVE BIRD sebagai jenis burung yang populer di dunia maya.

Khusus MURAI BATU, jenis MB mana yang paling banyak dibicarakan di dunia maya?
Seperti sudah diduga sebelumnya : MB MEDAN di ikuti oleh MB LAMPUNG
MB NIAS dan MB BORNEO masih seimbang posisinya

Yang jelas dari ke 2 grafik diatas terlihat bahwa sejak awal tahun 2013 kiprah kicau mania dunia maya begitu semarak dan terlihat peningkatan yang begitu drastis dan fantastis . Kenapa?
Terima kasih kepada E/O yang makin banyak, Komunitas perburungan dunia maya yang makin semarak, gadget dan teknologinya yang makin menanjak, dan kapasitas akses dan badwidth yang makin melonjak.

Bagaimana trend 2014?
Menarik untuk disimak dan dikuti kebangkitan hobi burung dan kiprah kicau mania Indonesia

Saturday, 18 January 2014

METODE PENANGKARAN : POLIGAMI

Definisi poligami pada burung adalah prilaku perkawinan seekor burung dengan beberapa burung ekor lain jenis kelamin dalam satu musim perkembangbiakan (breeding season). Poligami dalam dunia burung terjadi dalam dua bentuk: Polygyny – satu jantan dengan beberapa pasangan betina dan Polyandry – satu betina dengan beberapa pasangan jantan. Poligyny inilah yang sering terjadi sehingga polygyny kemudian menjadi identik dengan terminologi Polygamy pada dunia breeding burung.

Sebenarnya dialam liar prilaku poligami sudah sangat umum terjadi didunia burung  dengan derajat prilaku yang bervariasi. Dari yang ekstrim dimana 1 jantan mempunyai 5 betina atau lebih sampai yang moderat yang terjadi bilamana perlu saja. Poligami terjadi secara alami, mengingat kondisi topografi dan kondisi habitat setempat dan waktu berkembang biak yang sempit. Ini terkait terkait dengan cuaca dan ketersediaan pakan yang ada, sehingga poligami menjadi keharusan untuk dilakukan dengan tujuan meningkatkan derajat keberhasilan hidup generasi selanjutnya. Dari hasil penelitian yang lebih spesifik lagi, fenomena poligami pada burung ternyata lebih terkait dengan wilayah kekuasaan burung jantan. Murai batu dikenal dengan karakter khususnya dalam penguasaan teritorial. Dan didalam dunia murai batu ternyata ada strata sosial. Dimana dalam suatu wilayah hutan ada satu ekor murai jantan dominan yang berstatus sebagai raja dan beberapa murai batu jantan dengan hierarki dibawahnya ibarat panglima dan mentrinya serta murai batu dengan strata sosial rakyat biasa. Dalam hal pemilihan pasangan murai betina akan cendrung memilih murai batu jantan dengan wilayah terluas dan terkaya sumber pakan alaminya, walaupun jantan tersebut sudah memiliki pasangan. Seperti sudah kita pahami bersama, bahwa perawatan piyik biasanya dilakukan oleh indukan betina, sehingga calon ibu secara naluriah akan melakukan audit potensi ketersediaan pakan dari suatu wilayah dan kawin dengan jantan penguasa wilayah tersebut. Pada Murai batu, pelaku poligami biasanya adalah murai batu “bicok” atau sang penguasa wilayah terbesar dan tersubur dari suatu habitat hutan. Biasanya si bicok ini mempunyai satu betina utama sebagai permaisuri dengan satu atau beberapa betina lain sebagai selir tersebar di wilayah kekuasaannya.Untuk masa sekarang dimana kondisi habitat asli murai batu di wilayah hutan alam sekunder semakin menyempit karena alih fungsi lahan, fenomena poligami ini menjadi makin banyak ditemukan dialam. Dan mungkin akan mencapai tingkat yang paling ekstrim pada sex ratio (jantan : betina) nya. Ini juga karena penangkapan murai batu jantan yang makin intensif. 
Grafik Polygyny Threshold Model (PTM) diatas memperlihatkan korelasi antara derajat kualitas hidup murai batu betina dengan kualitas teritorial murai batu jantan dan kaitannya dengan pilihan betina untuk bersedia di poligami atau tidak.
A vs B - Pada kondisi teritorial yang sama kualitasnya.  Murai batu betina akan memilih monogami  dengan jantan A yang single dibandingkan di poligami oleh jantan B yang sudah mempunyai pasangan.
A vs C - Pada kondisi teritorial yang berbeda tipis kualitasnya.  Murai batu betina bisa mempunyai pilihan antara memilih monogami  dengan jantan A yang single atau di poligami oleh jantan C yang sudah mempunyai pasangan. 
A vs D - Pada kondisi teritorial yang berbeda jauh kualitasnya.  Murai batu betina akan memilih di poligami oleh jantan D yang sudah mempunyai pasangan tapi dengan kualitas teritorial yang lebih kondusif daripada monogami  dengan jantan A yang single tapi dengan kualitas teritorial yang jauh lebih rendah. 

Di dunia breeding MB, Sebenarnya banyak manfaat yang bisa diperoleh bagi penangkaran murai batu dengan sistem Poligami ini. Yang pasti manfaat utama adalah dari sisi modal indukan yang lebih ekonomis karena bisa berhemat uang untuk investasi indukan jantan yang harganya relatif lebih bahal dibanding indukan betina. Ada 3 metode poligami  yang biasa digunakan :
1. Metode kawin - cabut, dimana jantan digilir pindahkan dari satu kandang betina ke kandang betina yang lain. Caranya adalah dengan menangkap jantan begitu betina 1 mulai mengeram untuk dipindahkan ke kandang betina 2. Atau sudah dibuatkan pintu khusus antar kandang agar jantan dapat berpindah kandang dengan sendirinya begitu pintu tersebut dibuka.
Di Padepokan Bala6 poligami Kawin-Cabut diterapkan untuk indukan Jantan Ekor Panjang Young Gun dan Gurkha dengan beberapa betina trah ekor panjang

2. Metode harem, dimana dalam satu kandang ditempatkan 1 jantan dengan 2 atau lebih betina. Syarat utama dari metode ini adalah betina satu dengan lainnya sudah jinak dan akrab satu sama lainnya. Ukuran kandang juga harus lebih luas dan kotak sarang yang ada harus diberikan melebihi jumlah betina yang ada sehingga betina bisa punya pilihan lebih dari 1 sarang tidak akan berebut sarang satu dengan lainnya.
Poligami metode harem 2 in 1 pernah dilakukan di Padepokan Bala6

 2. Metode Casanova, dimana dalam apabila dalam metode harem semua betina dalam satu ruangan harem mengeram dalam satu waktu , jantan bisa dicabut untuk dijodohkan di ruangan harem yang lain. Harus tetap bekerja tidak boleh dibiarkan menganggur barang sesaat. Super sekali dalam melakukan efisiensi

Adakah efek dari breeding dengan metode poligami ?


Dari penelitian terakhir pada dunia hewan, pada sistem poligami tingkat harapan hidup pada anakan jantan lebih rendah dari pada anakan betina. Sementara pada sistem monogami tingkat harapan hidupnya sama besarnya.

Grafik sebaran derajat harapan hidup pada burung dan mamalia dengan sistem kawin monogami vs poligami
Dari info beberapa breeder yang sudah menempuh metode poligami dengan intensif, biasanya murai jantan yang melakukan praktek poligami akan lebih cepat siklus mabung kembalinya. Yang normalnya ganti bulu setiap 12 bulan misalnya bisa menjadi siklus 6 - 10  bulan sekali. Tapi yang dialami oleh om Didiks RRBF pada sistem poligami dengan pejantan Raja Rencong, Pejantan ini tetap mabung normal dengan siklus 1 tahun lebih. Untuk siklus ganti bulu ini mungkin lebih terkait dengan pola diet (pakan), paparan sinar matahari, luas kandang penangkaran dan secara khusus metabolisme dan daya adaptasi individu masing-masing murai batu.

Friday, 27 December 2013

MURAI BATU BAHOROK

Murai Batu Bahorok adalah murai batu legendaris dari Sumatra Utara yang menyandang predikat sebagai habitat sumber MB Medan yang utama.

Berada di ketinggian rata-rata 105 m diatas permukaan laut dengan curah hujan yang tinggi hampir sepanjang tahun, Kecamatan Bahorok sebagian besarnya wilayahnya yang 1,101 Km2 berada  dalam Taman Nasional Gunung Leuser. (TNGL berada di Provinsi Aceh seluas  891.646,73 hektar dan berada di wilayah Sumut dengan luas 203.045,68 hektar)Bahorok Menjadi kecamatan terluas dengan menempati 17.59% wilayah Kabupaten Langkat yang beribukota di kota Stabat. Sebagian besar penduduk Kecamatan Bahorok adalah Suku Melayu 40%, suku Karo Melayu / Karo Islam 30%, Batak Karo 20%, Suku Jawa 7% dan lain-lain.

Sejatinya wilayah Bahorok memang harus dijadikan kawasan Hutan Lindung karena sebagian besar wilayahnya berada di kelas lereng lebih dari 45 derajat yg tergolong sangat curam dan rawan longsor dan erosi sehingga harus terkondisi dalam tutupan pepohonan yang rapat sebagai upaya konservasi lahan di wilayah dengan curah hujan yang tinggi intensitasnya. Wilayah Bahorok di lingkupi oleh 4 sungai besar yaitu : DAS Wampu (terbesar), DAS Bagerpang, DAS Gergas dan DAS Bahorok. Termasuk didalamnya ratusan sungai dan mata air kecil yang menjadi habitat kesukaan MB liar. Bisa dibilang sebagai surga Murai Batu. 
 
Dari wilayah Bahorok memasuki pegunungan Bukit Barisan jika disusuri kearah Timur maka akan sampai ke perbatasan antara Tanah Karo - yg terkenal dgn tempat wisata Brastagi -  dengan Aceh Singkil. Sedangkan kalau disusuri kearah Barat akan memasuki wilayah Pegunungan Leuser sampai masuk ke wilayah NAD. Disinilah banyak turun para pemikat burung MB Aceh yg banyak terkumpul di kota  Langsa. Bisa dibilang MB Bahorok punya kemiripan ciri dengan MB Aceh Langsa dengan ciri ekor sedang tdk terlalu panjang. Hanya saja yang terkumpul di Langsa ekor putihnya memiliki sedikit corak hitam di ujungnya. Corak ini yang sering disebut sebagai ciri khusus MB Aceh. Pola ekor ini agak berbeda sedikit dengan MB Aceh asal habitat TNUM (Ulu Masen) yg sering disebut sebagai MB Aceh Super oleh pedagang MB Medan yaitu dari daerah Calang, Meulaboh, Takengon, Tangse, Pidie yang selain ekornya yang cendrung lebih  panjang ekor putihnya banyak memiliki corak hitam diujungnya bahkan ada yg corak hitamnya dari ujung ekor putih sampai membelah ke pangkal. Seperti foto koleksi Om Yo yg berasal dari habitat Ulu Masen.

Murai batu Bahorok dikenal mempunyai mental yang kuat. Disinyalir oleh beberapa kicau mania lokal senior karena murai batu dikawasan ini sudah terbiasa bertemu dengan kerabat manusia terdekat yaitu Orang Utan yg disebut juga "Mawas" dalam bahasa setempat. Apakah mental baja MB Pasaman (Rimbo Panti), MB Aceh (Ulu Masen) dan MB Borneo juga terbentuk dari kondisi yang sama? entahlah belum ada penelitian khusus mengenai ini.


MB Bahorok dikalangan pedagang sering disebut sebagai  MB Medan Super. Ini dikarenakan karakteristik fisik MB Bahorok yang sangat menawan dan sangat enak untuk dilihat dari segala sisi. 

Secara umum cirinya adalah sebagai berikut:
  • Bertampang sadis, ditunjang bentuk kepala papak yang cendrung besar proporsional dengan leher jenjang yang besar dan mata besar yang tajam dan mengancam. Walau kadang ada juga ditemui MB Bahorok yang berkepala bulat.
  • Berpostur big size dengan dada yang lebar dan bidang serta tubuh yang kekar besar dan cendrung memanjang.
  • Berekor panjang dengan panjang minimal 17 cm dengan massa bulu yang tebal dan  bentuk bilah daun ekor lebar. Secara umum bentuk ekornya normal tapi pada wilayah tertentu ada yang ekornya melengkung kebawah dan diwilayah lain melengkung keatas.
  • Warna bulu leher dan punggung yang hitam pekat kebiruan serta bulu dada-perut berwarna dominan coklat gelap dan beberapa ada yang coklat terang.
  • Dari beberapa murai batu Bahorok yang pernah saya lihat ternyata untuk warna kaki tidak ada ciri khususnya, karena saya temui ada bermacam-macam seperti merah muda, merah gelap, kehitaman dan yang paling jarang adalah yang hitam pekat.
MEGATRON MB Bahorok yang ditangkarkan dengan jodoh Betina Mr.Delta 

Jadi jika MB Bahorok identik atau kebanyakan berkaki hitam berekor lengkung itu juga tidak bisa dijamin benar 100%. Penduduk asli Bahorok ada yang berpendapat bahwa ciri khas MB Bahorok itu bulunya berwarna hitam kebiruan juga tidak bisa di buktikan. Alasan mereka karena wilayah Bahorok terletak pd sisi timur TNGL, yang berarti kebagian sinar matahari pagi sehingga warna bulu MB Bahorok lebih menarik. Ternyata mereka juga tidak bisa membuktikan teorinya, karena saat MB Bahorok campur dg MB Aceh ternyata mereka bisa salah identifikasi juga.

Ada fakta menarik yang diungkapkan seorang penduduk bahorok yang juga pernah menjadi pemikat murai batu di tanah kelahirannya.http://tinyurl.com/pgklxnd
Fakta yang sangat patut untuk didokumentasikan yaitu:
  • Murai batu Bahorok habitat Sei Berkail kebanyakan berbodi lebar/besar dengan susunan ekor agak terbuka (kurang rapi/kemas)  
  • Murai batu Bahorok habitat Sei Wampu kebanyakan berbodi agak kecil dan susunan ekor kurang rapi (tidak menyatu)
  • Murai batu Bahorok habitat Sei Bahorok berbodi ramping panjang dan ekor lebih tersusun rapi/kemas

Jadi ciri fisik MB Bahorok yang disajikan di artikel ini merupakan himpunan informasi yang bisa dijadikan referensi pengetahuan umum tapi tidak bisa dijadikan standar atau patokan mutlak. 

Penampakan MB Bahorok bernama MALAIKAT SUBUH besutan Mas Sulis dari Punakawan BC yang sampai usia 2 tahun telah mengkoleksi lebih dari 400 piagam kejuaraan di sekitaran Jabodetabek yang 150 lebih diantaranya adalah juara 1 atau juara 2 lintas Even Organizer. Setingannya sederhana tapi saat digantang di lomba bergaya main  atraktif tapi hebat durasi kerjanya disertai isian yang lengkap menyempurnakan volumenya yang tembus. Kondisi saat ini masih aktif diarena lomba kicau.

Si JONTROT , berprofesi sebagai MB Pikat di hutan Bahorok, & sudah kenyang prestasi latberan lokal.

Padepokan Bala6 mempunya beberapa pasang MB Bahorok yang ditangkarkan Galur Murni dengan sesama MB Bahorok atau  disilang dengan MB dari habitat Sumatra yang lain. Semoga bisa melestarikan kelebihan dan keaslian dari MB Bahorok yang istimewa ini. Diantaranya adalah REOG PONOROGO, MAHAMERU, BROMOCORAH, CELCIUS, MEGATRON, SANGKAKALA, AL MAGHRIBI dan TUMENGGUNG


 MB Bahorok si REOG yang saat ini berjodoh dengan Betina Ring Mr. Delta yang merupakan keturunan dari MB Bahorok juga 

Saturday, 30 November 2013

MURAI BATU TANGSE

Murai Batu Tangse, bisa dibilang sebagai MB Habitat asal NAD yang paling sering disebut-sebut kicau mania Indonesia dan mewakili fenomena kehebatan MB Aceh. Dikenali dengan mental bajanya dan volumenya yang cetar membahana.

Tangse adalah wilayah kecamatan kedua terluas dengan cakupan 750 km2 di Kabupaten Pidie - Naggroe Aceh Darusalam. Wilayah Tangse sendiri berada di atas ketinggian 600-1200 mdpl. Iklim yang sejuk dengan curah hujan yang tinggi dan memiliki tanah yang subur sehingga terkenal akan hasil tanaman kualitas terbaik seperti kopi robusta, padi (beras cantik manis) yang sangat legit, durian yang manis dan holtikultura lainnya. Kota Tangse sendiri yang mempunyai panorama alam yang sangat indah terletak dilintasan Pidie – Meulaboh,  jalan yang merupakan penghubung terdekat antara Utara - Selatan di provinsi paling barat NKRI ini.
Bicara habitat MB Aceh khususnya MB dataran tinggi bukit Barisan tidak bisa dilepaskan dengan ekosistem besar Hutan Ulu Masen yang merupakan sebuah Taman Nasional yang terletak tepat dijantung Wilayah Aceh, Ulu Masen merupakan kombinasi lengkap antara hutan daratan rendah dan hutan daratan tinggi, kombinasi ini membuat kawasan Hutan Ulu Masen unik. Cakupan Taman Nasional Ulu Masen sangat luas (738.856 Ha) yang lokasinya meliputi lima Kabupaten di bagian utara Aceh. Batas-batas Taman Nasional Ulu Masen sebagai berikut :
  1. Kabupaten Aceh Barat ( Kecamatan Sungai Mas, Kaway XVI dan Pante Ceureumen) 
  2. Kabupaten Aceh Jaya ( Kecamatan Teunom, Panga, Krueng Sabee, Setia Bakti, Sanpoiniet dan Jaya) 
  3. Kabupaten Aceh Besar ( Kecamatan Darul Imarah, Darul Kamal, Indrapuri, Kota Jantho, Kuta Cot Glei, Kuta Malaka, Lembah Seulawah, Lhoong, Leupong, Lhok Nga, Seulimum, Simpang Tiga dan Suka Makmur), 
  4. Kabupaten Pidie (Kecamatan Bandar Dua, Delima, Geumpang, Geulumpang Tiga, Mane, Mila, Padang Tiji, Sakti, Tangse, Tiro, dan Kemala),  
  5. Kabupaten Pidie Jaya (Kecamatan Meurah Dua, Bandar Baru, Meureudu, Trieng Gadeng dan Ulim).
Wilayah Taman Nasional Ulu Masen di Jantung NAD
  
Terlihat bahwa Tangse berada di tepi dalam ekosistem hutan Ulu Masen yang wilayah hutannya saling bersinggungan satu sama lainnya sehingga sangat dimungkinkan terjadi pergeseran penghuni asal habitat. Kalau dibilang bahwa saat ini MB Tangse sudah sangat langka, itu adalah bagian dari ketenarannya dikalangan kicau mania lokal Aceh. Kalau ditanya kepada pemikat di Tangse apakah MB Tangse saat ini masih ada maka pasti dijawab tidak ada lagi MB asli Tangse sebab mereka sudah jarang sekali mendapatkan MB hasil pikatan disekitar Tangse.  

Menurut laporan pandangan mata, pada tahun 2008, tukang pikat masih bisa menangkap 50 ekor MB dalam sehari di Sare (pinggir Tangse yang berbatasan dengan  kota Sigli). Tapi mulai 2010 jangankan dipinggir Tangse, naik ke Bukit Tangse dan  masuk ketengah sampai menginap dihutan berhari-hari  belum tentu dapat 1 ekor saja. Yang saat ini dibilang sebagai MB Tangse mungkin didapat dari habitat sekitaran Tangse seperti Geumpang, Meulaboh, Calang atau Tiro. Itupun tidak banyak. Kalaupun ada Pemikat asal Tangse yang mendapatkan MB, bisa saja itu merupakan hasil pikatan dari habitat hutan yang jauh dari Tangse seperti Meulaboh misalnya.

Diatas adalah gambar MB Tangse koleksi om Mahesa Jenar di Lhoksuemawe

Dimungkinkan juga MB Tangse bermigrasi ke wilayah lain dalam cakupan ekosistem hutan Ulu Masen yang relatif lebih rapat dan tentunya lebih sulit untuk dijangkau oleh pemikat. Mereka mencari tempat yang lebih kondusif untuk berkembang biak dari sisi daya dukung alam untuk pasokan pakan dan kemudian membentuk koloni baru ditempat tersebut. Jadi kalau ada yang bilang masih bisa mendapatkan Mb Tangse muda hutan, itu penuh dengan segala kemungkinan dan teka teki. Bisa jadi benar atau bisa jadi salah. Yang pasti benar adalah jika ada MB tangkapan hutan dilabeli sebagai MB Tangse maka akan lebih cepat laku dengan harga lebih mahal.
 
Iklim Kabupaten Pidie dapat dibagi atas iklim basah dan kering, masing-masing antara ± 9 bulan dan ± 3 bulan. Dengan curah hujan rata-rata antara 1000 – 2000 mm/th dengan hari hujan 114 hari/th.  Pada saat musim kering, wilayah Tangse sendiri berhawa sangat panas pada hari-hari tertentu, ditambah dengan topografi yang berbukit-bukit membuat MB Tangse tercatat berbadan kekar langsing panjang  dengan ekor kaku lurus dan menipis ke ujung. Karakter suara  MB Tangse terpantau bervolume tinggi melengking dengan nada tajam khas MB Bukit Barisan. Untuk proporsi badan MB Tangse biasanya berpostur medium dengan ekor medium pula di kisaran 17 - 20 cm. Bulu bagian bawah berwarna coklat terang dan kaki hitam/gelap.

Ada juga yang bilang bahwa ciri MB Tangse adalah pola ekor putih bagian bawah bila dalam kondisi menutup/rapat diujungnya akan membentuk pulau hitam seperti pada gambar diatas. Tapi MB Asal Hutan Patek, Calang - Aceh Jaya juga punya ciri seperti itu. Mungkin sekali mereka saling terhubung karena masih dalam satu ekosistem hutan besar Taman Nasional Ulu Masen.

Eksploitasi kayu hutan adalah ancaman yang sangat serius bagi kelangsungan MB Sumatra. Ini berdampak langsung pada habitat alami yang makin tergerus oleh  kepentingan ekonomi dengan derasnya arus konversi wilayah hutan rimba menjadi daerah hutan produksi, lahan perkebunan, lokasi pertambangan dan akhirnya menjadi pemukiman penduduk. Wilayah Aceh ibarat perawan yang baru mengenal dunia adalah salah satu benteng terakhir satwa liar asli Sumatra. Isolasi yang terjadi karena tergolong dalam daerah konflik  justru mendukung konservasi atas keaneka ragaman murai batu Aceh. Kasihan melihat nasib para tukang pikat MB kehilangan mata pencarian yang cuma sekedarnya itu demi kepentingan ekonomi pemain bisnis besar. Termasuk diantaranya adalah Hutan Tangse yg sekarang terancam gundul.


Karena alasan inilah Padepokan Bala6 berusaha sebisa mungkin melakukan konservasi MB asli Tangse  galur murni. Sehingga suatu saat kita tidak cuma bisa mengenang kehebatan MB Tangse sekedar dari ceri mulut kemulut, tapi masih bisa melihat realnya di lapangan lomba.  
Padepokan Bala6 punya koleksi pasangan MB Tangse yang ditangkap sudah dalam keadaan jodohan hutan, umurnya juga sudah lumayan, karena sebelum diboyong dari Sigli ke Pulau Jawa 1 tahun lalu, pasangan ini sudah dalam pemeliharaan penduduk lebih dari 5 tahun. Sang Jantan sangat unik karena punya emosi yang lumayan stabil dan terkontrol. Keseharianya ditangkarkan dengan betina pasangan abadinya. Begitupun ternyata masih bisa berkarir dilapangan lomba. Diawali oleh ketidak sengajaan, karna pada suatu saat sarang pasangan Tangse ini dikerubungi semut sehingga harus dicabut dari kandang tangkaran. Kebetulan sang juragan punya ticket lomba regional yang dihari H si gaco utamanya ngedrop. Dari pada rugi tiket, dimasukan kandang lombalah si MB Tangse. Namanya juga pemeran pengganti pria, kalaupun nanti ngebetmen ya sudahlah terima nasib saja. Tak dinyana digantangan burung kerja sangat bagus dan masuk 5 besar. Setelah itu si Tangse rutin bolak balik dari kandang tangkaran ke gantangan lomba dalam fase apapun di kandang ternaknya, walaupun kondisi betina angrem, bahkan si jantan bisa langsung ikut meloloh trotolannya. Volume tembus dengan isian yang kaya, sangat layak menjadi indukan di Padepokan Bala6 Jakarta. Si jantan kami beri nama MARSOSE dan si betina CUT NYA.
Pasangan lain adalah sepasang MB Tangse yang didapat langsung dari habitatnya. Si jantan yang diberi nama BinTANG SElatan sangat pemarah dan sangat pemilih ternyata. Sudah coba dijodohkan dengan banyak MB betina tapi ternyata cinta sejatinya kembali kepada MB betina sesama MB Tangse yang kami beri nama BINtang TImur (Binti). Dengan karakter khas MB asal hutan, cukup lama periode penjinakan sampai 2 kali ganti bulu di kandang tangkaran barulah dia stabil emosinya. Alhamdulillah saat ini sudah mulai berproduksi menghasilkan anakan asli MB Tangse ditangkaran. Semoga trotolannya nanti bisa sekencang suara si Jantan yg melengking dahsyat dan semoga kedepan produksinya makin lancar sehingga bisa memperbanyak populasi MB Tangse dan memenuhi permintaan akan MB Tangse dari para Tangsemania.

Ternyata selain bisa menurunkan anakan jantan yang bagus kualitas lapangannya, pasangan TANGSE ini juga menurunkan anakan betina dengan kualitas yang diatas rata-rata. Bersama anakan dari MB Bahorok, anakan MB Tangse saat ini mendominasi basic blood indukan di Padepokan Bala6. Anakan yang dihasilkan dari betina indukan peranakan Tangse ini juga sudah menunjukkan potensi kualitas yang menjanjikan sejak masa trotolannya. Dari tetesan 2015 yang sudah tersebar di tangan kicau mania di Jawa, tinggal menunggu pembuktian hasil lapangan di tahun 2016-2017. 

Beberapa Anakan Pasangan TANGSE


Anakan betina DIGDAYA TGS 01
Rencana akan dijadikan Indukan calon jodoh Marsose


Anakan Jantan ring DIGDAYA TGS 07

Anakan betina ring DIGDAYA TGS 08

Anakan betina ring DIGDAYA TGS 06
 Anakan betina DIGDAYA TGS 10