Sunday, 29 July 2018

MURAI BATU/KUCICA HUTAN TERMASUK BURUNG YANG DILINDUNGI

Pasal 21 ayat (2) UU 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya

“Setiap orang dilarang untuk

a.    menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup;

b.    menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati;

c.    mengeluarkan satwa yang dilindungi dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia;

d.    memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian satwa tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia;

e.    mengambil, merusak, memusnahkan, memperniagakan, menyimpan atau memiliki telur dan/atau sarang satwa yang dilindungi.”

Sanksi pidana bagi orang yang sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2) adalah pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) (Pasal 40 ayat [2] UU 5/1990).

Diliat dari pasal diatas, hanya Love Birds, Kenari, Anis Kembang & Anis merah Cucak Jenggot yang masih diijinkan sebagai gaco lomba kicau. Tambahan lagi adalah burung-burung impor

Implementasinya bagaimana?
Jadi Murai Batu masuk dalam kategori satwa yang dilindungiadalah Murai batu, dengan di berlakukannya Peraturan Menteri maka semua burung ternak dan koleksi milik masyarakat yg belum mempunyai Legalitas dari BKSDA semua harus diserahkan dulu kepada negara.
Selanjutnya burung tersebut diserahkan kembali kepada masyarakat dengan kategori F-0, dengan ketentuan khusus untuk tidak boleh diperjual belikan dan jika ada yg sakit atau mati harus membuat laporan kepada BKSDA, selanjutnya yang boleh di perjual-belikan adalah hasil ternak keturunan yang ke dua atau F-2 yang sudah di daftarkan sebagai aspek legalitas dan diberi identifikasi dengan ring dari BKSDA.
Setiap akan dilakukan transaksi jual beli hasil ternakan harus melakukan pelaporan kepada dinas terkait ; BKSDA  dan Karantina Hewan untuk di berikan surat jalan dan legalitas serta surat bukti burung sehat tidak sakit setelah dilakukan pemeriksaan.

Peraturan nomor :   

P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 adalah kelanjutan dari konsensus dunia yang tercantum di 

https://www.birdlife.org dan juga http://www.iucnredlist.org

Sangat menggunjang jagad penghoby burung kicau baik yang rumahan maupun penggiat lomba kicau. Karena burung seperti Murai Batu dan Jalak Suren yang sudah ditangkaran ex-situ secara masal dimasukkan kedalam kategori di lindungi. Ini mengundang protes keras dari para peternak yang selama ini sudah bersusah payah merintis konservasi jenis burung ini. Secara ekonomi, jika Permen LKH 20 ini langsung efektif diterapkan maka kakkkaknk k

Sudah Ada komitmen tentang adanya ketentuan peralihan selama Masa transisi atas  Peraturan Menteri LHK No.20 diatas.

SIARAN PERS »6  AUG 2018

Kini 919 Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar di Indonesia Dilindungi Undang-Undang

Nomor : SP. 427/HUMAS/PP/HMS.3/08/2018

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Senin, 6 Agustus 2018. 

Sebanyak 1.771 jenis burung di dunia diketahui berada di Indonesia, bahkan 562 jenis diantaranya berstatus dilindungi. Status ini ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri LHK No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018, tentang Jenis Tumbuhan Satwa yang Dilindungi, yang terbit pada tanggal 29 Juni 2018.

Selain jenis burung, dalam peraturan ini juga tercantum jenis lain yang dilindungi, yaitu 137 jenis mamalia, 37 jenis reptil, 26 jenis insekta, 20 jenis ikan, 127 jenis tumbuhan, sembilan jenis dari Krustasea, Muluska dan Xiphosura, serta satu jenis amphibi, sehingga total 919 jenis. 

"Terdapat penambahan daftar jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi dalam P.20/2018, yaitu sebanyak 241 jenis atau 26% dari daftar yang tercantum dalam lampiran Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1999 (PP.7/1999), tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa", jelas Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Wiratno.

Penetapan jenis-jenis dilindungi ini, disampaikan Wiratno, untuk mencegah tumbuhan dan satwa dari kepunahan, akibat kerusakan habitat dan perdagangan (termasuk perburuan) yang tidak terkendali.

"Tanpa tindakan perlindungan, jenis-jenis terancam punah akan punah dalam waktu yang tidak terlalu lama. Kepunahan ini harus dihindarkan, karena seluruh species di dalam ekosistemnya mempunyai peran sangat sentral", lanjutnya.

Meskipun demikian, Wiratno menekankan, 

upaya konservasi di habitat (insitu) merupakan jalan terbaik, yaitu melalui perlindungan populasi di habitat alam, dan perbaikan habitat, yang didukung sosialisasi, dan penegakan hukum.

"Namun apabila tindakan konservasi insitu tersebut tidak berhasil, maka dilakukan tindakan konservasi eksitu, yaitu dengan melakukan penangkaran yang hasilnya 10% dikembalikan ke alam (restocking)", Wiratno menambahkan alasan terbitnya P. 20/2018 ini.

Selain itu, perubahan jenis tumbuhan dan satwa dilindungi menjadi tidak dilindungi ataupun sebaliknya, merupakan mandat PP. 7/1999 pasal 4 ayat (3), setelah Menteri LHK mendapat rekomendasi dari otoritas keilmuan (Scientific Authority) LIPI. 

"Burung berperan sentral dalam keseimbangan ekosistem, sebagai pengendali hama, penyerbukan dan penyebar biji. Sejak tahun 2000 hingga saat ini, terjadi penurunan populasi burung di habitat alamnya sebayak 50%", jelas Wiratno, terkait adanya penambahan jenis-jenis burung yang umum ditemukan, seperti Muray Batu, Pleci, dan Cicak Rawa.

Wiratno juga mengakui, pasca terbitnya P.20/2018, Pemerintah mendapat respon yang dinamis dari seluruh elemen masyarakat, khususnya dari komunitas pecinta burung berkicau. Respon ini disadarinya sebagai bentuk kecintaan terhadap burung.

"Tidak ada larangan melakukan pemeliharaan burung berkicau, hanya perlu kesadaran bahwa, pemeliharaan juga harus menjamin keberadaan burung berkicau di alam. Untuk itu kami mengajak semua pihak, untuk melestarikan spesies burung melalui konservasi insitu, yang didukung pengembangan konservasi eksitu", lanjut Wiratno.

Ketentuan peralihan juga akan diterbitkan lebih lanjut, sebagai pengaturan masa transisi yang meliputi pendataan kepemilikan, penandaan, dan proses izin penangkaran dan atau izin Lembaga konservasi. Terkait hal ini, Wiratno menyampaikan, KLHK akan segera merevisi P.20/2018 dengan menambahkan pasal Ketentuan Peralihan. 

Dalam ketentuan peralihan akan diatur bahwa setiap orang yang mempunyai, menyimpan, memelihara, dan memperdagangkan jenis-jenis TSL, yang sebelumnya tidak termasuk dalam lampiran jenis-jenis yang dilindungi, maka terhadap jenis maupun spesimen tersebut, dianggap tidak termasuk jenis yang dilindungi. Adapun untuk masa transisi akan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Dirjen KSDAE.

Wiratno juga berharap, ke depannya agar semua burung berkicau yang dilombakan, dapat bersumber dari hasil penangkaran yang teregister, bercincin dan bersertifikat. 

"Kami minta masyarakat dapat melaporkan kepemilikan jenis burung, guna proses pendataan dan penandaan oleh Balai Besar / Balai KSDA setempat", pungkas Wiratno. Masyarakat dapat menghubungi Call Center Direktorat KKH Gedung Manggala Wanabhakti Blok VII Lantai 7 Jl. Jenderal Gatot Subroto Jakarta (Nomor HP 081315003113).

Berdasarkan PP. 7/1999, kriteria penetapan suatu jenis menjadi dilindungi memiliki kriteria antara lain, mempunyai populasi yang kecil, adanya penurunan yang tajam pada jumlah individu di alam, dan memiliki daerah penyebaran yang terbatas (endemik). Tujuan PP. 7/1999 itu sendiri adalah untuk : 1) Menghindarkan jenis tumbuhan dan satwa dari bahaya kepunahan; 2) Menjaga kemurnian genetik dan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa; dan 3) Memelihara keseimbangan dan kemantapan ekosistem yang ada.

Sebagaimana diketahui, saat ini mekanisme pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar, telah diatur dalam PP Nomor. 8 Tahun 1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Dengan demikian, terdapat mekanisme bagi publik untuk memanfaatkan jenis tumbuhan dan satwa liar termasuk penangkaran dan pemeliharaan untuk kesenangan. (*).


Penanggung jawab berita: 

Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 

Djati Witjaksono Hadi – 081977933330


Informasi lebih lanjut :

1) Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Ditjen KSDAE.

Drh.Indra Exploitasia - 08111702551

2) Kepala Sub Direktorat Pemanfaatan Jenis, Direktorat KKH, Ditjen KSDAE

Nunu Anugrah - 081282747606

Moga2 makin semangat dan fokus

Monday, 23 July 2018

SIMPAN ANAKAN MURAI BATU TERNAKAN SENDIRI

Indukan pejantan di PB6 tidak banyak sekitar 30 ekor saja dengan stok betina murai batu hampir 60 ekor. Yang masuk kandang tangkaran sekitar 12-18 pasangan monogami saja agar perawat bisa lebih leluasa mengamati dinamika perikehidupan indukan di kandang. Murai batu Jantan yang lain dalam perawatan mabung atau sedang meniti karir di arena lomba.
Dengan stok betina 2x jumlah jantan, memang terasa sebagai bentuk kemewahan yang kami syukuri.  Kalau sekedar mencari pasangan dengan kualitas yang setara soal bibit, bobot & bebetnya itu sangat mudah sekali. Bahkan dengan metode si Pejantan dapat memilih betinanya sendiri, berlimpah sih.

Tapi, karena blueprint penangkaran PB6 adalah galur murni, maka kadang pilihannya menjadi sangat sempit bahkan kadang tertutup rapat. Misalnya ada jantan habitat Pasaman tapi betinanya mabung. Ada betina habitat Tangse, tapi jantannya mati. Itulah yang menyebabkan harus dilakukan kompromi dengan menyilangkan jantan betina yang berbeda habitatnya.


Dari pengalaman yang sudah kami dapatkan, hasil silangan antar habitat ini ternyata juga Punya kualitas yang mumpuni dan menarik untuk pembeli MB Trotolan ring digdaya yang tidak terlalu peduli dengan kemurnian darah trotolan, pokoke trah jawara... Yang penting Lihat.... suka... bayar! . Untuk yang Galur Murni, mb jantan trotolan sisa yang tidak dipilih oleh pembeli, sengaja satu ekor kami niatkan disimpan sendiri untuk kontrol kualitas sekaligus regenerasi indukan. Sedangkan trotolan dari pasangan indukan habitat silang biasanya ludes terjual tanpa sisa. Nah ini masalahnya hehehehe. Kadang kami sebagai breeder sekaligus MB mania ngiler juga pingin juga punya anakannya .
 
Pada kasus anakan Parcel (pasaman) x Megatron Jr (bahorok) Sampai pada titik susah tidur akibat rada menyesal tidak sempat umpetin 1 anakannya yang terlanjur habis di boyong teman-teman pecinta MB Ring hasil ternakan.
"Kan bisa om cetak lagi nanti kalau indukannya dah kelar mabung", celetuk Lintang Putra Menggala yang baurekso PB6. 
"Iya" ... Yarin, dia tidak tahu, bahwa nanti selesai mabung si Parcel bakalan balik ke breeding Galur Murni lagi .
Atau kasus anakan mb bahorok bernama Tumenggung yang salah satu anakan generasi awal disimpan master Sulistio Raharjo dan ternyata saat mulai mabung  lepas trotol malah dikasih beli kepada temannya. Karena beliau terlanjur kesemsem dengan trah Tumenggung ini akhirnya kami niatkan simpan anakan Tumenggung sesi yang terakhir sebelum mabung untuk beliau .... Ganti bulu ternyata malah jadi betina. Nasib ya mbah... xixixi.

Itulah sekelumit kisah breeder. Yang senang jadi tawa, yang susah tetap menjadi cerita.
Jadi jangan takut bahagia ya sayang.

Saturday, 7 July 2018

YOUNG GUN - NEW GENERATION


Breeder's Note
YOUNG GUN Jr. New Generation. 1st session.
Papa :
X-Urang Jr, Ring Amiexs Malang ; 25 cm
Mama :
Bazooka Jr, Ring Rejo Sragen ; 17 cm
Pengamatan setelah bisa makan sendiri (1.5 bulan)
Postur :
Sesuai referensi ukuran XXL papa & XL mama.
Trotolan Jantan besar sekelas  Megatron Jr & Reog Jr. Trotolan betina secara kasat mata dan saat di pegang Juga lebih besar dari rata-rata.
Ekor :
Baik jantan & betina Lebih panjang dari trotolan Megatron Jr & Reog Jr. Bahkan yang betina saja lebih panjang dari Reog Jr jantan.
Posisi saat ini masih tebal lapisan lilinnya.
Pola Ekor:
Medan/Sumatra dengan yang betina (Kanan atas) mengikut pada bapak yang putih 3 strip dan yang Jantan (Kiri Bawah) mirip ibunya yang medan.
Katurangan:
Mata besar tajam.
Paruh medium rapat sempurna.
Takik pangkàl paruh menjauhi Mata.
Dada lebar dan bidang.
Kaki kokoh gerakan Lincah & sigap.
To be Continued.

Tuesday, 5 June 2018

PURITANISME PENANGKARAN MURAI BATU RING DIGDAYA

Dalam breeding murai batu, "puritanisme" adalah ideologi yang berusaha saya terapkan di Padepokan Balak 6 - singkat saja PB6. Yang dimaksud dengan puritanisme disini adalah pada blueprint penangkaran yang mengusung jargon  Galur Murni Trah Jawara (GMTJ) yang kami usahakan sebisanya.

Dalam operasional hariannya yang dimaksud dengan Galur Murni adalah dengan mengusahakan sebagai prioritas utama untuk menjodohkan murai jantan dengan murai betina yang berasal dari habitat hutan yang sama. Atau setidaknya keturunan dari murai batu dari habitat hutan besar yang sama. Walau kadang tidak 100% solid.

Di Penangkaran MB Ring Digdaya. Boleh saja bernama Padepokan Balak 6, tapi percayalah jenis murai batu yang kami tangkarkan beragam asal habitatnya. Bukan cuma MB Sabang atau MB Lempuyang  yang terkenal dengan pola ekor balak 6 nya atau MB ekor panjang saja. Ada banyak murai batu asal habitat lain di Pulau  Sumatera seperti Bahorok, Sibolga, Padang Sidempuan,  Marike, Tangse, Pasaman, Lunang, Lampung Nias, Mentawai yang kemudian menjadi indukan andalan yang kemudian saling melengkapi seperti Bhineka Tunggal Ika di negara tercinta Indonesia.
Maklum, tiap habitat punya ciri fisik & punya karakter masing-masing. Layaknya suku  bangsa di Negara Kepulauan ini.
Keanegaraman hayati inilah sebenarnya harta terbesar yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh.
Semoga semua dulur pecinta MB oleh TUHAN YME selalu tercerahkan harapannya, dilancarkan pendaringannya, disehatkan badannya, selalu dicintai keluarga dan dihormati oleh sahabat-sahabatnya...... dan tidak lupa kebagian giliran di moncerkan gaconya biar makin semangat ngurusi momongannya. Aamiin

Sunday, 3 June 2018

STUDI KASUS 6 : POLA EKOR DOMINAN PADA MURAI BATU


Berikut ini adalah hasil Praktikum pola ekor.

Jantan :
Soldier (Sabang b6) Ring RRBF trah Mr.A

Betina :
Rocky Jr trah ;
Jantan : Rocky (Nias) x Betina Reog Jr (bahorok) ------> B6

Sesi Awal 2 telur netas semua alhamdulillah.
Dengan hasil pengamatan ekor trotol
Trotol Jantan : Pola Medan 4 ekor putih
Trotol betina : Pola ekor B6 Sabang (Kotor).

Kesimpulan :
Makin memperkuat hipotesa Awal bahwa dari segi genetika Pola ekor paling dominan urutannya adalah :
1. WT (White Tail)
2. BT (Black tail)
3. B6
Masih dugaan saja. Perjalanan masih panjang.

Masih Ada pasangan balak yang sedang kami tangkarkan. Kemungkinan hasilnya lebih Murni balaknya. Murai Batu asli Sabang balak 4 bernama F4ntastic dengan murai batu betina balak 6 hasil  silangan pejantan Sabang balak 8 bernama KuDeTa dengan betina balak 4 hasil silangan pejantan black tail dengan betina medan.

Menarik untuk ditunggu pola ekor anakannya nanti. Untuk menambah referensi breeding.

Saturday, 26 May 2018

BREEDING SAAT CUACA PANCAROBA - Part 1

Sabar adalah hikmah.
Sabar adalah ikhtiar.
Sabar adalah bersyukur.

MB Tumenggung (MH Bahorok) begitu ditarik masuk ke penangkaran PB6 langsung bisa tune in dan beradaptasi mulus dengan suasana kandang besar.

Dari pengalaman menjodohkan Murai batu selama ini, untuk pejantan murai batu dengan karir bertahun-tahun sebagai gaco lapangan bahkan sampai  ke even lomba kicau tingkat nasional, biasanya punya karakter super fighter. Apalagi seperti Tumenggung ini yang ber- typical head to head - berhadapan langsung dengan lawan saat beradu pukul materi kicauan. Model preman begini biasanya lebih gampang dijodohkan bila diberi betina yang berpengalaman (Janda). Karena bisa dibayangkan ephoria birahi bercampur naluri teritorial yang tinggi saat bertemu lawan jenis pertama kalinya, betina lepas trotol bisa cuma jadi  sedekah Bumi nantinya.

Sesuai perkiraan, tak lama dijodohkan dengan betina senior ring Delta  Kuda Liar Jr (trah bahorok) langsung produk. Lancar beberapa sesi sampai kemudian hasil nya zonk selama 4 sesi berturut- turut (hampir 3 bulan) saat masuk cuaca pancaroba dari musim hujan menuju musim kemarau.

Terapi vitamin, mineral & penjemuran terus kami terapkan untuk pasangan ini dengan target menjaga kesehatan & stamina selama masa peralihan musim yang biasanya membawa penyakit bahkan kematian bagi indukan & trotolan. Penting Waras pokoke.

Alhamdulillah saat ini sudah mulai produksi lagi. Blom kesampaian dapat anak betinanya nih. Tumenggung sangat istimewa soalnya di Volume. Barang sedikit bisa angkat kualitas basic blood Ring Digdaya ke next level.

InsyaAllah

Monday, 16 April 2018

JANTAN ATAU BETINA?

Berikut ini saya akan memberikan panduan umum untuk menebak atau menentukan jenis kelamin murai batu dari tanda-tanda fisik di tubuh murai batu.
Untuk Murai batu yang sudah lepas trotol (berubah wujud dari bulu bayi/piyik ke bulu murai sepenuhnya, maka biasanya secara kasat mata bisa dibedakan dari warna bulunya

Murai Batu Jantan biasanya bulunya mengkilat, terang hitamnya disekitar dada dan leher
Murai batu Betina biasanya bulunya cendrung redup/doft hitamnya disekitar dada dan leher.

perhatikan gambar dibawah ini.

  
pada posisi bulu sudah sempurna berganti, untuk membedakan jenis kelamin Murai batu juga akan makin mudah. 
Murai batu betina akan mengeluarkan suara panggilan yang khas berupa nada monotone yang diulang-ulang tanpa irama. Sementara murai batu jantan akan menyanyikan kicauan yang variatif nadanya dan punya tekanan/hentakan yang bisa kita rasakan iramanya. 

Makin bertambah usia, biasanya mendekati umur satu tahun. murai betina kadang sudah mulai bertelur sendiri akibat over protein yang didapatnya dari makanan yang juragannya berikan.

Demikian panduan singkatnya. 

Tuesday, 21 November 2017

TANGGA UNTUK MURAI BATU BETINA YANG SEDANG GENDONG TELUR

Ada kalanya kita temui murai batu betina yang selalu mendekam di bawah sangkar ternak. kerjanya tidak jauh dari bak mandi dan batu pijakan yang terendah. dan mulai menyusun sarang di dasar dari serpihan daun yang terserak di dasar sangkar. Menurut pengalaman kami murai batu betina dengan prilaku seperti ini biasanya sedang menggendong telur di dalam perutnya. untuk beberapa kondisi tertentu betina tersebut tidak kuat untuk terbang ke glodak sarang yang disediakan , bahkan untuk ke tangkringan terdekat. Bisa jadi juga terjadi egg binding akibat ketika saatnya bertelur si betina sudah kehabisan tenaga dan daya juang akibat terlalu terkuras tenaganya untuk bolak balik dari glodak sarang ke area pakan dan mandi didasar sarang.

Breeder harus bertindak. Salah satu cara  yang cukup efektif membantu adalah dengan membuatkan semacam tangga yang berupa serial tangkringan dengan jarak yang tidak terlalu jauh tinggi satu sama lainnya sehingga dapat digunakan  sebagai panjatan bagi si betina untuk mencapai glodak sangkarnya.

Semoga bermanfaat.

Friday, 3 November 2017

BAHAYA LATENT 2 KICAU MANIA INDONESIA

Berikut adalah status Facebook dari seorang Kicau Mania yang sering ikut lomba kicau. Yap... Lagi lagi om Beleth 13.

#statuskontroversial

Event besar sebenernya yang untung itu siapa sih...?
Apa rakyat jelata yg rela nabung buat beli tiket?
Atau orang kaya yang gayanya penghobi...?

Kalau penafsiranku sih yang di untungkan orang kaya... (terserah kalau penafsiranmu berbeda dengan ku yo ojo nesu ya...)

Kok bisa...?
Lha burungnya dia bisa jaminan juara.
Lomba belum mulai saja, juara sudah di tangan kok..
Hadiah ya ga butuh... Buat apa uang kecil. Ngotorin gigi aja katanya.
Yg di tunggu kan sold-out harga fantastis.
Masuk akal kan kalau sesama bos pasti berani beli mahal dan akan terjadi transaksi fantastis usai event.
Coba, mana ada rakyat jelata yg sold out mahal ?
Ada... tapi langka.

Trus event besar selain bos, siapa lagi yg di untungkan?
Ya pasukan odenglah (Juri)
Kalau soal hadiah si bos gak perlu.
Gak diambil kalaupun burungnya dimenangkan Juri.
Malah di tambahin lagi biar si burung tembus harga fantastis dg bantuan kompor-kompor nyala api biru yang apinya stabil gak kelihatan tapi panasnya tembus sampai dalam pori-pori.

Lha trus rakyat jelata suruh kondangan saja dan dapat kesempatan foto bersama orang-orang kondang di dunia burung itu saja sudah sueneeeeng bangeeet kok...

Kalau gak percaya, tunggu saja...
Bila ada event besar, pasti banyak rakyat jelata yg majang fotonya bersama tokoh-tokoh kondang perburungan.

Makanya, seperti temen luar pulau saya (namanya di sensor, takut kondang orangnya) walau burungnya kerja edan bongkar isian sampai muntah darah ya paling juara harapan saja.

Sekali lagi, ini penafsiranku lho ya....
Ojo nesu kalau beda dg penafsiranmu
Wkwkwkwkwkw.

#HidupLatberan..

Komentar saya atas status ini adalah
SAD but TRUE yang artinya ini sebuah kenyataan yang memprihatinkan.

Kenapa latberan? Karena menurut om Beleth 13, lomba kicau kelas latihan bersama ini sebenarnya indikator yang relatif bersih dari KKN pelomba dengan Juri/EO lomba kicau.
Mungkin karena dikelas latberan ini aspek silaturahminya lebih kental, dimana mayoritas sesama pelomba & pengadil sama-sama berasal dari akar sosial dan lingkungan sekitar yang sama. Tentunya dengan  tiket & hadiah lomba yang lebih merakyat. Biasanya murni  niat dari para pelomba hanya ingin menguji kualitas burungnya dan sejauh mana setingannya jalan .
Sementara pada even lomba yang lebih besar di level regional apalagi nasional tentunya ada tiket & hadiah lomba yang lebih aduhai pula. Sudah mulai terasa nilai ekonominya karena gengsi juga jadi pemicu ambisi sebagaimana yang ditulis oleh om Beleth 13 diatas.

Friday, 6 October 2017

BAHAYA LATENT HOBI KICAU INDONESIA - PART 1


Dibawah ini adalah tulisan yang sangat inspiratif dari sohib saya yang beken dengan nama BELETH 13 yang mengibarkan bendera DISTRICT 13 Majalengka.
Apa yang menjadi bahan tulisan adalah berdasarkan pengalamannya berkecimpung dalam hobi kicau mania terutama di Branjangan,  Murai Batu & Love Bird. Secara kebetulan dan pas sekali tulisannya sangat mewakili apa yang kami juga rasakan.

Mari simak tulisan om Beleth 13 berikut ini


#KopiBasahBasahBecekDiSelaHujanGaNiat

PS : dilarang tersinggung ataupun merasa terserang oleh postingan saya ini. mohon di maafkan saja ya om-om master suhu senior. 🙏

Harga sangkar modalnya beda-beda tipis dari pengrajin. Kwalitasnya ya 11-12 lah antara merk 1 dg merk yg lain. Tapi harga di pasaran seperti ombak laut di beda-beda lokasi. Ada yang tenang seperti di pantai utara dan ada yang tinggi seperti di pantai selatan. 

Gak ada masalah dan gak ada yang nglarang..

Penggemar kicau sudah sangat mewabah di seluruh pelosok negri. Ada yang tiba-tiba kaya karena burungnya laku mahal, ada yang selalu komplan-komplen kena goreng di salah satu event. 

Gak ada masalah dan gak ada yang nglarang...

Merk makin laris karna larisnya event, keutungan makin menggila dan kwalitas makin merosot. 

Gak ada masalah dan gak ada yang nglarang...

Pengrajin-pengrajin lokal yg tak punya merk makin sempit ruang geraknya. Menciptakan hasil karya luar-biasa sudah tak ada gunanya karena gak akan bisa terpakai di lomba bergengsi yang ada di tiap minggunya. Akhirnya ya mengeluh dan makin terlantar anak istrinya. 

Gak ada masalah dan gak ada yang nglarang...

Merk makin menggila dengan ekspansi areanya dan mencetak sendiri juri-juri di bawah benderanya. Persaingan makin runyam, boom sana dan boom sini. Di bentrokin dan di tandingin event akbarnya seperti halnya Indomart dan Alfamart yg selalu nempel kayak perangko berebut pembeli. 

Gak ada masalah dan gak ada yang nglarang...

Para panglima besar pada runtuh dan memecahkan diri mendirikan kerajaan sendiri, melatih prajurit-prajuritnya sendiri, menciptakan event sendiri, dan akhirnya pun menciptakan merk sendiri. 

Gak ada masalah dan gak ada yang nglarang...

Tapi andai saja Merk tetap berdiri murni seperti halnya merk Nike, Adidas, Puma, Reebox, dll yang tetap sendiri tapi mensponsori klub bola pasti akan lebih terorganisir dan melahirkan yang namanya pertunjukan penuh kwalitas.
Misalkan, Event Organizer (EO) kicau berdiri sendiri seperti halnya sebuah Production House (PH) yg di kontrak oleh TV atau menawarkan event ke TV, pasti akan melahirkan sebuah event yang istimewa. Tiap EO akan meramu sebuah KONTES BURUNG dengan sistem yang terkoordinir matang, dengan juri yang memang dahsyat dan kemasan yang menarik. Karena EO perlu sponsor dari salah satu merk untuk menggelar acaranya dan skaligus di pilih oleh kicaumania untuk merapat. EO akan berdiri sendiri, bahkan juri pun ada agen-nya sendiri untuk di rekrut EO di event-nya. Si Merk berada di balik layar untuk mengawasi kwalitas kerja si EO dan kicaumania menjadi penentu hebat dan tidaknya EO masing-masing.

Jangan sampai EO pun akhirnya menciptakan merk untuk memonopoli lomba, karena kwalitasnya tentu gak akan menjadi fokus utama, fokus utama adalah merk nya laris manis dengan banyaknya peraturan WAJIB merk. Akhirnya kesimpulan kwalitas sudah tidak-ada. Yang ada adalah "seng penting laris".

Andai EO berdiri sendiri, Merk mensponsori pasti akan melahirkan kwalitas pertunjukan yg menawan. Pengrajin sangkar pinggiran berkesempatan tetap bisa hidup. Mungkin bila ada sponsor tunggal, barulah ada kebijakan "Pemakai Merk" mendapatkan plus darr si Sponsor, tinggal bagaimana EO meramunya...

Kalau seperti sekarang ini, lama-lama kwalitas akan mati tapi merk-merk akan tambah banyak, dan makin runyam fenomena musuh dalam selimutnya. Sementara dengan Kwalitas juri standar-standar saja, kwalitas event juga akan standar-standar saja.

Semoga suatu saat nanti akan di bentuk EO-EO murni dan juri-juri murni yg berdiri sendiri. Karena kicaumania sekarang sudah tidak menjadi hobi murni, tapi sudah menjadi ladang sandang pangan buat sebagian orang. Dan Merk mau mensponsorinya.

Maka jaya dan tidaknya Merk akan tergantung pada kwalitasnya dan kejelian dalam mensponsori EO yg mana..

Sukses dan tidaknya EO akan tergantung pada kwalitas pengorganisasian eventnya. Jika gak bisa jaga kwalitas event, siap siap modarlah si EO..

Jaya dan tidaknya Juri/Team Juri akan tergantung kwalitas kerja yang bersangkutan di penilaiannya. Nilainya ngawur, tamatlah karirnya sebagai juri..

Kicaumania yang hobi nyogok untuk jadi juara akan tersisih dengan sendirinya dan akan melahirkan kicaumania yg baru yg lebih istimewa kwalitas burung yg dibawanya..
Semoga...... 

Gak ada masalah dan gak ada yang nglarang....

(Sudah diedit oleh admin untuk redaksional tanpa merubah maksud & tujuan penulisan)

Berikut adalah beberapa tanggapan dari teman-teman kicau mania dari om Beleth 13





Thursday, 5 October 2017

STUDI KASUS 5 : DIGDAYA BLACK TAIL BREEDING



Man In Black
#rockydigdaya
#muraibatunias
#ringdigdaya
#ringkombat
#padepokanbala6
#jakartatimur
#beautifulindonesia

Breeding Murai ekor hitam itu banyak tantangannya.
Selalu dikonotasikan dengan breeding recehan, kenapa? Karena memang harga indukannya dihargai pelomba lebih rendah dibanding Murai batu "medan". Walau Punya prestasi yang setara bahkan lebih.
Dibanding Murai Batu mancanegara yang dilabeli "strip medan" saja kalah harga bahannya.

Padahal bila Kicau Mania Nusantara mau jujur, Murai Batu ekor hitam atau yang sebutan kerennya Murai Batu Black Tail (MBBT), punya banyak sekali kelebihan yang spesifik yaitu:
1. Pintar menyerap suara burung isian
2. Karakter suara tajam.
3. Bandel, cepat  beradaptasi dengan suasana baru.
4. Fighter sekali, gaya main ngotot & provokatif.
5. Settingan Lomba yang sederhana.
6. Asli kepulauan Nusantara untuk yang non gembung.

PB6, sejak dari awal berdirinya sudah mengkoleksi jantan jawara lomba MBBT asli asal hutan yang kemudian kami usahakan untuk ditangkaran galur murni dengan betina MBBT asli hutan juga yang di seleksi ketat dari lebih dari 50 kandidat. Tapi ternyata memang tak semudah sekedar niat baik saja. Entah seperti pria WNI yang suka Cewek yang putih kinclong, Kebanyakan jantan MBBT di PB6 lebih suka dijodohkan dengan betina MBWT. Ngezelin banget.
Alhasil sampai tahun 2017, untuk jalur hitam, kami cuma punya sekitar 10 betina galur murni MBBT  ring digdaya yang kesemuanya adalah berasal dari MBBT Nias bernama PROVOKATOR. Selebihnya kami mengkoleksi betina silangan jantan MBBT vs betina MB Bahorok trah REOG.

Secara kasat mata betina- betina ini sudah melampaui katuranggan dari ibunya. Bahkan untuk volume bisa dibilang 2 level diatas. Lumayan bisa dijadikan basic blood galur murni hitam untuk tahap selanjutnya

Untuk jantan, terus kami jaga asa pada blue print breeding ring digdaya : postur besar, suara cetar, sorot mata gahar, karakter sangar.

Baik jalur Murni maupun silangan, hasil anakan jantan MBBT  cukup memuaskan. Sebagian sudah eksis dengan prestasi digantangan Kelas latber dan latpres. Untuk kualitas anakan betinanya, evaluasi bisa dilakukan dari pantauan F2 nya. Sementara cukup menjanjikan dilihat dari katurangganya.

Kedepan dengan modal stok betina F1 Provokator yang akan dicoba upgrading Galur Murni Trah Jawara MBBT lewat Pejantan ROCKY & CEMANI. Khusus ROCKY dengan ekor yang mendekati 20cm sasarannya adalah F2 ekor hitam postur besar dengan ekor agak panjang mendekati 20cm.
Nantinya untuk F3 semoga segera bisa bergabung ke PB6 dalam squad Pejantan Ring Digdaya MBBT asli hutan berprestasi kriteria khusus dengan ekor 20cm-24cm.
Alhamdulillah sudah ada pandangannya.

Idaman hati bila bisa hasilkan....
Murai batu ekor hitam bodi traktor, gacor dar der dor, durasi anti kendor, gaya main aktif ngeply ekor sampai tekor.

Aamiin ya Robbana.

Tuesday, 26 September 2017

PERJODOHAN MURAI BATU ALA DIGDAYA

Berbicara urusan hati memang tidak bisa dipaksakan, ungkapan tersebut ternyata berlaku juga untuk burung, tak terkecuali burung murai batu.




Padepokan Bala6 (PB6) Ring Digdaya memiliki cara tersendiri dalam hal menjodohan murai batu ini. Dalam 4 tahun terakhir, sedikitnya kami telah berhasil menelurkan ratusan anakan murai hasil perkawinan dari indukan pejantan jawara & betina trah jawara hasil perburuan dari gantangan lomba kicau. Intinya, perjodohan murai bisa dilakukan sesuai dengan keinginan si empunya. Jadi, jika si owner ingin mengawinkan langsung betina berbadan besar dengan jantan suara lantang, itu sah-sah saja terjadi.

Selain jodoh betina pilihan si empunya, si Pejantan jawara juga berhak memilih pasangannya sendiri. Caranya yakni dengan menganut perbandingan 1 jantan untuk 4-5 betina. Ya, 1 jantan dikelilingi 5 betina yang masing-masing dipisahkan oleh sangkar yang berbeda. Dari perbandingan itulah kami dapat melihat si jantan akan lebih condong ke sudut yang mana. tidak perlu waktu lama, dalam 1-2 jam saja Murai batu jantan jawara itu sudah akan terlihat condong pada betina tertentu, maka  akan kami pisahkan selama beberapa hari untuk memastikan lagi tentang pilihannya, sebelum masuk ke tahap berikutnya

Pertimbangannya adalah, dengan tidak memaksakan jodoh si burung, burung akan merasa lebih "happy" dan "ikhlas". Dan berdasarkan pengalaman selama 4 tahun ini, hasil anakannya terbukti punya kualitas relatif lebih bagus dibanding dengan perjodohan 1 vs 1.


Dipandang dari sisi burung, jelas secara alamiah pejantan jawara bisa melihat mana betina yang lebih "horny" atau secara fisik lebih sehat dan lebih punya kualitas yang dibutuhkan. Karena secara naluriah setiap makhluk punya kecendrungan untuk memperbaiki kualitas genetik keturunannya masing-masing dengan memilih pasangan yang terbaik, terkuat, tersehat dan punya kelebihan yang dapat mengisi kelemahannya.
 
Setelah indukan jantan dan betina terlihat mulai ada ketertarikan satu sama lain, dempetkan kedua kandang selama 1 minggu. Selama proses tersebut, berikan obat dan vitamin untuk merangsang gairah seksual dan vitalitas burung sehingga proses perkawinan bisa dipercepat. Lebih lanjut, dengan meletakan wadah pakan di sisi kandang yang berdekatan antar sangkar, akan mendorong 2 individu  burung untuk saling mendekat sehingga akan makin sering berinteraksi.
 

Di tahap ini bukan masalah suka sama suka lagi, tapi lebih pada menyesuaikan tingkat birahi ke dua individu tersebut. Tingkat birahinya harus sama dulu agar proses perkawinan bisa lancar. Kalau belum sinkron, dampak yang bisa terjadi yang paling ringan adalah waktu tunggu yang lama dari pasangan ini sejak masuk kandang sampai mulai terjadi perkawinan dan menghasilkan telur. Sampai bosan si breeder memberi makannya. Atau yang sering terlihat adalah si betina mengejar si jantan atau sebaliknya si jantan mengejar-ngejar betina dan yang terparah adalah terjadinya kematian si betina, akibat dibantai oleh jantan yang terlalu agresif. Pernah terjadi juga jantan di bantai betina, tapi sangat langka.
 

Bagaimana mengetahui tingkat birahi jantan & betina telah sama?
Tingkat birahi indukan yang telah sama tersebut bisa dilihat dari cara tidur burung yang sudah berdekatan, meski masih berbeda sangkar. Jika tingkat birahi telah sama dan telah satu frekuensi, barulah murai jantan dan betina dimasukan dalam 1 kandang secara bersamaan.

Sejak dimasukan ke dalam satu sangkar dan kawin, indukan betina paling cepat akan bertelur 5- 10 hari kemudian dengan catatan tidak terjadi hal-hal yang menjadi penghalang terjadinya perkawinan murai batu yang akan kami terangkan pada artikel yang lain.

Selamat mencoba

Monday, 10 April 2017

MURAI BATU KEGEMUKAN / OBESITAS


Apa pendapat kita ketika melihat gambar diatas? seekor murai batu yang sehat, segar, gacor dan menyenangkan sekali untuk dilihat bukan? Tapi saat ditangkap dan diperiksa secara lebih detail, ternyata Si REOG - murai batu asli hutan asal Bahorok Sumatera utara diatas mengalami gejala kegemukan / obesitas sebagaimana gambar dibawah ini.


Terlihat jelas benjolan yang merupakan gumpalan lemak yang menumpuk dibawah permukaan kulit murai batu. Biasanya benjolan lemak ini terkonsentrasi di dada, diperut dan dileher murai batu. Gejala kegemukan sering terjadi pada murai batu yang menjadi indukan di penangkaran. Ini akibat dari pola diet yang dilepas bebas dimana makanan alami berprotein tinggi disediakan melimpah di tempat pakannya yang umum diberikan oleh peternak. Kegemukan jarang ditemukan pada murai batu lomba atau murai batu rawatan rumahan. Ini karena pakan yang diasup oleh murai batu  lebih terkontrol dietnya dan karena umumnya makanan utama yang tersedia adalah poer racikan pabrik yang sudah ditakar kecukupan gizi, mineral dan vitamin yang terkandung didalamnya. Dengan arti kata poer pakan racikan pabrikan dijadikan makanan harian untuk burung kicau. Sebab itulah pakan alami seperti  jangkrik, cacing, kroto, ulat hongkong, ulat kandang dan beberapa varian makanan alami lain populer disebut sebagai Extra Fooding (EF) atau makanan tambahan.  

Efek dari  kegemukan pada murai batu beragam; yang paling kasat mata adalah penurunan aktifitas individu murai batu sehingga terpantau kurang sehat dan malas terbang. Untuk murai batu yang dijadikan indukan di penangkaran, secara langsung juga akan berpengaruh pada produktifitasnya. Sering terjadi kasus telur yang zonk atau gagal menetas karena proses pembuahan yang tidak sempurna atau bahkan tidak dibuahi sama sekali. Murai batu yang gemuk juga rawan terkena penyakit terutama penyakit yang terkait pernafasan.

Saat murai batu mengalami kegemukan maka ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Diantaranya yaitu: 


1. Diet Ketat
 
Cara yang paling umum adalah dengan menerapkan diet yang ketat berupa pengurangan EF sampai ketitik yang paling rendah yang bisa diterapkan pada murai batu. Pada beberapa kasus sampai hanya 1 ekor jangkrik saja setiap hari agar makanan utama hariannya adalah poer. Metode ini pada intinya adalah untuk mengurangi asupan protein yang berlebihan dengan mengandalkan keseimbangan gizi pada poer. Singkatnya secara alami metabolisme tubuh murai akan mengambil cadangan lemak yang tertimbun dibawah kulit sebagai pengganti protein yang berkurang drastis.

2. Penjemuran

Cara lain adalah dengan melakukan penjemuran dibawah sinar matahari langsung. Metode yang diajarkan oleh senior breeder om David Soesilo - DVD BF Kudus ini bertujuan untuk memacu metabolisme tubuh murai agar berjalan lebih cepat sehingga lemak yang tertumpuk bisa cepat terkikis. Di PB6 Jakarta penjemuran murai yang kegemukan dilakukan saat cuaca panas dari jam 9 pagi sampai jam 12 siang atau jam 12 siang sampai jam 3 sore
Sebagai catatan, hati hati menerapkan penjemuran untuk jenis murai batu ekor hitam. Murai jenis ini biasanya tidak sekuat murai batu ekor putih asal Sumatera saat dijemur. Bijaksanalah dalam melihat situasi cuaca harian dan membaca kondisi murai yang sedang dijemur dibawah terik matahari. Jangan sampai terlalu berlebihan sehingga malah membuat murainya drop kondisinya.

3. Pengumbaran 

Jika lahan memungkinkan buatlah umbaran. Fasilitas ini ibarat sarana olah raga buat murai. Pada dasarnya murai batu memang bukan burung penerbang jarak jauh dan juga bukan sejenis pelari marathon yang kuat terbang lama seperti merpati.  Umbaran sepanjang apapun tetap akan berguna sebagai arena terbang horizontal yang ideal, makin panjang tetap makin baik. Makin teratur diumbar makin baik buat murai yang mengalami problem kegemukan.

4. Pembedahan  

Tumpukan lemak yang yang ada dan terlihat sebenarnya terkonsentrasi di bawah kulit ari murai batu. Seringnya ada di bagian tubuh sekitar leher, dada dan perut murai batu. Jika teman-teman murai mania cukup punya keberanian dan ketabahan dalam mengambil resiko, maka bisa uji adrenalin dengan melakukan pengirisan tipis pada permukaan kulit perut, dada atau leher murai yang menggelembung putih terisi lemak untuk mengeluarkan isinya. Setelah lemak dibersihkan, maka bekas irisan tersebut bisa diberi antiseptic dan si murai di minumkan antibiotic seperlunya. Jika lancar maka ini adalah cara yang paling efisien dan cepat dalam mengatasi murai batu yang kegemukan/obesitas. Setahu saya yang memperkenalkan pertama kali secara luas metode pembedahan ini adalah mendiang Koh Abun, seorang legend breeder murai batu di Jakarta.

5.  Kombinasi
 
Yang diterapkan di PB6 Ring digdaya adalah metode kombinasi cara 1,2 & 3. Pertama sekali murai batu yang kegemukan, biasanya si Pejantan kami angkat dari kandang tangkaran dan masukkan kandang bulat soliter. Kemudian sesuai kondisi dan situasi yang ada langsung dilakukan penjemuran dan diet pakan. Diet dan penjemuran ini bisa dilakukan bertahap. Misalnya dengan jadwal sebagai berikut :
H 1 : 5 Jangkrik/hari dan Jemur 30 menit
H 2 : 4 Jangkrik/hari dan jemur 45 menit
H 3 : 3 Jangkrik/hari dan jemur 60 menit
H 4 : 2 Jangkrik/hari dan jemur 75 menit
H 5 : 1 Jangkrik/hari dan jemur 90 menit
H 6 : 1 Jangkrik/hari dan jemur 120 menit
H 7 dst sama dengan H 6

Jika ada, penggunaan umbaran sangat direkomendasikan.



Dengan cara kombinasi yang digunakan di PB6, berdasarkan pengalaman diperlukan waktu 7 sampai 40 hari untuk mengembalikan kondisi murai batu yang kegemukan ke kondisi yang ideal untuk masuk tangkaran kembali.   

"Berternak Murai Batu itu kuncinya adalah Kesabaran"