Friday, 26 July 2013

MURAI BATU THAILAND

Sebagaimana saudaranya di Sumatra - Indonesia, Murai Batu Thailand banyak ditemukan di hutan hujan dengan sebaran yang luas. Mulai dari pesisir berawa sampai dataran tinggi 1,500 m dpl.
Mulai dari Thailand Selatan yang berbatasan dengan Malaysia sampai dengan Thailand Utara yang berbatasan dengan Laos, Kamboja dan Myanmar. Ini karena masih banyak Taman Nasional di Thailand yang menjadi pusat konservasi MB

Berikut ini adalah Murai batu asal Thailand yang di koleksi oleh Padepokan Balak. Bercirikan postur yang relatif lebih besar dibanding dengan MB Sumatra pada umumnya. Ciri lainnya adalah bulu yang kebiruan saat tertimpa sinar matahari. Merata dari kepala sampai ke ujung ekornya. Ekor terlihat lebih berisi (tebal) dibanding dengan MB jenis lainnya. 

Gambar diatas adalah gambar yang diambil dari kandang Tangkaran Padepokan Balak. Yaitu sepasang Murai Batu Thailand; jantan bernama Sukhothai dengan ekor sedang 18cm dan bekarakter sangat fighter dan bervolume sangat keras. Betina adalah Betina ring Vegasus yang merupakan anakan hasil perkawinan pejantan Sumatera bernama PUSAKA dengan betina asli Thailand bernama XENA. Kode ring trotol : DIGDAYA - THAI

Saturday, 20 July 2013

MURAI BATU NIAS RAJA



Murai Batu Nias Raja adalah varian dari MB BT (ekor hitam) asal P.Nias dan P.Mentawai. Yang pernah saya lihat  bercirikan adanya titik / spot /pentol putih yang cukup besar dengan diameter lk.0.5cm. 
 Gambar diatas adalah MB Sabang bernama F4NTASTIC 4 yang merupakan indukan dari Padepokan Bala6 dengan kode ring trotolan DIGDAYA F4N

MB ini dipasaran dalam kondisi masih bahan diharga sedikit lebih mahal dibanding MB BT biasa. Semata karena eksotisme pola ekor balaknya dan ukuran ekornya yang berada dikisaran 17-20 cm lebih panjang dari pada rata-rata MB BT yang rata-rata 12-17 cm. 

Gambar MB BT Nias Raja

Jika di perhatikan lebih rinci terlihat gap antar ujung ekor terakhir jauh lebih panjang dengan gap antar ujung ekor lain diatasnya.

Sebagai mana layaknya istilah MB Lampung dan MB Lampung Super, Nias Raja sendiri sebenarnya adalah istilah bakul/pedagang untuk membuat separasi harga antara BT ekor panjang dengan BT ekor pendek, dimana MB ekor pendek disebut sebagai MB Nias/ MB Aceh sementara yang berekor panjang disebut sebagai MB Nias Raja. Jadi kemudian yang terjadi adalah semua BT berekor panjang tak peduli asalnya disebut oleh pedagang sebagai Nias Raja. Kebetulan MB ekor panjang BT didominasi oleh MB Sabang & MB Lempuyang dengan pola ekor balak-nya yang makin lama makin terkenal. Makin hari istilah Nias Raja sebagai pembeda BT ekor panjang makin tersingkir dengan kehadiran istilah baru MB Balak. Saya pribadi mengamati karena tujuan komersial yang makin kencang, penggunaan istilah NIAS RAJA makin ngawur dan asal disematkan pada setiap MB BT berpola ekor balak, tak peduli berapa panjang ekornya. Mungkin saja saya salah. tapi demikianlah fakta yang saya alami selama berkutat hunting MB di pasar burung atau di jual beli online.

Jadi kalau membeli burung untuk hobby rumahan lebih baik didasarkan atas dasar kesukaan saja. Kalau suka bayar. Soal istilah pedagang anggap saja pemanis dan penyedap yang asyik.
 

Friday, 19 July 2013

MURAI BATU NIAS

Murai Batu ekor hitam/Blacktail atau sering disebut sebagai MB BT identik sebagai Murai Batu endmik kepulauan. Bisa ditemukan di Pulau Sabang, Pulau Breuh, Pulau Simeuleu, Pulau Lasia, Pulau Babi, Pulau Nias, kepulauan Pagai/Mentawai, Pulau Enggano dan beberapa pulau kecil lain sekitar Pulau Sumatra bagian Lautan India.
Pulau Nias sendiri merupakan pulau yang cukup besar dengan kondisi geografis yang lengkap dari pesisir/rawa, dataran rendah dan pegunungan dengan hutan-hutan tropis yang lebat.Kondisi alam daratan Pulau Nias sebagian besar berbukit-bukit dan terjal serta pegunungan dengan tinggi di atas laut bervariasi  antara 0-800 m, yang terdiri dari dataran rendah hingga bergelombang sebanyak 24% dari tanah bergelombang hingga berbukit-bukit 28,8% dan dari berbukit hingga pegunungan 51,2% dari seluruh luas daratan. Akibat kondisi alam yang demikian mengakibatkan adanya 102 sungai-sungai kecil, sedang, atau besar ditemui hampir diseluruh kecamatan. Topografi yang sangat disukai oleh murai batu untuk berkembang biak.

Gambar diatas adalah MB betina BT asli Nias bernama si Macho. Saat ini ditangkarkan dengan trotolan kode ring DIGDAYA PRO 

Pulau Nias beriklim tropis dengan curah hujan yang cukup tinggi yaitu mencapai 2.927,6 mm pertahun sedangkan jumlah hari hujan setahun 200-250 hari atau 86 %. Kelembaban udara rata-rata setiap tahun antara 90 %, dengan suhu udara berkisar antara 17,0ºC – 32,60ºC. Keadaan iklim Pulau Nias di pengaruhi oleh Samudra Hindia. Suhu udara dalam satu tahun rata-rata 26°C dan rata-rata maksimum 31°C. Kecepatan rata-rata dalam satu tahun 14 knot/jam dan bisa mencapai rata-rata maksimum sebesar 16 knot/jam dengan arah angin terbanyak berasal dari arah utara. Iklim ini mungkin yang menyebabkan makanan alami yang melimpah yaitu serangga. Hal ini yang mungkin menyebabkan MB BT asal Nias biasanya berpostur besar mendekati ukuran MB ekor  putih Sumatra pada umumnya.

Gambar diatas adalah MB BT asli Nias berbody bongsor asal daerah Gunung Sitoli bernama Voldemort atau biasa di panggil Voldie. MB Prestasi Latberan Lokal yang saat ini masih menjadi jantan indukan di Padepokan Bala6 - Jakarta dengan kode ring DIGDAYA VOL.

Kelebihan MB Nias dari MB BT yang lain adalah pada volumenya yang tembus (hampir merata) dan postur tubuh yang besar memanjang.
Gambar diatas adalah MB BT asli Nias berbody bongsor asal daerah Teluk Dalam bernama Provokator atau biasa di panggil Provo. MB dengan isian cililin yang provokatif dan dikeluarkan secara aktif sesuai namanya.Provo saat ini masih menjadi jantan indukan di Padepokan Bala6 - Jakarta dengan kode ring DIGDAYA PRO

Gaya mainnya rata-rata atraktif dengan memainkan ekornya naik turun dan terkadang-kadang seperti menari-nari ditangkringannya. tapi yang Jelas BT Nias selalu menyemprotkan isiannya langsung berhadapan dengan musuhnya.

MURAI BATU BALAK 2

Murai Batu Balak 2 merupakan variasi dari keanegaraman hayati MB Kepulauan. Bisa ditemukan di hampir semua pulau sekitar P.Sumatra sisi Samudra Indonesia termasuk didalamnya Weh, Breuh, Nias, Semeuleu, Pagai/Mentawai, Enggano, Lasia, Lamno, Nasi dsb. Bisa juga merupakan hasil persilangan MB Ekor hitam dengan MB Ekor putih.

Gambar MB diatas ini merupakan MB Balak 2 hasil penangkaran Yaqisa BF Harapan Indah Bekasi hasil dari persilangan antara MB jantan BT dengan betina ekor putih Sumatera. Diberi nama Rengganis dan sekarang menjadi salah satu betina indukan di Padepokan Bala6 - Jakarta.

MURAI BATU BALAK 8

Murai Batu Balak 8 lagi-lagi merupakan bentuk variasi dari keanekaragaman hayati MB kepulauan. Bisa ditemukan di P.Weh, P. Breuh di provinsi NAD. Beberapa MB Pesisir Pulau Sumatra di NAD dan Sumatra Utara pernah ditemukan mempunyai pola ekor seperti ini.  Salah satunya adalah MB pesisir dari daerah Lamno.


Gambar MB diatas ini merupakan MB Sabang yang dibawa dulu sekali sebagai oleh-oleh pulang ke Jawa dari seorang aparat yang bertugas di Sabang.MB Balak 8 ini kami beri nama KuDeTa dan sekarang menjadi salah satu Jantan indukan di Padepokan Bala6 - Jakarta dengan kode ring DIGDAYA KDT

Dari pengalaman kami selama ini di Padepokan Bala6, MB balak 8 sering muncul sebagai hasil silangan antara MB Balak 6 vs MB Medan.Ini kasus yang kami amati dari anakan jantan Nakula (lempuyang Balak 6) vs betina May Lady (medan)
Gambar MB diatas ini adalah anak dari Nakula dengan kode ring DIGDAYA NKL 001 / YAQISA 096 yang diberi nama Commando oleh pemiliknya, Mas Adi Wicaksono di Depok. Terlihat bahwa ekornya mengikuti pola ekor balak 8 yang merupakan perpaduan pola ekor induk jantan & betina. Semoga Padepokan Bala6 dapat melanjutkan produksi serial balak 8 ini.

MURAI BATU BALAK 4

J4ck Sparrow - Jantan indukan  di Padepokan Bala6 Jakarta dengan trotolan berkode ring DIGDAYA JS

Murai batu dengan pola ekor 4 titik besar seperti ini adalah salah satu variasi pola ekor dari MB Sabang atau MB Lempuyang. Ternyata keanekaragaman hayati species ini demikian besar, karena dalam satu pulau saja bisa ditemukan ciri pembeda yang jelas. Dari postur besar/kecil, ekor kaku/lemas, ekor panjang/pendek atau kaki hitam/merah muda. Rata-rata MB Sabang adalah berekor lemas dengan panjang minimal 18 cm dan berpostur kecil/sedang dengan suara yang kristal. 
 Siu Lan Jin - Jantan indukan  di Padepokan Bala6 Jakarta dengan trotolan berkode ring DIGDAYA SIU. Saat ini masih rajin "Ngamen" di latber lokalan
Kondisi Murai batu Sabang saat ini di habitatnya sudah mulai langka dan sudah dilarang untuk dibawa keluar dari wilayah NAD. Murai Batu indukan di Padepokan Bala6 ; J4ck Sparrow/JS adalah contoh yang sangat mewakili untuk karakter suara MB Sabang yang super kristal. Sementara Siu Lan Jin B4yonet walau tidak se bening JS tapi mempunyai karakter suara yang melengking seperti peluit.. nyelekit dikuping.


 B4yonet - Jantan indukan  di Padepokan Bala6 Jakarta dengan trotolan berkode ring DIGDAYA B4Y

MURAI BATU BALAK 6

Padepokan Bala6 menangkarkan murai batu balak 6 yang berasal dari Pulau Weh NAD yang terkenal dengan sebutan MB.Sabang dan asal P.Breuh NAD yang populer dikalangan kicau mania sebagai MB. Lempuyang. Kami juga menangkarkan MB ekor hitam asal pulau Nias Sumatera Utara dan MB ekor putih Sumatra asal Aceh, Sumut, Jambi, Bengkulu dan Lampung.

Gambar diatas adalah MB Sabang Balak 6 yang saya dapat dari seorang sahabat di Banda Aceh. Ini adalah Balak 6 saya yang pertama dan saya beri nama Bala6 Racun karena memang dengan postur dan proporsi ekornya yang 23 cm membuat banyak orang keracunan mengkoleksi MB Balak. Saat ini Bala6 Racun masih menjadi jantan indukan di Padepokan Bala6 - Jakarta dengan kode ring DIGDAYA RCN.

Thursday, 18 July 2013

PADEPOKAN BALA6


DIGDAYA BIRD KEEPING belajar dari pengalaman para senior breeder - yang sudah lebih dulu sukses dengan idealismenya - sejak tahap awal berdirinya penangkaran sudah sangat memperhatikan kualitas dari indukan yang ditangkarkan. Keyakinan kami Indukan generasi pertama merupakan pondasi bagi kualitas trotolan selanjutnya.

PADEPOKAN BALA6
adalah nama tempat penangkaran dari Murai Batu RING DIGDAYA dimana ditangkarkan Murai Batu Balak dan BLack Tail asal Sabang, Lempuyang, Nias & Simeulue Serta Murai Batu Ekor putih asal Aceh, Medan, Lampung, Malaysia dan Thailand. Semoga MB Bengkulu, Jambi dan Pasaman bisa menyusul secepatnya.

MB RING DIGDAYA tahap awal akan sangat memperhatikan basic blood penurunan gen indukan berdasarkan beberapa kriteria dasar sbb:
1. Asal Habitat asli
2. Trah Indukan Betina
3. Katurangga indukan jantan & betina

4. Volume suara indukan jantan & betina

Dan kriteria tambahan sbb
5. Prestasi Indukan Jantan

6. Trah Indukan Jantan
7. Karakter suara suara indukan jantan
8. Panjang ekor indukan jantan & betina
9. Gaya main indukan jantan


Buat kami, murai batu ekor balak ,ekor hitam dan ekor putih sama berharga dan bernilainya sebagai kekayaan alam hayati dari Tuhan YME di bumi khatulistiwa. Semua jenis punya potensi untuk berprestasi di arena lomba kicau kelas lokal, regional sampai nasional.

Sambil menangkarkan MB trah jawara, kami juga akan berusaha untuk melakukan penangkaran MB Galur Murni dengan Indukan trah sesuai asal habitat yang sama untuk indukan jantan dan betinanya. Sehingga bisa memperluas alternatif silangan di F1 dan F2.




Semoga rencana bisa dilaksanakan dengan seksama dan menjadi karya nyata.Sehingga breeder & buyer sama-sama bisa terpuaskan lewat murai tangkaran yang kualitasnya memenuhi harapan sang juragan.

Salam Digdaya