Friday, 6 October 2017

BAHAYA LATENT HOBI KICAU INDONESIA - PART 1


Dibawah ini adalah tulisan yang sangat inspiratif dari sohib saya yang beken dengan nama BELETH 13 yang mengibarkan bendera DISTRICT 13 Majalengka.
Apa yang menjadi bahan tulisan adalah berdasarkan pengalamannya berkecimpung dalam hobi kicau mania terutama di Branjangan,  Murai Batu & Love Bird. Secara kebetulan dan pas sekali tulisannya sangat mewakili apa yang kami juga rasakan.

Mari simak tulisan om Beleth 13 berikut ini


#KopiBasahBasahBecekDiSelaHujanGaNiat

PS : dilarang tersinggung ataupun merasa terserang oleh postingan saya ini. mohon di maafkan saja ya om-om master suhu senior. 🙏

Harga sangkar modalnya beda-beda tipis dari pengrajin. Kwalitasnya ya 11-12 lah antara merk 1 dg merk yg lain. Tapi harga di pasaran seperti ombak laut di beda-beda lokasi. Ada yang tenang seperti di pantai utara dan ada yang tinggi seperti di pantai selatan. 

Gak ada masalah dan gak ada yang nglarang..

Penggemar kicau sudah sangat mewabah di seluruh pelosok negri. Ada yang tiba-tiba kaya karena burungnya laku mahal, ada yang selalu komplan-komplen kena goreng di salah satu event. 

Gak ada masalah dan gak ada yang nglarang...

Merk makin laris karna larisnya event, keutungan makin menggila dan kwalitas makin merosot. 

Gak ada masalah dan gak ada yang nglarang...

Pengrajin-pengrajin lokal yg tak punya merk makin sempit ruang geraknya. Menciptakan hasil karya luar-biasa sudah tak ada gunanya karena gak akan bisa terpakai di lomba bergengsi yang ada di tiap minggunya. Akhirnya ya mengeluh dan makin terlantar anak istrinya. 

Gak ada masalah dan gak ada yang nglarang...

Merk makin menggila dengan ekspansi areanya dan mencetak sendiri juri-juri di bawah benderanya. Persaingan makin runyam, boom sana dan boom sini. Di bentrokin dan di tandingin event akbarnya seperti halnya Indomart dan Alfamart yg selalu nempel kayak perangko berebut pembeli. 

Gak ada masalah dan gak ada yang nglarang...

Para panglima besar pada runtuh dan memecahkan diri mendirikan kerajaan sendiri, melatih prajurit-prajuritnya sendiri, menciptakan event sendiri, dan akhirnya pun menciptakan merk sendiri. 

Gak ada masalah dan gak ada yang nglarang...

Tapi andai saja Merk tetap berdiri murni seperti halnya merk Nike, Adidas, Puma, Reebox, dll yang tetap sendiri tapi mensponsori klub bola pasti akan lebih terorganisir dan melahirkan yang namanya pertunjukan penuh kwalitas.
Misalkan, Event Organizer (EO) kicau berdiri sendiri seperti halnya sebuah Production House (PH) yg di kontrak oleh TV atau menawarkan event ke TV, pasti akan melahirkan sebuah event yang istimewa. Tiap EO akan meramu sebuah KONTES BURUNG dengan sistem yang terkoordinir matang, dengan juri yang memang dahsyat dan kemasan yang menarik. Karena EO perlu sponsor dari salah satu merk untuk menggelar acaranya dan skaligus di pilih oleh kicaumania untuk merapat. EO akan berdiri sendiri, bahkan juri pun ada agen-nya sendiri untuk di rekrut EO di event-nya. Si Merk berada di balik layar untuk mengawasi kwalitas kerja si EO dan kicaumania menjadi penentu hebat dan tidaknya EO masing-masing.

Jangan sampai EO pun akhirnya menciptakan merk untuk memonopoli lomba, karena kwalitasnya tentu gak akan menjadi fokus utama, fokus utama adalah merk nya laris manis dengan banyaknya peraturan WAJIB merk. Akhirnya kesimpulan kwalitas sudah tidak-ada. Yang ada adalah "seng penting laris".

Andai EO berdiri sendiri, Merk mensponsori pasti akan melahirkan kwalitas pertunjukan yg menawan. Pengrajin sangkar pinggiran berkesempatan tetap bisa hidup. Mungkin bila ada sponsor tunggal, barulah ada kebijakan "Pemakai Merk" mendapatkan plus darr si Sponsor, tinggal bagaimana EO meramunya...

Kalau seperti sekarang ini, lama-lama kwalitas akan mati tapi merk-merk akan tambah banyak, dan makin runyam fenomena musuh dalam selimutnya. Sementara dengan Kwalitas juri standar-standar saja, kwalitas event juga akan standar-standar saja.

Semoga suatu saat nanti akan di bentuk EO-EO murni dan juri-juri murni yg berdiri sendiri. Karena kicaumania sekarang sudah tidak menjadi hobi murni, tapi sudah menjadi ladang sandang pangan buat sebagian orang. Dan Merk mau mensponsorinya.

Maka jaya dan tidaknya Merk akan tergantung pada kwalitasnya dan kejelian dalam mensponsori EO yg mana..

Sukses dan tidaknya EO akan tergantung pada kwalitas pengorganisasian eventnya. Jika gak bisa jaga kwalitas event, siap siap modarlah si EO..

Jaya dan tidaknya Juri/Team Juri akan tergantung kwalitas kerja yang bersangkutan di penilaiannya. Nilainya ngawur, tamatlah karirnya sebagai juri..

Kicaumania yang hobi nyogok untuk jadi juara akan tersisih dengan sendirinya dan akan melahirkan kicaumania yg baru yg lebih istimewa kwalitas burung yg dibawanya..
Semoga...... 

Gak ada masalah dan gak ada yang nglarang....

(Sudah diedit oleh admin untuk redaksional tanpa merubah maksud & tujuan penulisan)

Berikut adalah beberapa tanggapan dari teman-teman kicau mania dari om Beleth 13





Thursday, 5 October 2017

STUDI KASUS 5 : DIGDAYA BLACK TAIL BREEDING



Man In Black
#rockydigdaya
#muraibatunias
#ringdigdaya
#ringkombat
#padepokanbala6
#jakartatimur
#beautifulindonesia

Breeding Murai ekor hitam itu banyak tantangannya.
Selalu dikonotasikan dengan breeding recehan, kenapa? Karena memang harga indukannya dihargai pelomba lebih rendah dibanding Murai batu "medan". Walau Punya prestasi yang setara bahkan lebih.
Dibanding Murai Batu mancanegara yang dilabeli "strip medan" saja kalah harga bahannya.

Padahal bila Kicau Mania Nusantara mau jujur, Murai Batu ekor hitam atau yang sebutan kerennya Murai Batu Black Tail (MBBT), punya banyak sekali kelebihan yang spesifik yaitu:
1. Pintar menyerap suara burung isian
2. Karakter suara tajam.
3. Bandel, cepat  beradaptasi dengan suasana baru.
4. Fighter sekali, gaya main ngotot & provokatif.
5. Settingan Lomba yang sederhana.
6. Asli kepulauan Nusantara untuk yang non gembung.

PB6, sejak dari awal berdirinya sudah mengkoleksi jantan jawara lomba MBBT asli asal hutan yang kemudian kami usahakan untuk ditangkaran galur murni dengan betina MBBT asli hutan juga yang di seleksi ketat dari lebih dari 50 kandidat. Tapi ternyata memang tak semudah sekedar niat baik saja. Entah seperti pria WNI yang suka Cewek yang putih kinclong, Kebanyakan jantan MBBT di PB6 lebih suka dijodohkan dengan betina MBWT. Ngezelin banget.
Alhasil sampai tahun 2017, untuk jalur hitam, kami cuma punya sekitar 10 betina galur murni MBBT  ring digdaya yang kesemuanya adalah berasal dari MBBT Nias bernama PROVOKATOR. Selebihnya kami mengkoleksi betina silangan jantan MBBT vs betina MB Bahorok trah REOG.

Secara kasat mata betina- betina ini sudah melampaui katuranggan dari ibunya. Bahkan untuk volume bisa dibilang 2 level diatas. Lumayan bisa dijadikan basic blood galur murni hitam untuk tahap selanjutnya

Untuk jantan, terus kami jaga asa pada blue print breeding ring digdaya : postur besar, suara cetar, sorot mata gahar, karakter sangar.

Baik jalur Murni maupun silangan, hasil anakan jantan MBBT  cukup memuaskan. Sebagian sudah eksis dengan prestasi digantangan Kelas latber dan latpres. Untuk kualitas anakan betinanya, evaluasi bisa dilakukan dari pantauan F2 nya. Sementara cukup menjanjikan dilihat dari katurangganya.

Kedepan dengan modal stok betina F1 Provokator yang akan dicoba upgrading Galur Murni Trah Jawara MBBT lewat Pejantan ROCKY & CEMANI. Khusus ROCKY dengan ekor yang mendekati 20cm sasarannya adalah F2 ekor hitam postur besar dengan ekor agak panjang mendekati 20cm.
Nantinya untuk F3 semoga segera bisa bergabung ke PB6 dalam squad Pejantan Ring Digdaya MBBT asli hutan berprestasi kriteria khusus dengan ekor 20cm-24cm.
Alhamdulillah sudah ada pandangannya.

Idaman hati bila bisa hasilkan....
Murai batu ekor hitam bodi traktor, gacor dar der dor, durasi anti kendor, gaya main aktif ngeply ekor sampai tekor.

Aamiin ya Robbana.

Tuesday, 26 September 2017

PERJODOHAN MURAI BATU ALA DIGDAYA

Berbicara urusan hati memang tidak bisa dipaksakan, ungkapan tersebut ternyata berlaku juga untuk burung, tak terkecuali burung murai batu.




Padepokan Bala6 (PB6) Ring Digdaya memiliki cara tersendiri dalam hal menjodohan murai batu ini. Dalam 4 tahun terakhir, sedikitnya kami telah berhasil menelurkan ratusan anakan murai hasil perkawinan dari indukan pejantan jawara & betina trah jawara hasil perburuan dari gantangan lomba kicau. Intinya, perjodohan murai bisa dilakukan sesuai dengan keinginan si empunya. Jadi, jika si owner ingin mengawinkan langsung betina berbadan besar dengan jantan suara lantang, itu sah-sah saja terjadi.

Selain jodoh betina pilihan si empunya, si Pejantan jawara juga berhak memilih pasangannya sendiri. Caranya yakni dengan menganut perbandingan 1 jantan untuk 4-5 betina. Ya, 1 jantan dikelilingi 5 betina yang masing-masing dipisahkan oleh sangkar yang berbeda. Dari perbandingan itulah kami dapat melihat si jantan akan lebih condong ke sudut yang mana. tidak perlu waktu lama, dalam 1-2 jam saja Murai batu jantan jawara itu sudah akan terlihat condong pada betina tertentu, maka  akan kami pisahkan selama beberapa hari untuk memastikan lagi tentang pilihannya, sebelum masuk ke tahap berikutnya

Pertimbangannya adalah, dengan tidak memaksakan jodoh si burung, burung akan merasa lebih "happy" dan "ikhlas". Dan berdasarkan pengalaman selama 4 tahun ini, hasil anakannya terbukti punya kualitas relatif lebih bagus dibanding dengan perjodohan 1 vs 1.


Dipandang dari sisi burung, jelas secara alamiah pejantan jawara bisa melihat mana betina yang lebih "horny" atau secara fisik lebih sehat dan lebih punya kualitas yang dibutuhkan. Karena secara naluriah setiap makhluk punya kecendrungan untuk memperbaiki kualitas genetik keturunannya masing-masing dengan memilih pasangan yang terbaik, terkuat, tersehat dan punya kelebihan yang dapat mengisi kelemahannya.
 
Setelah indukan jantan dan betina terlihat mulai ada ketertarikan satu sama lain, dempetkan kedua kandang selama 1 minggu. Selama proses tersebut, berikan obat dan vitamin untuk merangsang gairah seksual dan vitalitas burung sehingga proses perkawinan bisa dipercepat. Lebih lanjut, dengan meletakan wadah pakan di sisi kandang yang berdekatan antar sangkar, akan mendorong 2 individu  burung untuk saling mendekat sehingga akan makin sering berinteraksi.
 

Di tahap ini bukan masalah suka sama suka lagi, tapi lebih pada menyesuaikan tingkat birahi ke dua individu tersebut. Tingkat birahinya harus sama dulu agar proses perkawinan bisa lancar. Kalau belum sinkron, dampak yang bisa terjadi yang paling ringan adalah waktu tunggu yang lama dari pasangan ini sejak masuk kandang sampai mulai terjadi perkawinan dan menghasilkan telur. Sampai bosan si breeder memberi makannya. Atau yang sering terlihat adalah si betina mengejar si jantan atau sebaliknya si jantan mengejar-ngejar betina dan yang terparah adalah terjadinya kematian si betina, akibat dibantai oleh jantan yang terlalu agresif. Pernah terjadi juga jantan di bantai betina, tapi sangat langka.
 

Bagaimana mengetahui tingkat birahi jantan & betina telah sama?
Tingkat birahi indukan yang telah sama tersebut bisa dilihat dari cara tidur burung yang sudah berdekatan, meski masih berbeda sangkar. Jika tingkat birahi telah sama dan telah satu frekuensi, barulah murai jantan dan betina dimasukan dalam 1 kandang secara bersamaan.

Sejak dimasukan ke dalam satu sangkar dan kawin, indukan betina paling cepat akan bertelur 5- 10 hari kemudian dengan catatan tidak terjadi hal-hal yang menjadi penghalang terjadinya perkawinan murai batu yang akan kami terangkan pada artikel yang lain.

Selamat mencoba

Monday, 10 April 2017

MURAI BATU KEGEMUKAN / OBESITAS


Apa pendapat kita ketika melihat gambar diatas? seekor murai batu yang sehat, segar, gacor dan menyenangkan sekali untuk dilihat bukan? Tapi saat ditangkap dan diperiksa secara lebih detail, ternyata Si REOG - murai batu asli hutan asal Bahorok Sumatera utara diatas mengalami gejala kegemukan / obesitas sebagaimana gambar dibawah ini.


Terlihat jelas benjolan yang merupakan gumpalan lemak yang menumpuk dibawah permukaan kulit murai batu. Biasanya benjolan lemak ini terkonsentrasi di dada, diperut dan dileher murai batu. Gejala kegemukan sering terjadi pada murai batu yang menjadi indukan di penangkaran. Ini akibat dari pola diet yang dilepas bebas dimana makanan alami berprotein tinggi disediakan melimpah di tempat pakannya yang umum diberikan oleh peternak. Kegemukan jarang ditemukan pada murai batu lomba atau murai batu rawatan rumahan. Ini karena pakan yang diasup oleh murai batu  lebih terkontrol dietnya dan karena umumnya makanan utama yang tersedia adalah poer racikan pabrik yang sudah ditakar kecukupan gizi, mineral dan vitamin yang terkandung didalamnya. Dengan arti kata poer pakan racikan pabrikan dijadikan makanan harian untuk burung kicau. Sebab itulah pakan alami seperti  jangkrik, cacing, kroto, ulat hongkong, ulat kandang dan beberapa varian makanan alami lain populer disebut sebagai Extra Fooding (EF) atau makanan tambahan.  

Efek dari  kegemukan pada murai batu beragam; yang paling kasat mata adalah penurunan aktifitas individu murai batu sehingga terpantau kurang sehat dan malas terbang. Untuk murai batu yang dijadikan indukan di penangkaran, secara langsung juga akan berpengaruh pada produktifitasnya. Sering terjadi kasus telur yang zonk atau gagal menetas karena proses pembuahan yang tidak sempurna atau bahkan tidak dibuahi sama sekali. Murai batu yang gemuk juga rawan terkena penyakit terutama penyakit yang terkait pernafasan.

Saat murai batu mengalami kegemukan maka ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Diantaranya yaitu: 


1. Diet Ketat
 
Cara yang paling umum adalah dengan menerapkan diet yang ketat berupa pengurangan EF sampai ketitik yang paling rendah yang bisa diterapkan pada murai batu. Pada beberapa kasus sampai hanya 1 ekor jangkrik saja setiap hari agar makanan utama hariannya adalah poer. Metode ini pada intinya adalah untuk mengurangi asupan protein yang berlebihan dengan mengandalkan keseimbangan gizi pada poer. Singkatnya secara alami metabolisme tubuh murai akan mengambil cadangan lemak yang tertimbun dibawah kulit sebagai pengganti protein yang berkurang drastis.

2. Penjemuran

Cara lain adalah dengan melakukan penjemuran dibawah sinar matahari langsung. Metode yang diajarkan oleh senior breeder om David Soesilo - DVD BF Kudus ini bertujuan untuk memacu metabolisme tubuh murai agar berjalan lebih cepat sehingga lemak yang tertumpuk bisa cepat terkikis. Di PB6 Jakarta penjemuran murai yang kegemukan dilakukan saat cuaca panas dari jam 9 pagi sampai jam 12 siang atau jam 12 siang sampai jam 3 sore
Sebagai catatan, hati hati menerapkan penjemuran untuk jenis murai batu ekor hitam. Murai jenis ini biasanya tidak sekuat murai batu ekor putih asal Sumatera saat dijemur. Bijaksanalah dalam melihat situasi cuaca harian dan membaca kondisi murai yang sedang dijemur dibawah terik matahari. Jangan sampai terlalu berlebihan sehingga malah membuat murainya drop kondisinya.

3. Pengumbaran 

Jika lahan memungkinkan buatlah umbaran. Fasilitas ini ibarat sarana olah raga buat murai. Pada dasarnya murai batu memang bukan burung penerbang jarak jauh dan juga bukan sejenis pelari marathon yang kuat terbang lama seperti merpati.  Umbaran sepanjang apapun tetap akan berguna sebagai arena terbang horizontal yang ideal, makin panjang tetap makin baik. Makin teratur diumbar makin baik buat murai yang mengalami problem kegemukan.

4. Pembedahan  

Tumpukan lemak yang yang ada dan terlihat sebenarnya terkonsentrasi di bawah kulit ari murai batu. Seringnya ada di bagian tubuh sekitar leher, dada dan perut murai batu. Jika teman-teman murai mania cukup punya keberanian dan ketabahan dalam mengambil resiko, maka bisa uji adrenalin dengan melakukan pengirisan tipis pada permukaan kulit perut, dada atau leher murai yang menggelembung putih terisi lemak untuk mengeluarkan isinya. Setelah lemak dibersihkan, maka bekas irisan tersebut bisa diberi antiseptic dan si murai di minumkan antibiotic seperlunya. Jika lancar maka ini adalah cara yang paling efisien dan cepat dalam mengatasi murai batu yang kegemukan/obesitas. Setahu saya yang memperkenalkan pertama kali secara luas metode pembedahan ini adalah mendiang Koh Abun, seorang legend breeder murai batu di Jakarta.

5.  Kombinasi
 
Yang diterapkan di PB6 Ring digdaya adalah metode kombinasi cara 1,2 & 3. Pertama sekali murai batu yang kegemukan, biasanya si Pejantan kami angkat dari kandang tangkaran dan masukkan kandang bulat soliter. Kemudian sesuai kondisi dan situasi yang ada langsung dilakukan penjemuran dan diet pakan. Diet dan penjemuran ini bisa dilakukan bertahap. Misalnya dengan jadwal sebagai berikut :
H 1 : 5 Jangkrik/hari dan Jemur 30 menit
H 2 : 4 Jangkrik/hari dan jemur 45 menit
H 3 : 3 Jangkrik/hari dan jemur 60 menit
H 4 : 2 Jangkrik/hari dan jemur 75 menit
H 5 : 1 Jangkrik/hari dan jemur 90 menit
H 6 : 1 Jangkrik/hari dan jemur 120 menit
H 7 dst sama dengan H 6

Jika ada, penggunaan umbaran sangat direkomendasikan.



Dengan cara kombinasi yang digunakan di PB6, berdasarkan pengalaman diperlukan waktu 7 sampai 40 hari untuk mengembalikan kondisi murai batu yang kegemukan ke kondisi yang ideal untuk masuk tangkaran kembali.   

"Berternak Murai Batu itu kuncinya adalah Kesabaran"
 

Saturday, 8 April 2017

GALUR MURNI TRAH JAWARA MB PASAMAN

Murai batu Pasaman adalah sebuah nama yang tak perlu dijelaskan lagi dengan panjangnya kata-kata. Karena aksi dan bukti sudah banyak berbicara dengan sendirinya. Ring Digdaya bisa dibilang sangat ambisius dalam penangkaran Murai Batu Pasaman yang merupakan habitat asal banyak Murai batu Legenda. Tapi mengikuti konsep GMTJ (Galur Murni Trah Jawara) memang sangat sulit di-ejawantahkan dalam kenyataan. Investasi yang dilakukan dengan mengumpulkan betina turunan  Murai Batu Pasaman lewat jalur trah Golden Boy dan trah Rubinho indukan penangkaran ring ARCO Serang hanya menghasilkan 1 (satu) anakan betina dari perjodohan dengan Murai Batu Pasaman Barat prestasi bernama TUANKU RAO. Betina ring Digdaya TR 01, saat ini masih kami simpan sebagai stok indukan unggulan.

Harapan sempat membuncah dengan didapatkannya Murai Batu Pasaman Timur yang bernama PASTIM. Tapi Pejantan Baru ini entah kenapa tidak mampu membuahi betina Tuanku Rao Jr. Harapan mengapung lagi saat PB6 juga bisa mendapatkan anakan betina dari SI KUSUT, seekor Murai Batu Pasaman yang merupakan Murai Batu Terbaik Sumatera tahun 2011 dengan menjadi kampiun Liga BNR Sumatera. Tapi apa mau dikata saat si betina KUSUT Jr siap, tragedi terjadi : Pejantan TR mati. Alhasil PB6 hanya punya simpanan harta Karun berupa genetika pada 2 (dua) Murai Batu betina  Pasaman trah jawara.

Demi misi dan visi yang harus dituntaskan,  maka dimulailah perburuan Murai Batu Pasaman pejantan jawara yang baru. Target minimalnya setara dengan Tuanku Rao. Niat saja ternyata masih belum cukup. Makin kesini tambah susah ternyata. Bukan apa-apa, selain memang sediaan Murai Batu Pasaman asli hutan yang makin (sangat) langka, secara pribadi, selera saya terhadap kriteria unggulan Murai Batu juga sudah terbentuk menjadi makin kompleks bukan sekedar syarat ke prestasi atau fokus ke level volume saja, tapi juga sangat mementingkan katurangga dari Murai Batu calon indukan Ring Digdaya itu sendiri. Ini tidak lepas dari blue print penangkaran yang ingin menghasilkan Murai Batu lomba yang enak dipandang mata sekaligus mantap untuk dibawa ke arena sebagai gaco andalan utama. Semoga perfectionist tidak menjadi dosa.


PARCEL saat awal datang ke Padepokan Bala6 langsung dari Padang                                                                  

Lewat seorang teman baik yang berdomisili di Kota Padang Sumatra Barat, PB6 berhasil mendatangkan seekor Murai Batu Pasaman ex-prestasi habitat Hutan Rao yang ditemukan dalam kondisi drop dan rusak parah. Beli burung tanpa mendengar bunyi, bermodalkan kepercayaan pada kawan dan kepercayaan pada pengamatan mata lewat foto saja, asli keputusan atas dasar sekedar keyakinan pada spesifikasi katurangga yang memenuhi kriteria indukan Pejantan Ring Digdaya. NEKAT



Karena didapatkannya menjelang Hari Raya Lebaran 2016 dan ciri paruh celahnya sangat menonjol maka Pejantan ini kami beri nama baru : PARCEL. Walaupun settingan EF nya aneh, karena layaknya burung Kenari, PARCEL sangat doyan telur puyuh, Tapi soal volume bisa dibilang inilah Murai Batu Pasaman dengan volume terbaik yang pernah mampir di PB6 : super kencang dengan hentakan besetan besetan tajam yang kadang mengagetkan Lebih ngeri inilah jika dibandingkan dengan TUANKU RAO, KUSUT, PASTIM dan THOR. Mental fighter-nya sebagai veteran kampiun lomba kicau juga sangat memuaskan. Memang benar lah bahwa katurangga jarang ingkar janji. Alhamdulillah.


 Proses Perjodohan : Jantan Yang Memilih Betina Pasangannya

Sampai PB6 Jakarta Parcel melakukan adaptasi cukup lama sampai kemudian mabung dan fit kembali. Waktunya kebetulan pas sekali dengan selesai mabungnya 2 calon jodohnya. Setelah proses perjodohan ala PB6 dilakukan dimana Jantan memilih sendiri jodohnya dari beberapa betina yang di sodorkan oleh breeder., ternyata Parcel memilih KUSUT Jr dibanding TUANKU RAO Jr. Di kwartal ke 1 tahun 2017 pasangan ini sudah mulai menghasilkan trotolan,

Selanjutnya kami akan berburu pejantan Murai Batu Pasaman Lagi, sehingga nanti ada lebih dari 1 pasang GMTJ MB Pasaman, sehingga genetikanya nanti bisa panjang saling silang tanpa harus melakukan inbreeding (perkawinan sedarah).



Friday, 24 March 2017

MURAI BATU PADANG SIDEMPUAN

Murai Batu asal Tapanuli Selatan dengan ibukota Kabupaten di Padang Sidempuan adalah fenomena sesungguhnya dibalik hegemoni nama murai batu Medan yang menjadi brand favorit kicau mania seputaran Asia Tenggara.

Lengkapnya bisa disimak di Link berikut : Murai Batu Medan

Perburuan pribadi saya terhadap Murai Batu Sidempuan ini sesungguhnya sudah sangat panjang, bahkan bisa dibilang sejak awal saya mulai kepincut dengan Murai Batu. Tidak banyak hasil yang sudah didapatkan sebenarnya, karena Murai Batu Sidempuan seolah tenggelam oleh nama Murai Batu Medan yang dibesarkannya. Tidak seperti Murai Batu Pasaman, Murai Batu Mandailing Natal Murai Batu Bahorok serta Murai Batu Marike yang dulunya juga sama-sama disebut sebagai Murai Batu Medan tapi kemudian bisa mempunyai identitasnya sendiri karena banyak disebut-sebut oleh pelomba di Pulau Jawa. Sejauh ini baru didapatkan 2 Pejantan yang sangat memuaskan kriterianya yaitu THUNDER & yang terbaru adalah PENANTIAN. Keduanya di dapatkan Mr. Harjo langsung dari teman yang ada di Medan sebelum kemudian di adaptasikan di Jawa untuk ganti bulu dulu sebelum kemudian siap untuk berkarir lagi di gantangan. THUNDER masih asik buat gaco untuk ngamen cari uang pakan he.. he.. he..  sementara PENANTIAN setelah cukup stabil kondisinya dan sudah beberapa kali lolos uji gantangan sudah harus masuk kandang penangkaran dulu, sehingga ada basic blood anakan betina trah MB Sidempuan untuk nantinya dikawinkan dengan THUNDER.




Murai Batu Medan asal Hutan Pegunungan Bukit Barisan di Tapanuli Selatan yang sejak awal dibesarkan dan berkarir memburu prestasi di lomba kicau di seputaran kota kedua terbesar di Sumatra Utara : Pematang Siantar. Sempat terang benderang sinarnya sampai suatu saat sang Juragan memasrahkannya pada istrinya karena kesibukan bisnisnya. Dirawat seadanya dengan pakan poer ayam saja hariannya, lumayan merana MB jawara ini menanti kasih sayang sang Juragan.


Singkat cerita akhirnya berhasil diboyong ke tanah Jawa  dan setelah rekondisi beberapa bulan di Padepokan Malaikat Subuh Tangerang, maka diawal tahun 2016 berakhirlah "PENANTIAN" panjang murai batu ini dari kevakuman dan memulai lagi peruntungannya di gantangan.

Berkat tangan dingin master Sulistio Raharjo walau sering tanpa settingan khusus tapi saat di bawa ke gantangan sering masuk hitungan di lomba lokal di sekitaran lomba Jabodetabek... dan sering dikira si Jago Utama : Malaikat Subuh karena punya postur dan karakter ekor yang mirip ditambah lagi isian dan durasi kerja kerjanya juga tidak banyak berbeda... Maklum dirawat di dalam sasana tinju yang sama he..he..he..he

Karakteristik dari Murai batu asal Padang Sidempuan bernama Penantian ini adalah :
Volume kencang tajam melengking, dengan materi suara isian layaknya supermarket ada tembakan Cililin, Siri-Siri, Rambatan, Gereja tarung, Love Bird, Tengkek Buto, Srindit dan kasaran suara Balangkrek & Cucak Jenggot.
Dominan : Jangkrik, Tengkek & Elang
Gaya main full Ngeplay aktif di tangkringan atas.
Istimewa terutama di durasi. 10/14 deh jika dibandingkan dengan Malaikat Subuh
Ekor 20cm
Usia 4 tahun
Prestasi saat di tangan masih sekedar lomba Latber/Latpres lokalan saja.





Saturday, 18 February 2017

PENANGANAN MURAI BATU MABUNG

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Bagi pecinta burung kicau, pergantian bulu pada si 'gacoan' merupakan momok yang tak dapat dihindari. Tak jarang ketika burung masuk fase pergantian bulu, perilaku dan tingkah lakunya berubah, seperti kurang atraktif dan nafsu makan menurun.

Momok tersebut disikapi Iswahyu Wiwoho, seorang peternak burung murai asal Buaran, Duren Sawit, Jakarta Timur, dengan dua metode yang intinya membantu burung melewati fase mabung (pergantian bulu-red).

Cara pertama dengan pemberian pakan yang mengandung protein tinggi seperti ulat Hongkong secara berkala dengan porsi yang terukur.

“Konsepnya adalah supaya si burung kelebihan protein, sehingga bulu baru akan lebih cepat mendorong bulu lama untuk keluar sehingga proses pergantiannya cepat, jadi pemberian pakannya lebih di jor ke pakan yang mengandung protein tinggi,” beber Iswahyu kepada JITUNEWS.COM.

Cara kedua yakni dengan sengaja membuat burung menjadi drop, seolah-olah membentuk keadaan agar burung itu pasrah dengan kondisi yang menimpa dirinya. Aplikasinya, Iswahyu tidak memberikan pakan macam-macam kepada murai, pakan hanya berupa pur saja. Dengan begitu bulu lama juga akan keluar dengan cepat.

“Jadi ada dua cara, tinggal pilih mau pakai cara yang mana. Jangan setengah-setengah menjalankannya nanti hanya membuat burung semakin lama melewati fase pergantian bulu,” papar Iswahyu.

Usai mabung, lanjut Iswahyu, tak sedikit murai yang akan mengidap gejala stres. Perilaku tersebut dapat dilihat dari murungnya murai kendati bulu baru telah tumbuh. Untuk memulihkan kesehatannya, Iswahyu tak mengedepankan lagi penggunaan obat-obatan tapi dengan metode relaksasi menggunakan air mancur. Suara yang dihadirkan air mancur dipercaya dan memang telah terbukti mampu membangkitkan dan menyehatkan murai seperti sedia kala.

untuk lebih lengkapnya artikel wawancara diatas bisa dibuka di:

@jitunews http://www.jitunews.com/read/28692/tips-jitu-tangani-murai-mabung-ala-iswahyu-wiwoho#ixzz4Z54TXRvb

Saturday, 7 January 2017

BALROCK : SINGKATNYA USIA, PANJANGNYA SILATURAHMI

Bernostalgia saat awal bersentuhan dengan jenis burung Murai Batu, saya langsung jatuh cinta pada Murai Batu Sabang karena ekornya yang unik dengan pola ekor putihnya yang cantik membentuk barisan 3 pasang bulatan sejajar mirip kartu domino. Dari situlah mungkin timbulnya istilah "ekor balak" dikalangan para pencinta murai. Maka dimulailah petualangan saya untuk mengkoleksi murai balak ini. Belakangan saya baru tahu bahwa varian balak tidak hanya murai batu dengan 6 spot putih tapi ada 4 spot dan ada 2 spot juga. bahkan kemudian muncul istilah balak 8 dan balak 10 karena ada ditemukan murai-murai dengan variasi seperti itu. Tapi buat saya yang terindah dan orisinil untuk murai batu balak buat saya adalah murai batu dengan pola ekor balak 6. Makin ditekuni hobby ini saya makin tahu bahwa khusus untuk murai batu balak dari dua habitat utama yaitu Pulau Weh dan Pulo Aceh  di NAD, maka murai batu balak 6 dominan terdapat pada murai batu asal dari Pulo Aceh (MB Lempuyang) dan balak 4 dominan terdapat pada Murai batu asal Pulau Weh (MB Sabang).

Salah satu koleksi murai batu Sabang koleksi Padepokan Bala6 adalah seekor murai batu dengan postur langsing panjang dengan corak bulu blorok. Bisa dibilang nyentrik sekali kombinasi keunikan ekor balak 6 dengan kelainan pada bulu blorok - bercak putih tak beraturan pada sekujur muka dan tubuhnya. Karena itulah murai batu ini kami beri nama BALROCK singkatan dari kata Balak 6 & Blorok.


Menjadi lebih istimewa karena ternyata selain Balrock unik penampakannya ternyata juga punya kualitas suara diatas rata-rata murai batu lain yang kami miliki sebelumnya. Karakter  suara yang nyelekit garing ditimpali level volume yang juga ciamix menjadikan Balrock sangat mudah dikenali  hanya dengan indra pendengaran saja.  Menjadi berkah tersendiri karena info tentang Balrock kami dapatkan dari seorang kenalan di gantangan lomba  yang mengarahkan pada pemiliknya yang kemudian menjadi sahabat saya sampai sekarang.

Balrock belum pernah kami bawa ke gantangan, entahlah saat ada ditangan para pemilik sebelumnya.Tapi mengamati karakteristik unggulan yang dimiliknya saya sangat bernafsu untuk menjodohkannya dengan betina pilihan terbaik yang PB6 punya. Banyak betina ring kondang yang coba kami jodohkan : Betina Ring Arco, Betina Ring Yaqisa, Betina Ring Delta kurang bagus apanya lagi coba?. Tapi ternyata jodohnya ada pada Betina Ring Rejo trah Gerandong. Alhamdulillah produksinya lumayan lancar sampai 14 ekor. Anakan jantannya rata-rata berpostur mirip induk betinanya : besar dengan ekor panjang dan berpola ekor medan. Untuk volume yang terpantau karakteristiknya menurun dari Balrok : nyelekit tajam dengan volume yang sangat memuaskan. Sementara anakan betina pasangan ini mirip Balrock posturnya : kecil langsing tapi pola ekor medan ikut ibunya. Bisa disimpulkan bahwa konsep "Criss Cross" dalam penurunan genetika ternyata berlaku dan hipotesa Mr. Delta selama ini bahwa genetika dari induk betina Murai batu lebih dominan dari genetika indukan jantannya bisa kami katakan terbukti di Padepokan Bala6 (PB6).
                                 Murai Batu Balak 6

Betina  Ring Rejo sendiri kami dapatkan secara kebetulan dan tidak direncanakan sama sekali. Tahun 2013 Kami diajak oleh founder KOMBAT (Komunitas Black Tail) om Ismu. SE yang berdomisili di Semplak Bogor untuk meramaikan even lomba kicau nasional Piala Raja dipelataran candi Prambanan Jogja. Amunisi yang kami bawa saat itu adalah seekor MB langganan juara di Bogor dan sekitarnya yang menjelang keberangkatan salah satu ekor panjangnya lepas sehingga Gaco kami tersebut bisa dikatakan drop kondisi mentalnya. Namanya juga Team KOMBAT Nekat mau bagaimanapun tetap kami berangkat. Sampai di blok tengah oleh salah satu teman baik kami om Hardoyo - pemilik UMS (Universitas Murai Solo) - disarankan untuk datang ke om Andi Saputro pemilik REJO BF yang memiliki banyak betina yang berkwalitas untuk mengangkat birahi gaco kami yang drop tersebut.

 Betina Ring Rejo Trah Grandong x Lodra x Salju

Singkat cerita team kami yang terdiri dari saya sendiri : Iswahyu, om Ismu, om Jarod, om Hardoyo dan Om Doel Latief (Balrock saya TO dari beliau)  menyambangi penangkaran MB REJO BF di desa Gondang Kabupaten Sragen. Alih-alih dipinjami, kami malah diijinkan untuk memilikinya. Dari 3 betina yang ditawarkan oleh om Andi Saputro : Trah Lodra, Trah Andromeda dan trah Gerandong, secara katurangga selera saya lebih cendrung pada yang terakhir. Mungkin karena trahnya yang sudah merupakan gabungan trah utama Ring Rejo atau mungkin juga karena bocoran informasi dari om Hardoyo bahwa Gerandong adalah MB Medan prestasi dengan perawakan yang besar dan berekor panjang 23cm. Harapannya adalah dapat meng-upgrade postur anakan jika dijodohkan dengan jantan yang berbodi langsing seperti si Balrock.

Silaturahmi di REJO BF Gondang Sragen 8 Juni 2013

Hasil dari Piala Raja Tahun itu adalah : Murai Batu  Lodra Junior besutan langsung om Andi Saputro menjuarai kelas MB Ring. Sementara MB gaco andalan kami setelah ditempel betina ternyata tetap tidak mau kerja hehehehehe. Tapi  dari sinilah dimulai persahabatan yang mendalam antar kami disetiap tahunnya saat kopdar di Piala Raja. Sungguh Silaturahmi terasa Indah sekali, kalah menang urusan belakang.


Piala Raja 2014


 Piala Raja 2015

Perjodohan Balrock dengan Grandong Jr berjalan lancar dan butuh waktu 3 bulan sebelum kemudian  bertelur yang langsung zonk di sesi pertama tapi kemudian konsisten bertelur 3 buah dn selalu netas ketiganya, Walaupun pasca panen kebanyakan anaknya mati, lebih karena masih belum matangnya ilmu perawatan trotolan yang kami miliki saat itu. Alhamdulillah saat ini sudah banyak kemajuan dalam tatalaksana pasca panen yang diterapkan di Padepokan Bala6 (PB6) Jakarta.


Om Sophian Hadiana Cikarang TO Anakan Balrock Jantan yang pertama

Di pertenghan tahun 2015 saat kemarau yang panas begitu ganas pasangan Balrock stop produksi karena jantannya mati dalam posisi angrem diglodak sarangnya dan tidak lama kemudian pasangannya yang patah hati menyusul.  Yah.. begitulah resiko dari berurusan dengan makhluk hidup, bisa sewaktu-waktu diminta kembali oleh Sang Penciptanya. Begitu singkatnya perjalanan pasangan Balrock di PB6.

DIGDAYA BAL 03
Saat ini dari sedikit anakan jantan si Balrock yang beredar di tangan kicau mania di P. Jawa, PB6 beruntung berhasil Buy Back salah satunya yang terbaik dari segi postur, ekor, volume dan terpantau mampu berprestasi di persaingan lomba kicau di Jakarta & Tangerang. Rawatan dan setingan dari om Sulistio Raharjo terbukti ampuh menganngkat potensi MB. DIGDAYA BAL 03 cukup fenomenal karena dengan warisan postur dan panjang ekor dari kakeknya dan dahsyatnya volume dari ayahnya mampu membalikkan mitos yang berkembang selama ini bahwa MB ekor panjang durasi kerjanya tidak sebagus MB ekor pendek. Di Era Murai Batu Ring saat ini. Amunisi Lomba asal penangkaran apalagi yang sudah masuk usia mapan adalah aset yang sangat berharga untuk adu Gengsi di Lomba Kicau. Gaco lomba asal tangkapan hutan yang dimasa lalu merajai podium lomba kicau, secara berangsur-angsur akan mundur dan berbakti masuk penangkaran dan melestarikan genetika para legenda lewat trah yang diturunkannya. Tiap generasi ada zamannya. Zaman berubah dan kita sebagai anak anak zamanlah yang harus menyesuaikan diri.Siap atau tidak siap.
Gantang burung hasil penangkaran.... ANDA FIGHTER SEKALI!

Prestasi Pertama DIGDAYA BAL 03 di Kawah Candradimuka