Monday, 10 April 2017

MURAI BATU KEGEMUKAN / OBESITAS


Apa pendapat kita ketika melihat gambar diatas? seekor murai batu yang sehat, segar, gacor dan menyenangkan sekali untuk dilihat bukan? Tapi saat ditangkap dan diperiksa secara lebih detail, ternyata Si REOG - murai batu asli hutan asal Bahorok Sumatera utara diatas mengalami gejala kegemukan / obesitas sebagaimana gambar dibawah ini.


Terlihat jelas benjolan yang merupakan gumpalan lemak yang menumpuk dibawah permukaan kulit murai batu. Biasanya benjolan lemak ini terkonsentrasi di dada, diperut dan dileher murai batu. Gejala kegemukan sering terjadi pada murai batu yang menjadi indukan di penangkaran. Ini akibat dari pola diet yang dilepas bebas dimana makanan alami berprotein tinggi disediakan melimpah di tempat pakannya yang umum diberikan oleh peternak. Kegemukan jarang ditemukan pada murai batu lomba atau murai batu rawatan rumahan. Ini karena pakan yang diasup oleh murai batu  lebih terkontrol dietnya dan karena umumnya makanan utama yang tersedia adalah poer racikan pabrik yang sudah ditakar kecukupan gizi, mineral dan vitamin yang terkandung didalamnya. Dengan arti kata poer pakan racikan pabrikan dijadikan makanan harian untuk burung kicau. Sebab itulah pakan alami seperti  jangkrik, cacing, kroto, ulat hongkong, ulat kandang dan beberapa varian makanan alami lain populer disebut sebagai Extra Fooding (EF) atau makanan tambahan.  

Efek dari  kegemukan pada murai batu beragam; yang paling kasat mata adalah penurunan aktifitas individu murai batu sehingga terpantau kurang sehat dan malas terbang. Untuk murai batu yang dijadikan indukan di penangkaran, secara langsung juga akan berpengaruh pada produktifitasnya. Sering terjadi kasus telur yang zonk atau gagal menetas karena proses pembuahan yang tidak sempurna atau bahkan tidak dibuahi sama sekali. Murai batu yang gemuk juga rawan terkena penyakit terutama penyakit yang terkait pernafasan.

Saat murai batu mengalami kegemukan maka ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Diantaranya yaitu: 


1. Diet Ketat
 
Cara yang paling umum adalah dengan menerapkan diet yang ketat berupa pengurangan EF sampai ketitik yang paling rendah yang bisa diterapkan pada murai batu. Pada beberapa kasus sampai hanya 1 ekor jangkrik saja setiap hari agar makanan utama hariannya adalah poer. Metode ini pada intinya adalah untuk mengurangi asupan protein yang berlebihan dengan mengandalkan keseimbangan gizi pada poer. Singkatnya secara alami metabolisme tubuh murai akan mengambil cadangan lemak yang tertimbun dibawah kulit sebagai pengganti protein yang berkurang drastis.

2. Penjemuran

Cara lain adalah dengan melakukan penjemuran dibawah sinar matahari langsung. Metode yang diajarkan oleh senior breeder om David Soesilo - DVD BF Kudus ini bertujuan untuk memacu metabolisme tubuh murai agar berjalan lebih cepat sehingga lemak yang tertumpuk bisa cepat terkikis. Di PB6 Jakarta penjemuran murai yang kegemukan dilakukan saat cuaca panas dari jam 9 pagi sampai jam 12 siang atau jam 12 siang sampai jam 3 sore
Sebagai catatan, hati hati menerapkan penjemuran untuk jenis murai batu ekor hitam. Murai jenis ini biasanya tidak sekuat murai batu ekor putih asal Sumatera saat dijemur. Bijaksanalah dalam melihat situasi cuaca harian dan membaca kondisi murai yang sedang dijemur dibawah terik matahari. Jangan sampai terlalu berlebihan sehingga malah membuat murainya drop kondisinya.

3. Pengumbaran 

Jika lahan memungkinkan buatlah umbaran. Fasilitas ini ibarat sarana olah raga buat murai. Pada dasarnya murai batu memang bukan burung penerbang jarak jauh dan juga bukan sejenis pelari marathon yang kuat terbang lama seperti merpati.  Umbaran sepanjang apapun tetap akan berguna sebagai arena terbang horizontal yang ideal, makin panjang tetap makin baik. Makin teratur diumbar makin baik buat murai yang mengalami problem kegemukan.

4. Pembedahan  

Tumpukan lemak yang yang ada dan terlihat sebenarnya terkonsentrasi di bawah kulit ari murai batu. Seringnya ada di bagian tubuh sekitar leher, dada dan perut murai batu. Jika teman-teman murai mania cukup punya keberanian dan ketabahan dalam mengambil resiko, maka bisa uji adrenalin dengan melakukan pengirisan tipis pada permukaan kulit perut, dada atau leher murai yang menggelembung putih terisi lemak untuk mengeluarkan isinya. Setelah lemak dibersihkan, maka bekas irisan tersebut bisa diberi antiseptic dan si murai di minumkan antibiotic seperlunya. Jika lancar maka ini adalah cara yang paling efisien dan cepat dalam mengatasi murai batu yang kegemukan/obesitas. Setahu saya yang memperkenalkan pertama kali secara luas metode pembedahan ini adalah mendiang Koh Abun, seorang legend breeder murai batu di Jakarta.

5.  Kombinasi
 
Yang diterapkan di PB6 Ring digdaya adalah metode kombinasi cara 1,2 & 3. Pertama sekali murai batu yang kegemukan, biasanya si Pejantan kami angkat dari kandang tangkaran dan masukkan kandang bulat soliter. Kemudian sesuai kondisi dan situasi yang ada langsung dilakukan penjemuran dan diet pakan. Diet dan penjemuran ini bisa dilakukan bertahap. Misalnya dengan jadwal sebagai berikut :
H 1 : 5 Jangkrik/hari dan Jemur 30 menit
H 2 : 4 Jangkrik/hari dan jemur 45 menit
H 3 : 3 Jangkrik/hari dan jemur 60 menit
H 4 : 2 Jangkrik/hari dan jemur 75 menit
H 5 : 1 Jangkrik/hari dan jemur 90 menit
H 6 : 1 Jangkrik/hari dan jemur 120 menit
H 7 dst sama dengan H 6

Jika ada, penggunaan umbaran sangat direkomendasikan.



Dengan cara kombinasi yang digunakan di PB6, berdasarkan pengalaman diperlukan waktu 7 sampai 40 hari untuk mengembalikan kondisi murai batu yang kegemukan ke kondisi yang ideal untuk masuk tangkaran kembali.   

"Berternak Murai Batu itu kuncinya adalah Kesabaran"
 

Saturday, 8 April 2017

GALUR MURNI TRAH JAWARA MB PASAMAN

Murai batu Pasaman adalah sebuah nama yang tak perlu dijelaskan lagi dengan panjangnya kata-kata. Karena aksi dan bukti sudah banyak berbicara dengan sendirinya. Ring Digdaya bisa dibilang sangat ambisius dalam penangkaran Murai Batu Pasaman yang merupakan habitat asal banyak Murai batu Legenda. Tapi mengikuti konsep GMTJ (Galur Murni Trah Jawara) memang sangat sulit di-ejawantahkan dalam kenyataan. Investasi yang dilakukan dengan mengumpulkan betina turunan  Murai Batu Pasaman lewat jalur trah Golden Boy dan trah Rubinho indukan penangkaran ring ARCO Serang hanya menghasilkan 1 (satu) anakan betina dari perjodohan dengan Murai Batu Pasaman Barat prestasi bernama TUANKU RAO. Betina ring Digdaya TR 01, saat ini masih kami simpan sebagai stok indukan unggulan.

Harapan sempat membuncah dengan didapatkannya Murai Batu Pasaman Timur yang bernama PASTIM. Tapi Pejantan Baru ini entah kenapa tidak mampu membuahi betina Tuanku Rao Jr. Harapan mengapung lagi saat PB6 juga bisa mendapatkan anakan betina dari SI KUSUT, seekor Murai Batu Pasaman yang merupakan Murai Batu Terbaik Sumatera tahun 2011 dengan menjadi kampiun Liga BNR Sumatera. Tapi apa mau dikata saat si betina KUSUT Jr siap, tragedi terjadi : Pejantan TR mati. Alhasil PB6 hanya punya simpanan harta Karun berupa genetika pada 2 (dua) Murai Batu betina  Pasaman trah jawara.

Demi misi dan visi yang harus dituntaskan,  maka dimulailah perburuan Murai Batu Pasaman pejantan jawara yang baru. Target minimalnya setara dengan Tuanku Rao. Niat saja ternyata masih belum cukup. Makin kesini tambah susah ternyata. Bukan apa-apa, selain memang sediaan Murai Batu Pasaman asli hutan yang makin (sangat) langka, secara pribadi, selera saya terhadap kriteria unggulan Murai Batu juga sudah terbentuk menjadi makin kompleks bukan sekedar syarat ke prestasi atau fokus ke level volume saja, tapi juga sangat mementingkan katurangga dari Murai Batu calon indukan Ring Digdaya itu sendiri. Ini tidak lepas dari blue print penangkaran yang ingin menghasilkan Murai Batu lomba yang enak dipandang mata sekaligus mantap untuk dibawa ke arena sebagai gaco andalan utama. Semoga perfectionist tidak menjadi dosa.


PARCEL saat awal datang ke Padepokan Bala6 langsung dari Padang                                                                  

Lewat seorang teman baik yang berdomisili di Kota Padang Sumatra Barat, PB6 berhasil mendatangkan seekor Murai Batu Pasaman ex-prestasi habitat Hutan Rao yang ditemukan dalam kondisi drop dan rusak parah. Beli burung tanpa mendengar bunyi, bermodalkan kepercayaan pada kawan dan kepercayaan pada pengamatan mata lewat foto saja, asli keputusan atas dasar sekedar keyakinan pada spesifikasi katurangga yang memenuhi kriteria indukan Pejantan Ring Digdaya. NEKAT



Karena didapatkannya menjelang Hari Raya Lebaran 2016 dan ciri paruh celahnya sangat menonjol maka Pejantan ini kami beri nama baru : PARCEL. Walaupun settingan EF nya aneh, karena layaknya burung Kenari, PARCEL sangat doyan telur puyuh, Tapi soal volume bisa dibilang inilah Murai Batu Pasaman dengan volume terbaik yang pernah mampir di PB6 : super kencang dengan hentakan besetan besetan tajam yang kadang mengagetkan Lebih ngeri inilah jika dibandingkan dengan TUANKU RAO, KUSUT, PASTIM dan THOR. Mental fighter-nya sebagai veteran kampiun lomba kicau juga sangat memuaskan. Memang benar lah bahwa katurangga jarang ingkar janji. Alhamdulillah.


 Proses Perjodohan : Jantan Yang Memilih Betina Pasangannya

Sampai PB6 Jakarta Parcel melakukan adaptasi cukup lama sampai kemudian mabung dan fit kembali. Waktunya kebetulan pas sekali dengan selesai mabungnya 2 calon jodohnya. Setelah proses perjodohan ala PB6 dilakukan dimana Jantan memilih sendiri jodohnya dari beberapa betina yang di sodorkan oleh breeder., ternyata Parcel memilih KUSUT Jr dibanding TUANKU RAO Jr. Di kwartal ke 1 tahun 2017 pasangan ini sudah mulai menghasilkan trotolan,

Selanjutnya kami akan berburu pejantan Murai Batu Pasaman Lagi, sehingga nanti ada lebih dari 1 pasang GMTJ MB Pasaman, sehingga genetikanya nanti bisa panjang saling silang tanpa harus melakukan inbreeding (perkawinan sedarah).



Friday, 24 March 2017

MURAI BATU PADANG SIDEMPUAN

Murai Batu asal Tapanuli Selatan dengan ibukota Kabupaten di Padang Sidempuan adalah fenomena sesungguhnya dibalik hegemoni nama murai batu Medan yang menjadi brand favorit kicau mania seputaran Asia Tenggara.

Lengkapnya bisa disimak di Link berikut : Murai Batu Medan

Perburuan pribadi saya terhadap Murai Batu Sidempuan ini sesungguhnya sudah sangat panjang, bahkan bisa dibilang sejak awal saya mulai kepincut dengan Murai Batu. Tidak banyak hasil yang sudah didapatkan sebenarnya, karena Murai Batu Sidempuan seolah tenggelam oleh nama Murai Batu Medan yang dibesarkannya. Tidak seperti Murai Batu Pasaman, Murai Batu Mandailing Natal Murai Batu Bahorok serta Murai Batu Marike yang dulunya juga sama-sama disebut sebagai Murai Batu Medan tapi kemudian bisa mempunyai identitasnya sendiri karena banyak disebut-sebut oleh pelomba di Pulau Jawa. Sejauh ini baru didapatkan 2 Pejantan yang sangat memuaskan kriterianya yaitu THUNDER & yang terbaru adalah PENANTIAN. Keduanya di dapatkan Mr. Harjo langsung dari teman yang ada di Medan sebelum kemudian di adaptasikan di Jawa untuk ganti bulu dulu sebelum kemudian siap untuk berkarir lagi di gantangan. THUNDER masih asik buat gaco untuk ngamen cari uang pakan he.. he.. he..  sementara PENANTIAN setelah cukup stabil kondisinya dan sudah beberapa kali lolos uji gantangan sudah harus masuk kandang penangkaran dulu, sehingga ada basic blood anakan betina trah MB Sidempuan untuk nantinya dikawinkan dengan THUNDER.




Murai Batu Medan asal Hutan Pegunungan Bukit Barisan di Tapanuli Selatan yang sejak awal dibesarkan dan berkarir memburu prestasi di lomba kicau di seputaran kota kedua terbesar di Sumatra Utara : Pematang Siantar. Sempat terang benderang sinarnya sampai suatu saat sang Juragan memasrahkannya pada istrinya karena kesibukan bisnisnya. Dirawat seadanya dengan pakan poer ayam saja hariannya, lumayan merana MB jawara ini menanti kasih sayang sang Juragan.


Singkat cerita akhirnya berhasil diboyong ke tanah Jawa  dan setelah rekondisi beberapa bulan di Padepokan Malaikat Subuh Tangerang, maka diawal tahun 2016 berakhirlah "PENANTIAN" panjang murai batu ini dari kevakuman dan memulai lagi peruntungannya di gantangan.

Berkat tangan dingin master Sulistio Raharjo walau sering tanpa settingan khusus tapi saat di bawa ke gantangan sering masuk hitungan di lomba lokal di sekitaran lomba Jabodetabek... dan sering dikira si Jago Utama : Malaikat Subuh karena punya postur dan karakter ekor yang mirip ditambah lagi isian dan durasi kerja kerjanya juga tidak banyak berbeda... Maklum dirawat di dalam sasana tinju yang sama he..he..he..he

Karakteristik dari Murai batu asal Padang Sidempuan bernama Penantian ini adalah :
Volume kencang tajam melengking, dengan materi suara isian layaknya supermarket ada tembakan Cililin, Siri-Siri, Rambatan, Gereja tarung, Love Bird, Tengkek Buto, Srindit dan kasaran suara Balangkrek & Cucak Jenggot.
Dominan : Jangkrik, Tengkek & Elang
Gaya main full Ngeplay aktif di tangkringan atas.
Istimewa terutama di durasi. 10/14 deh jika dibandingkan dengan Malaikat Subuh
Ekor 20cm
Usia 4 tahun
Prestasi saat di tangan masih sekedar lomba Latber/Latpres lokalan saja.





Saturday, 18 February 2017

PENANGANAN MURAI BATU MABUNG

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Bagi pecinta burung kicau, pergantian bulu pada si 'gacoan' merupakan momok yang tak dapat dihindari. Tak jarang ketika burung masuk fase pergantian bulu, perilaku dan tingkah lakunya berubah, seperti kurang atraktif dan nafsu makan menurun.

Momok tersebut disikapi Iswahyu Wiwoho, seorang peternak burung murai asal Buaran, Duren Sawit, Jakarta Timur, dengan dua metode yang intinya membantu burung melewati fase mabung (pergantian bulu-red).

Cara pertama dengan pemberian pakan yang mengandung protein tinggi seperti ulat Hongkong secara berkala dengan porsi yang terukur.

“Konsepnya adalah supaya si burung kelebihan protein, sehingga bulu baru akan lebih cepat mendorong bulu lama untuk keluar sehingga proses pergantiannya cepat, jadi pemberian pakannya lebih di jor ke pakan yang mengandung protein tinggi,” beber Iswahyu kepada JITUNEWS.COM.

Cara kedua yakni dengan sengaja membuat burung menjadi drop, seolah-olah membentuk keadaan agar burung itu pasrah dengan kondisi yang menimpa dirinya. Aplikasinya, Iswahyu tidak memberikan pakan macam-macam kepada murai, pakan hanya berupa pur saja. Dengan begitu bulu lama juga akan keluar dengan cepat.

“Jadi ada dua cara, tinggal pilih mau pakai cara yang mana. Jangan setengah-setengah menjalankannya nanti hanya membuat burung semakin lama melewati fase pergantian bulu,” papar Iswahyu.

Usai mabung, lanjut Iswahyu, tak sedikit murai yang akan mengidap gejala stres. Perilaku tersebut dapat dilihat dari murungnya murai kendati bulu baru telah tumbuh. Untuk memulihkan kesehatannya, Iswahyu tak mengedepankan lagi penggunaan obat-obatan tapi dengan metode relaksasi menggunakan air mancur. Suara yang dihadirkan air mancur dipercaya dan memang telah terbukti mampu membangkitkan dan menyehatkan murai seperti sedia kala.

untuk lebih lengkapnya artikel wawancara diatas bisa dibuka di:

@jitunews http://www.jitunews.com/read/28692/tips-jitu-tangani-murai-mabung-ala-iswahyu-wiwoho#ixzz4Z54TXRvb

Saturday, 7 January 2017

BALROCK : SINGKATNYA USIA, PANJANGNYA SILATURAHMI

Bernostalgia saat awal bersentuhan dengan jenis burung Murai Batu, saya langsung jatuh cinta pada Murai Batu Sabang karena ekornya yang unik dengan pola ekor putihnya yang cantik membentuk barisan 3 pasang bulatan sejajar mirip kartu domino. Dari situlah mungkin timbulnya istilah "ekor balak" dikalangan para pencinta murai. Maka dimulailah petualangan saya untuk mengkoleksi murai balak ini. Belakangan saya baru tahu bahwa varian balak tidak hanya murai batu dengan 6 spot putih tapi ada 4 spot dan ada 2 spot juga. bahkan kemudian muncul istilah balak 8 dan balak 10 karena ada ditemukan murai-murai dengan variasi seperti itu. Tapi buat saya yang terindah dan orisinil untuk murai batu balak buat saya adalah murai batu dengan pola ekor balak 6. Makin ditekuni hobby ini saya makin tahu bahwa khusus untuk murai batu balak dari dua habitat utama yaitu Pulau Weh dan Pulo Aceh  di NAD, maka murai batu balak 6 dominan terdapat pada murai batu asal dari Pulo Aceh (MB Lempuyang) dan balak 4 dominan terdapat pada Murai batu asal Pulau Weh (MB Sabang).

Salah satu koleksi murai batu Sabang koleksi Padepokan Bala6 adalah seekor murai batu dengan postur langsing panjang dengan corak bulu blorok. Bisa dibilang nyentrik sekali kombinasi keunikan ekor balak 6 dengan kelainan pada bulu blorok - bercak putih tak beraturan pada sekujur muka dan tubuhnya. Karena itulah murai batu ini kami beri nama BALROCK singkatan dari kata Balak 6 & Blorok.


Menjadi lebih istimewa karena ternyata selain Balrock unik penampakannya ternyata juga punya kualitas suara diatas rata-rata murai batu lain yang kami miliki sebelumnya. Karakter  suara yang nyelekit garing ditimpali level volume yang juga ciamix menjadikan Balrock sangat mudah dikenali  hanya dengan indra pendengaran saja.  Menjadi berkah tersendiri karena info tentang Balrock kami dapatkan dari seorang kenalan di gantangan lomba  yang mengarahkan pada pemiliknya yang kemudian menjadi sahabat saya sampai sekarang.

Balrock belum pernah kami bawa ke gantangan, entahlah saat ada ditangan para pemilik sebelumnya.Tapi mengamati karakteristik unggulan yang dimiliknya saya sangat bernafsu untuk menjodohkannya dengan betina pilihan terbaik yang PB6 punya. Banyak betina ring kondang yang coba kami jodohkan : Betina Ring Arco, Betina Ring Yaqisa, Betina Ring Delta kurang bagus apanya lagi coba?. Tapi ternyata jodohnya ada pada Betina Ring Rejo trah Gerandong. Alhamdulillah produksinya lumayan lancar sampai 14 ekor. Anakan jantannya rata-rata berpostur mirip induk betinanya : besar dengan ekor panjang dan berpola ekor medan. Untuk volume yang terpantau karakteristiknya menurun dari Balrok : nyelekit tajam dengan volume yang sangat memuaskan. Sementara anakan betina pasangan ini mirip Balrock posturnya : kecil langsing tapi pola ekor medan ikut ibunya. Bisa disimpulkan bahwa konsep "Criss Cross" dalam penurunan genetika ternyata berlaku dan hipotesa Mr. Delta selama ini bahwa genetika dari induk betina Murai batu lebih dominan dari genetika indukan jantannya bisa kami katakan terbukti di Padepokan Bala6 (PB6).
                                 Murai Batu Balak 6

Betina  Ring Rejo sendiri kami dapatkan secara kebetulan dan tidak direncanakan sama sekali. Tahun 2013 Kami diajak oleh founder KOMBAT (Komunitas Black Tail) om Ismu. SE yang berdomisili di Semplak Bogor untuk meramaikan even lomba kicau nasional Piala Raja dipelataran candi Prambanan Jogja. Amunisi yang kami bawa saat itu adalah seekor MB langganan juara di Bogor dan sekitarnya yang menjelang keberangkatan salah satu ekor panjangnya lepas sehingga Gaco kami tersebut bisa dikatakan drop kondisi mentalnya. Namanya juga Team KOMBAT Nekat mau bagaimanapun tetap kami berangkat. Sampai di blok tengah oleh salah satu teman baik kami om Hardoyo - pemilik UMS (Universitas Murai Solo) - disarankan untuk datang ke om Andi Saputro pemilik REJO BF yang memiliki banyak betina yang berkwalitas untuk mengangkat birahi gaco kami yang drop tersebut.

 Betina Ring Rejo Trah Grandong x Lodra x Salju

Singkat cerita team kami yang terdiri dari saya sendiri : Iswahyu, om Ismu, om Jarod, om Hardoyo dan Om Doel Latief (Balrock saya TO dari beliau)  menyambangi penangkaran MB REJO BF di desa Gondang Kabupaten Sragen. Alih-alih dipinjami, kami malah diijinkan untuk memilikinya. Dari 3 betina yang ditawarkan oleh om Andi Saputro : Trah Lodra, Trah Andromeda dan trah Gerandong, secara katurangga selera saya lebih cendrung pada yang terakhir. Mungkin karena trahnya yang sudah merupakan gabungan trah utama Ring Rejo atau mungkin juga karena bocoran informasi dari om Hardoyo bahwa Gerandong adalah MB Medan prestasi dengan perawakan yang besar dan berekor panjang 23cm. Harapannya adalah dapat meng-upgrade postur anakan jika dijodohkan dengan jantan yang berbodi langsing seperti si Balrock.

Silaturahmi di REJO BF Gondang Sragen 8 Juni 2013

Hasil dari Piala Raja Tahun itu adalah : Murai Batu  Lodra Junior besutan langsung om Andi Saputro menjuarai kelas MB Ring. Sementara MB gaco andalan kami setelah ditempel betina ternyata tetap tidak mau kerja hehehehehe. Tapi  dari sinilah dimulai persahabatan yang mendalam antar kami disetiap tahunnya saat kopdar di Piala Raja. Sungguh Silaturahmi terasa Indah sekali, kalah menang urusan belakang.


Piala Raja 2014


 Piala Raja 2015

Perjodohan Balrock dengan Grandong Jr berjalan lancar dan butuh waktu 3 bulan sebelum kemudian  bertelur yang langsung zonk di sesi pertama tapi kemudian konsisten bertelur 3 buah dn selalu netas ketiganya, Walaupun pasca panen kebanyakan anaknya mati, lebih karena masih belum matangnya ilmu perawatan trotolan yang kami miliki saat itu. Alhamdulillah saat ini sudah banyak kemajuan dalam tatalaksana pasca panen yang diterapkan di Padepokan Bala6 (PB6) Jakarta.


Om Sophian Hadiana Cikarang TO Anakan Balrock Jantan yang pertama

Di pertenghan tahun 2015 saat kemarau yang panas begitu ganas pasangan Balrock stop produksi karena jantannya mati dalam posisi angrem diglodak sarangnya dan tidak lama kemudian pasangannya yang patah hati menyusul.  Yah.. begitulah resiko dari berurusan dengan makhluk hidup, bisa sewaktu-waktu diminta kembali oleh Sang Penciptanya. Begitu singkatnya perjalanan pasangan Balrock di PB6.

DIGDAYA BAL 03
Saat ini dari sedikit anakan jantan si Balrock yang beredar di tangan kicau mania di P. Jawa, PB6 beruntung berhasil Buy Back salah satunya yang terbaik dari segi postur, ekor, volume dan terpantau mampu berprestasi di persaingan lomba kicau di Jakarta & Tangerang. Rawatan dan setingan dari om Sulistio Raharjo terbukti ampuh menganngkat potensi MB. DIGDAYA BAL 03 cukup fenomenal karena dengan warisan postur dan panjang ekor dari kakeknya dan dahsyatnya volume dari ayahnya mampu membalikkan mitos yang berkembang selama ini bahwa MB ekor panjang durasi kerjanya tidak sebagus MB ekor pendek. Di Era Murai Batu Ring saat ini. Amunisi Lomba asal penangkaran apalagi yang sudah masuk usia mapan adalah aset yang sangat berharga untuk adu Gengsi di Lomba Kicau. Gaco lomba asal tangkapan hutan yang dimasa lalu merajai podium lomba kicau, secara berangsur-angsur akan mundur dan berbakti masuk penangkaran dan melestarikan genetika para legenda lewat trah yang diturunkannya. Tiap generasi ada zamannya. Zaman berubah dan kita sebagai anak anak zamanlah yang harus menyesuaikan diri.Siap atau tidak siap.
Gantang burung hasil penangkaran.... ANDA FIGHTER SEKALI!

Prestasi Pertama DIGDAYA BAL 03 di Kawah Candradimuka


Sunday, 1 January 2017

2017 : AND THE RING BEARER ERA BEGINS


Happy New year 2017

When Values become SPIRITS and
Promise transforms to be EXPERIENCE then
Like become LOVE.

Be BOLD, Be BRAVE, Be BRILIANT
By seeing things differently and
Thinking different things, such :
Why go for 100% while
We could achieved 100X

We have no RACE since
We believe in our own PACE
SINCERITY is the KEY as
The MAIN battle is always in the MIND.



 Best Wishes,

DIGDAYA BIRD KEEPING
When Quality is the Mantra















Friday, 11 March 2016

TIDAK ADA MAKAN SIANG YANG GRATIS - THERE'S NO FREE LUNCH



Berikut adalah wejangan dari seorang master Kicau sekaligus breeder murai batu senior yang merupakan guru, panutan sekaligus sahabat saya ; om Andri Asmari - Bandung  

SELAMAT PAGI !!!
 

Banyak yang bertanya tentang tahapan memelihara murai batu sampai siap di bawa latihan, saya coba bahas secara global saja ya :

1. MB dibawah usia 2 tahun.

Sebaiknya jangan dulu konsentrasi ke lapangan, karena kategori ini MB masih dalam proses remaja ke dewasa artinya MB MASIH PROSES BELAJAR. Sebaiknya konsentrasikan saja sama PEMASTERAN. karena kuncinya adalah suara pemasteran buat bekal dia saat dewasa nanti, jadi kalau ada yang bertanya kenapa MB saya tidak mau tarung dsb. Jawabannya Ya tidak akan maksimal tarung karena (memang) BELUM SAATNYA.

2. MB usia antara 2 tahun s/d 3 tahun.

Sudah) masuk kategori MB dewasa, saat ini MB mulai diajarkan untuk mengenal teritorial, mengenal ancaman dan mengenal mental. TAPI MB SAAT INI BELUM MASUK KATEGORI MB MAPAN. Jadi jangan terlalu berharap dan yakin kalau MB gacor segacornya sudah dibilang SIAP MENTAL dan SIAP TARUNG. Karena kondisi saat ini masih LABIL. Sebaiknya konsentrasi saja dengan pengenalan LAPANGAN, pindah pindah gantangan, pengenalan berbagai KERAMAIAN, pengenalan tarung dengan beberapa MB saja, karena kondisi usia saat ini MB MASIH DALAM TAHAPAN LABIL. Kadang bagus kadang juga tidak, tergantung mood dan siklus hidupnya. HATI HATI di usia ini. Lebih cermat dan amati kondisi mentalnya.

3. MB usia diatas 3 tahun.

Kategori MB masuk ke dalam kategori MB MAPAN, DEWASA MENTAL, dan CUKUP MATERI. Di usia inilah kalau kita ingin mulai sering latihan dan aktif dilapangan. Jika ada pertanyaan kenapa MB sudah diatas 3 tahun lebih masih juga tidak bagus? Jawabannya ada 2 yaitu :
  • (1) karena rawatan yang salah saat usia sebelumnya, materi tidak cukup dan tidak memperhatikan SIKLUS HIDUP MURAI BATU....
  • (2) memang MB tsb tidak memiliki bakat yang bagus. Logika saja tidak semua MB itu bagus, oleh sebab itulah MB yang bagus itu sulit didapat dan perlu kejelian dalam memilih, karena tidak semua artis itu HEBAT. Dari sekian artis yang jago nyanyi, hanya beberapa saja yang bisa MELEGENDA. Begitu juga dengan MB.
JADI
 

Memelihara MB itu seni, jangan putus asa jika MB belum bagus. Sering seringlah mencari tahu dan buka buka pengetahuan agar pemahaman kita soal MB bisa bertambah dan tidak mentok di situ situ saja, supaya kita bisa memahami karakter sebnarnya dari masing masing MB.

Lalu kalau ditanya mana yang bagus? sebaiknya kita pelihara MB itu dari NOL dan dari AWAL, agar kita bisa belajar dan lebih mengerti soal MB dan Siklus hidupnya SEHINGGA jika kita memelihara MB lagi kedepannya kita sudah punya bekal ilmu yang kita miliki dari pemeliharaan MB dari nol atau trotol. 

Kan lama om pelihara dari trotol? YA. Sebab ilmu dan pengalaman juga tidak instan dan memang BUTUH WAKTU tinggal pilih saja, mau cepat paham dengan memelihara dari nol/trotol atau mau instan ambil murai jadi tapi mentok ilmu. 

Semua kembali kepada pilihan dari kita sendiri, karena ibarat pepatah "TIDAK ADA MAKAN SIANG YANG GRATIS" artinya semua butuh WAKTU dan PEMBELAJARAN

SALAM
Andri Asmari
VEGASUS BIRD FARM
 


Sunday, 17 January 2016

PRESTASINYA, KEBANGGAANMU, KEBAHAGIAN KAMI

Selalu menyenangkan ketika ada kabar dari teman kicau mania tentang kebahagiaan dan kebanggaan mereka terhadap prestasi MB momongannya yang kebetulan merupakan hasil penangkaran dari breeding farm Padepokan Bala6 (PB6).


Salah satu kicau mania yang bangga tersebut adalah om Feldy di daerah Salaman Kabupaten Magelang - Jawa Tengah dengan MB bernama Thor yang merupakan keturunan perdana dari induk jantan  bernama Batu Kramat (MB Sibolga) dengan betina Tangse jr. Semoga bisa terus konsisten dan sabar dalam perawatan koleksi murai juniornya sehingga bisa mendapatkan ritme tumbuh kembang berjenjang yang pas untuk nantinya diorbitkan ke kancah lomba regional dan nasional. Denger denger sih bandrol si Thor sudah 4x lipat dari harga trotolannya. Bisa dibilang ini adalah hasil kerja keras mas Feldy Theis yang menerapkan perawatan intensif yang terprogram rapi karena ternyata beliau mengoleksi murai batu ring bahan hasil penangkaran dari banyak nama breeder ternama di seputaran P.Jawa untuk di perbandingkan satu dengan lainnya. Ngerilah kalau ada konsumen yang militan model begini.



Tahun 2015 lalu salah satu pemilik MB Ring Digdaya Trah Fantastic yaitu mas Bayu di Jatinegara Jakarta juga berbagi kabar bahwa momongannya sempat dijajal menjelang ganti bulu dewasanya dan hasilnya juga tidak mengecewakan. Beliau termasuk pemilik yang sabar dan bertekad untuk aktif berlomba menunggu sampai MB ring kesayangannya ini cukup dewasa selepas ganti bulu dewasa yang kedua. Semoga penantiannya bisa berbuah manis nantinya. 


Pertengahan tahun 2015, anak paling tua dari pasangan MB Sabang BALROCK dengan betina MB Medan ring Rejo juga sudah mulai masuk lomba di sekitaran Cikarang Bekasi. Cukup sabar sang Juragan; mas Sophian Hadiana untuk memilih waktu yang tepat dalam  melombakan MB Ring Digdaya kesayangannya. Setelah menunggu sampai selesai ganti bulu dewasa pertama, di usia 18 bulan ternyata hasilnya tidak mengecewakan, langsung nyeri diurutan 2 & 2. Lumayan untuk seekor MB rookie. Setelah itu secara periodik dilombakan lumayan stabil hasilnya walau belum meraih prestasi sebagai pemuncak gantangan (Lomba Kicau). Maklum daerah Jabodetabek termasuk Cikarang padat bertebaran murai batu jawara lomba kelas regional dan nasional. Mengawali tahun 2016 si TORPEDO mulai masuk periode ganti bulu dewasa yang kedua. Semoga performance nya bisa meningkat dan makin stabil. Patut ditiru dan diapresiasi kesabaran dari mas Sophian Hadiana ini, yang sejak awal datang ke kami mewanti-wanti agar diberikan bahan yang terbaik karena persaingan MB gantangan di Cikarang sangat keras dan panas.    


Kicau mania lain yang saya berikan salut adalah mas Ryo Septi di Tambun Bekasi. Mas Ryo ini tadinya adalah mancing mania berat yang biasa pergi dari rumah berhari-hari menuruti hobby laki lakinya tersebut. Diawali dari browsing di internet mulailah dia mengawali karir gantangannya dengan melamar trotolan ring Digdaya. Berliku juga perjalanan pemula yang detail dan konsisten dalam menyerap ilmu yang kami berikan ini. Sebuah kepribadian yang sederhana tapi brilian menurut saya. Diawali dengan memahar Kuda Liar Jr. yang kemudian ternyata menjadi MB Betina kemudian sesuai kesepakatan kami tukar dengan trotol Tangse jr. jantan yang akhirnya terbukti menjadi MB betina lagi yang kemudian menjadi ibu si Thor milik mas Feldy. Sampai akhirnya kami ganti dengan Tangse Jr generasi pertama rawatan kami sendiri yang sudah hampir cukup usia lomba. Ini karena kami sangat menghargai waktunya yang sudah terbuang dan kesabaran serta tekadnya yang kuat di hobby barunya ini. Mungkin juga karena terbantu oleh keikhlasan sang istri yang bahagia karena sang suami lebih sering dirumah untuk merawat klangenan nya ini, maka si Tangse Jr bernama Ki Langitan ditangan mas Ryo Septi  bisa moncer dan membanggakan juragannya. Dan ini sangat melegakan dan membahagiakan kami sebagai breeder murai batu.Sempat beberapa kali tampil dan menjuarai lomba di tahun 2015 awal 2016 ini Ki Langitan masih dalam posisi dorong ekor mabung dewasa yang kedua.


Ada cerita menarik lain trotolan trah Anggada yang awalnya dipunyai oleh Bung Dimas, Bintaro Jakarta. Selengkapnya bisa dibuka di Link berikut : Kremlin - Rejeki anak sholeh

Disamping MB Ring Digdaya yang saat ini kami tangani sendiri di Pesantren Cipete dan juga sudah menuai berprestasi di arena lokalan. Mungkin diluar sana ada lagi MB Ring DIGDAYA yang sudah mulai berprestasi. Harapan kami sebagai breeder MB yang berorientasi pada breeding MB kualitas lomba adalah agar anakan yang kami hasilkan dapat eksis membawa nama juragannya masing-masing diarena lomba. Kalaupun ada (banyak) MB Ring Digdaya tidak berprestasi tidak menjadi masalah sepanjang pemiliknya bahagia memilikinya. Kami cukup maklum, bahwa memang tidak semua pembeli MB Ring Digdaya punya orientasi lomba. Atau tidak semua penghobi kicau punya cukup skill dan kesabaran untuk membentuk karakter dan mengarahkan momongannya menjadi gaco lapangan yang handal. Tidak menjadi masalah sama sekali. Memang tidak gampang untuk mengantarkan momongan kesayangan menjadi kampiun kicau di Indonesia. INDONESIA BEDA!